LPG Sempat Langka di Berau, Ternyata Ini Penyebab Sebenarnya
- account_circle admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 31
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Berau memastikan ketersediaan LPG di wilayah tersebut dalam kondisi mencukupi. Kelangkaan yang sempat terjadi beberapa hari terakhir disebut akibat keterlambatan distribusi pasokan.
Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Diskoperindag Berau Hotlan Silalahi mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) untuk memastikan kondisi stok.
Menurut dia, berdasarkan keterangan dari Pertamina, pasokan LPG di Berau masih tersedia dan distribusi saat ini tengah dipercepat.
“Sudah dilakukan peninjauan langsung oleh Diskoperindag ke SPBE. Dari keterangan Pertamina, stok cukup dan saat ini sedang dimaksimalkan pendistribusiannya,” ujar Hotlan, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, kelangkaan yang terjadi dua hingga tiga hari sebelumnya bukan disebabkan kekurangan kuota, melainkan keterlambatan kapal pengangkut yang membawa pasokan dari Bosowa-Makassar ke Berau.
“Kelangkaan kemarin bukan karena kuota LPG kurang, tetapi karena distribusi dari Bosowa-Makassar ke Berau terlambat. Kapalnya terlambat datang,” katanya.
Hotlan menambahkan, keterlambatan tersebut dipengaruhi faktor di luar kendali pemerintah daerah, seperti kondisi pelayaran. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mempercepat distribusi.
Ia menyebutkan kapal pengangkut LPG telah tiba dan pasokan mulai kembali didistribusikan ke masyarakat.
“Dua hari lalu kapal sudah tiba dan LPG sudah mulai disalurkan,” ujarnya.
Diskoperindag juga telah meminta Pertamina melakukan tambahan distribusi atau extra dropping, terutama di wilayah yang sempat mengalami kekosongan pasokan.
Selain itu, agen dan pangkalan LPG diingatkan untuk tidak menahan stok dan segera menyalurkan kepada masyarakat.
“Kami sudah ingatkan agar agen dan pangkalan langsung mendistribusikan ke masyarakat, tidak menahan di gudang,” kata Hotlan.
Ia juga menjelaskan bahwa SPBE Maluang tidak hanya melayani kebutuhan Berau, tetapi juga beberapa wilayah lain seperti Kabupaten Bulungan, sehingga antrean pengisian turut memengaruhi distribusi.
Karena itu, masyarakat diminta tidak terpancing isu kelangkaan yang dapat memicu kepanikan.
“Bukan karena LPG kosong, tetapi ada informasi yang berkembang seolah-olah tidak ada sehingga membuat masyarakat panik,” ujarnya.(tnr)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar