Kemitraan Usaha Bawa BUMK Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- account_circle admin
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mendorong penguatan peran Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) sebagai penggerak ekonomi desa sekaligus sumber Pendapatan Asli Kampung (PAK) yang berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, mencontohkan keberhasilan BUMK di Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung. Menurut dia, unit usaha tersebut mampu menyumbang sekitar Rp110 juta per tahun ke kas kampung.
“BUMK di Pegat Bukur setiap tahun menyumbangkan pendapatan kampung sekitar Rp110 juta,” kata Said beberapa waktu lalu.
Ia menilai kontribusi BUMK tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga memberi manfaat sosial bagi masyarakat, seperti bantuan pendidikan dan kegiatan sosial.
“Kontribusinya bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga menyentuh sisi sosial masyarakat melalui beasiswa pendidikan dan bantuan sosial,” ujarnya.
Said mengatakan keberhasilan itu membuktikan BUMK dapat menjadi sumber pendapatan berkelanjutan apabila dikelola secara profesional dan berbasis potensi lokal. Pemerintah daerah berharap 14 kampung lain di Kecamatan Sambaliung dapat meniru langkah tersebut.
Ia mengingatkan pemerintah kampung agar tidak bergantung pada penyertaan modal dari anggaran daerah tanpa pengembangan usaha yang jelas.
“Kalau kepala kampung ujung-ujungnya berharap dari APBD, tentu kami juga kesulitan. Saya harap setiap kampung bisa memaksimalkan BUMK yang ada,” kata dia.
Menurut Said, pengelolaan BUMK harus berorientasi pada hasil dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Transparansi, akuntabilitas, serta inovasi menjadi faktor penting agar penyertaan modal tidak habis tanpa manfaat.
“Sejak 2017 kami terus mendorong BUMK agar benar-benar menghasilkan. Jangan sampai penyertaan modal habis, tetapi manfaatnya tidak jelas,” ujarnya.
Ia juga menilai kemitraan dengan perusahaan di sekitar wilayah kampung menjadi peluang memperkuat usaha BUMK. Contohnya, Pegat Bukur mampu bekerja sama dengan perusahaan sehingga berbagai kegiatan usaha masuk ke BUMK dan meningkatkan pendapatan kampung.
Upaya ini diharapkan memperkuat kemandirian ekonomi kampung di Berau sekaligus mengurangi ketergantungan pada bantuan anggaran pemerintah daerah.(/ten)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar