Efisiensi Anggaran Tak Hambat Layanan: Diskominfo Berau Pastikan Wifi Publik Tetap Stabil
TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menata ulang strategi digitalisasi daerah dengan memfokuskan layanan wifi publik hanya pada titik-titik yang memiliki dampak terbesar bagi masyarakat. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap efisiensi anggaran yang membuat pemerintah harus menyusun ulang prioritas pembangunan digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, mengatakan bahwa titik internet yang dipertahankan adalah yang berada di lokasi-lokasi strategis, seperti fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, kantor kampung, dan ruang publik dengan aktivitas warga yang tinggi.
“Kami fokus pada titik yang manfaatnya langsung dirasakan. Internet bukan lagi fasilitas tambahan, tapi bagian penting dari pelayanan publik,” ujarnya.
Meski total titik wifi publik berkurang menjadi 487 lokasi pada 2025, Didi memastikan kualitas layanan tidak ikut turun. Pemerintah tetap mengalokasikan anggaran pemeliharaan agar setiap titik yang masih aktif memiliki koneksi yang stabil dan dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pada 2026 pemerintah tidak akan memprioritaskan pembangunan titik wifi baru. Fokus utama adalah memastikan jaringan yang telah ada benar-benar bekerja baik, dibanding memperbanyak titik tetapi tidak mampu membiayai perawatannya.
“Digitalisasi tetap berjalan, namun harus dengan perencanaan realistis. Kualitas lebih penting dibanding kuantitas,” tambahnya.
Diskominfo juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan wifi publik secara produktif, terutama untuk pendidikan, akses layanan pemerintah, dan kegiatan ekonomi. Didi berharap langkah ini dapat memperkuat transformasi digital di Berau meski berada di tengah keterbatasan anggaran. (adv/yf)

