Penataan DAS Pedalaman & Drainase Dinilai Penting Demi Kota Tangguh dan Siap Menerima Arus Kunjungan
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 3 Des 2025
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Berau kembali memunculkan genangan di sejumlah kawasan perkotaan. Warga di daerah rawan banjir mengeluhkan kondisi tersebut, dan kini perhatian tertuju pada langkah pemerintah dalam menangani persoalan tahunan ini.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengatakan penanganan banjir tidak boleh lagi bersifat reaktif. Menurutnya, banyak saluran drainase masih belum tersambung optimal sehingga air tertahan dan meluap ke permukiman.
“Aliran air belum terkoneksi dengan baik. Ketika debit naik, saluran tidak mampu mengalirkan air ke sungai,” ujarnya.
Dedy menilai penguatan konservasi tanah dan air di Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan kunci agar kawasan penampang air kembali berfungsi. Ia mendorong pemerintah membangun jalur air permanen yang langsung mengarah ke Sungai Segah.
“Kalau jalur permanen tersedia, limpasan air bisa turun lebih cepat dan tidak menumpuk di kawasan padat penduduk,” tegasnya.
Selain perbaikan tata aliran, ia meminta dilakukan pengerukan sedimen dan pembersihan endapan lumpur di jaringan drainase — baik yang terbuka maupun tertutup. Beberapa titik disebut menjadi perhatian khusus, salah satunya kawasan Jalan Gatot Subroto di Kelurahan Bedungun yang kerap terendam saat hujan lebat.
Dedy menyampaikan bahwa DPRD telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk percepatan mitigasi. Ia berharap pemerintah segera turun meninjau lapangan sebelum menentukan pola penanganan lanjutan.
“Kita ingin solusi yang tuntas, agar warga tidak lagi waswas setiap kali langit mulai gelap,” tutupnya. (adv/akm)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar