Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Satu Tahun Pra SD Diwajibkan, Pemkab Berau Dorong Reformasi PAUD dari Akar

Satu Tahun Pra SD Diwajibkan, Pemkab Berau Dorong Reformasi PAUD dari Akar

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • visibility 364
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten Berau meluncurkan kebijakan wajib satu tahun pra-sekolah bagi anak-anak sebelum masuk jenjang pendidikan dasar. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Bumi Batiwakkal.

Langkah ini diumumkan oleh Bupati Berau sekaligus Bunda PAUD Kabupaten, Sri Juniarsih Mas, dalam Rapat Koordinasi Bunda PAUD tingkat kabupaten dan kecamatan yang digelar di UPT SPNF SKB Berau pada Kamis (7/8/2025).

“PAUD bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan yang mesti dipenuhi setiap anak. Saya ingin para Bunda PAUD ikut terlibat aktif dan tidak sekadar menjadi simbol,” ujar Sri dalam sambutannya.

Sri menegaskan, perluasan akses PAUD yang merata hingga ke pelosok kampung menjadi agenda mendesak. Selain memprioritaskan ketersediaan layanan pendidikan, ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi anak-anak sebagai bagian dari ekosistem tumbuh kembang yang menyeluruh.

Dalam konteks itu, peran Bunda PAUD, yang biasanya melekat pada istri kepala daerah, diminta untuk tidak hanya bersifat seremonial.

“Saya tidak ingin predikat Bunda PAUD hanya digunakan untuk kegiatan formal. Peran itu seharusnya ikut memperkuat program pendidikan dari bawah,” katanya.

Rakor kali ini disebutnya sebagai momentum untuk mempererat koordinasi lintas level, dari desa hingga kabupaten, dalam memastikan kualitas PAUD benar-benar menjangkau seluruh anak usia dini di Berau. Fokus utama, memastikan setiap anak memperoleh pengalaman belajar yang memadai di masa golden age-nya.

“Usia dini adalah masa perkembangan paling cepat dalam kehidupan manusia. Di sinilah pondasi intelektual dan emosional anak dibentuk. Maka kualitas layanannya tidak boleh asal-asalan,” tegasnya.

Pemkab Berau, menurutnya, telah merancang berbagai program pendukung: mulai dari pemberian tunjangan tambahan untuk guru PAUD, penyediaan sarana belajar, distribusi laptop, hingga penambahan ruang kelas. Setiap kecamatan pun kini disebut telah memiliki TK Negeri sebagai penopang sistem.

Tak hanya bergantung pada APBD, pemerintah daerah juga memanfaatkan dukungan anggaran dari pusat untuk menyalurkan bantuan operasional lembaga PAUD.

Menutup pertemuan itu, Sri menyerukan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk Dinas Pendidikan dan organisasi profesi guru PAUD, untuk terus mengawal pelaksanaan program secara konkret di lapangan. Ia optimistis, generasi masa depan Berau bisa dibentuk dari intervensi sejak usia paling dini.

“Kalau ekosistem pendidikan dasarnya kuat, kita tidak perlu khawatir pada generasi penerus. Yang kita butuhkan sekarang adalah kerja bersama yang berkelanjutan,” pungkasnya. (adv/yf)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎Dari Lahan Eks Kebakaran Menjadi Kawasan Ekonomi Baru Berbasis Ruang Publik

    ‎Dari Lahan Eks Kebakaran Menjadi Kawasan Ekonomi Baru Berbasis Ruang Publik

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 891
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Kawasan Rajanta, yang sebelumnya menjadi lokasi kebakaran permukiman di Ujung Tepian Ahmad Yani, Kelurahan Bugis, kini memasuki babak baru. Lahan seluas kurang lebih 8.000 meter di dekat dermaga tersebut dirancang jadi pusat kegiatan sosial dan wisata. ‎Program ini digarap oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) sebagai salah satu strategi membangkitkan kawasan […]

  • Bikin Warga Berau Pusing, Gas Melon Makin Susah Ditemukan

    Bikin Warga Berau Pusing, Gas Melon Makin Susah Ditemukan

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 605
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (gas melon) kembali menjadi keluhan bagi masyarakat, terutama pedagang kecil. Salah satunya, Idawati, seorang pedagang kaki lima yang mengaku seringkali kesulitan mendapatkan pasokan gas melon untuk menjalankan usahanya. “Sering sekali saya harus mencari gas ke beberapa pangkalan, tapi seringkali habis. Kalau pun ada di tingkat pengecer, harga sudah […]

  • Potensi Wisata dan UMKM Jadi Fokus Pengembangan Talisayan di Era IKN

    Potensi Wisata dan UMKM Jadi Fokus Pengembangan Talisayan di Era IKN

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Talisayan – Meskipun Kampung Talisayan saat ini berstatus mandiri, yang artinya kampung telah memiliki nilai Indeks Pembangunan Desa (IPD) lebih dari 75, namun hal itu jangan lantas membuat pemerintah kampung berpuas diri. Meskipun Talisayan ini sudah mandiri, mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar yang mencukupi, infrastruktur yang memadai, aksesibilitas/transportasi yang tidak sulit, pelayanan umum […]

  • Jelang Pilkada, Berau Serukan Anti-Politik Uang dalam Roadshow

    Jelang Pilkada, Berau Serukan Anti-Politik Uang dalam Roadshow

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Pemerintah Kabupaten Berau menggelar Roadshow Anti Korupsi sebagai bagian dari kampanye edukasi pemberantasan korupsi di seluruh wilayah Indonesia. Acara ini berfokus pada sosialisasi anti-politik uang, terutama menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan pada November 2024 mendatang. Roadshow ini dimulai dengan pelepasan peserta dari Inspektorat Kabupaten […]

  • Puskesmas Gunung Tabur Resmi Beroperasi 24 Jam, Frans Lewi: Pemerintah Hadir untuk Rakyat

    Puskesmas Gunung Tabur Resmi Beroperasi 24 Jam, Frans Lewi: Pemerintah Hadir untuk Rakyat

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Hal itu ditandai dengan diresmikannya Puskesmas Non-Rawat Inap dan Layanan Persalinan 24 Jam di Kecamatan Gunung Tabur, yang disebut sebagai langkah nyata mewujudkan pemerataan layanan kesehatan di Bumi Batiwakkal. Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menilai kehadiran fasilitas baru […]

  • Batik Berau Tembus Pasar Nasional, DPRD Dorong Penguatan Perajin Lokal dan Ekonomi Kreatif

    Batik Berau Tembus Pasar Nasional, DPRD Dorong Penguatan Perajin Lokal dan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 742
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- DPRD Berau mendorong pemerintah daerah memperkuat pemberdayaan perajin batik lokal. Batik khas Berau saat ini tidak hanya dipasarkan di wilayah sendiri, tetapi juga telah menembus pasar nasional. Sejumlah instansi, baik dari dalam maupun luar daerah, bahkan memesan batik tersebut sebagai bahan seragam. Anggota Komisi I DPRD Berau, Srie Yulianawati, menilai batik Berau memiliki […]

expand_less