Mesin Kapal Rusak, Tiga Nelayan Berau Terombang-ambing Berhari-hari di Laut
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb — Tiga nelayan asal Kabupaten Berau sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan antara Pulau Derawan dan Maratua. Ketiganya diketahui mengalami kerusakan mesin kapal sehingga terombang-ambing di tengah laut selama beberapa hari sebelum akhirnya berhasil kembali ke daratan dengan selamat.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026 sekitar pukul 18.27 Wita. Ketiga nelayan yang dilaporkan hilang kontak itu masing-masing bernama Rapiuddin (32), Sukri (30), dan Safruddin Kasim (39). Mereka diketahui berdomisili di Jalan PD Guna, Kabupaten Berau.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal yang mereka gunakan awalnya menuju lokasi penangkapan ikan di area rumpun atau bagan. Namun di tengah perjalanan mesin kapal mengalami kerusakan sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terpaksa terapung di laut selama sekitar tiga hari.
Setelah beberapa hari terombang-ambing, kapal nelayan dari Tanjung Batu yang melintas melihat kondisi mereka dan memberikan pertolongan. Kapal tersebut kemudian ditarik menuju perairan Tanjung Batu untuk dilakukan perbaikan mesin.
Setelah mesin kapal diperbaiki, ketiga nelayan tersebut kembali melaut menuju lokasi bagan. Namun dalam perjalanan mesin kapal kembali mengalami kerusakan sehingga mereka kembali terombang-ambing di laut selama sekitar lima hari.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengatakan selama berada di laut para nelayan sempat melakukan komunikasi terakhir dengan keluarga dan pemilik kapal.
“Informasi yang kami terima, mereka sempat melakukan komunikasi terakhir dengan istri dan pemilik kapal sebelum akhirnya tidak bisa dihubungi lagi karena handphone yang digunakan mengalami kerusakan,” kata Nofian.
Kondisi tersebut sempat membuat keluarga khawatir karena selama beberapa hari ketiganya tidak memberikan kabar.
Keberadaan kapal akhirnya diketahui setelah pihak Polsek Tanjung Batu menyampaikan informasi kepada pemilik kapal bahwa kapal nelayan tersebut terlihat bersandar di wilayah Tanjung Batu.
“Setelah ada informasi dari Polsek Tanjung Batu bahwa kapal tersebut bersandar di wilayah mereka, barulah diketahui bahwa para nelayan tersebut dalam keadaan selamat,” ujar Nofian.
Setelah kondisi kapal memungkinkan, ketiga nelayan tersebut akhirnya dapat kembali ke rumah masing-masing. Mereka dilaporkan tiba di rumah pada 9 Maret 2026 dalam keadaan selamat.
Nofian mengimbau para nelayan untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan saat melaut, termasuk memastikan kondisi kapal dan memantau perkembangan cuaca sebelum berangkat melaut.(*/)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar