Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Tersandera Regulasi, Gaji Guru Honorer di Berau Masih Menggantung

Tersandera Regulasi, Gaji Guru Honorer di Berau Masih Menggantung

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
  • visibility 486
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNG REDEB – Harapan ratusan guru honorer di Kabupaten Berau yang selama ini belum menerima gaji mereka, akhirnya mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Berau melalui rapat lintas sektor yang digelar pada Rabu pagi, 9 April 2025, membahas kelanjutan nasib para tenaga pendidik non-ASN yang tersebar di 13 kecamatan.

Rapat tertutup yang berlangsung di Tanjung Redeb itu dihadiri oleh Wakil Bupati Berau, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan (Disdik), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Dari diskusi panjang yang berlangsung alot tersebut, empat poin krusial disepakati sebagai langkah awal penanganan persoalan gaji guru honorer.

Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, menjelaskan bahwa langkah pertama adalah melakukan sinkronisasi data guru honorer yang telah masuk ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) milik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Data ini menjadi dasar utama untuk menentukan validitas penerima gaji.

Langkah kedua, kata Mardiatul, adalah studi banding. Pemkab Berau bersama Disdik akan melakukan kunjungan ke beberapa daerah yang telah berhasil menyalurkan gaji guru honorer melalui skema yang sesuai regulasi. Tujuannya, mencari rujukan hukum dan teknis untuk menghindari potensi pelanggaran dalam penyaluran dana.

“Poin ketiga dan yang paling ditunggu tentu saja adalah bahwa pembayaran gaji akan dilakukan. Namun semuanya harus melalui tahapan sesuai regulasi,” ujar Mardiatul usai rapat.

Poin terakhir, lanjut dia, adalah pemberian izin bagi guru honorer yang telah terdaftar dalam Dapodik untuk tetap mengajar seperti biasa, sembari menunggu seluruh proses administrasi dan keuangan rampung.

Menurutnya, pembayaran gaji bagi tenaga honorer tidak bisa dilakukan secara gegabah. Diperlukan kajian lintas sektor untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum dalam implementasinya.

“Karena ini menyangkut anggaran negara, maka harus ada pijakan hukum yang kuat. Kita semua ingin memastikan bahwa keputusan ini legal, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegas Mardiatul.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa saat ini anggaran untuk membayar gaji tersebut sebenarnya telah tersedia. Hanya saja, proses penyalurannya harus melalui mekanisme yang ditentukan. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menggelar pertemuan dengan kepala sekolah untuk menyampaikan hasil rapat tersebut secara langsung.

Berdasarkan data Dapodik, terdapat sekitar 388 guru honorer yang masih aktif mengajar di berbagai sekolah di Kabupaten Berau. Jumlah itu tersebar di seluruh kecamatan, dengan konsentrasi tertinggi di Tanjung Redeb.

“Kami memahami beban para guru honorer. Mereka menjadi tulang punggung dunia pendidikan di Berau. Ketika mereka tidak masuk karena belum dibayar, maka proses belajar-mengajar ikut terganggu,” ujarnya.

Mardiatul juga mengungkapkan bahwa beberapa sekolah sempat lumpuh karena kekurangan tenaga pengajar. Sekolah yang paling terdampak adalah SMP Negeri 3 Biatan, yang kekurangan hingga 12 guru akibat belum adanya kejelasan soal gaji honorer.(*)

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bikin Warga Berau Pusing, Gas Melon Makin Susah Ditemukan

    Bikin Warga Berau Pusing, Gas Melon Makin Susah Ditemukan

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 432
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (gas melon) kembali menjadi keluhan bagi masyarakat, terutama pedagang kecil. Salah satunya, Idawati, seorang pedagang kaki lima yang mengaku seringkali kesulitan mendapatkan pasokan gas melon untuk menjalankan usahanya. “Sering sekali saya harus mencari gas ke beberapa pangkalan, tapi seringkali habis. Kalau pun ada di tingkat pengecer, harga sudah […]

  • ‎Tak Hanya Gelar, Sri Juniarsih Minta Wisudawan UMB Bawa Perubahan

    ‎Tak Hanya Gelar, Sri Juniarsih Minta Wisudawan UMB Bawa Perubahan

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 782
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB –Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyampaikan harapannya agar para wisudawan Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) dapat berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada acara wisuda UMB yang digelar di Tanjung Redeb. ‎ ‎“Atas nama Pemerintah Kabupaten Berau, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada para wisudawan-wisudawati yang hari ini resmi […]

  • Kurangnya Dukungan Dana untuk MTQ Berau Disorot DPRD

    Kurangnya Dukungan Dana untuk MTQ Berau Disorot DPRD

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    BERAU – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Berau, H. Sumadi, menyampaikan keprihatinannya atas minimnya dukungan dari sejumlah kalangan terhadap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 di daerah tersebut. Ia menyoroti khususnya lemahnya kontribusi dalam aspek pendanaan yang dinilainya cukup memprihatinkan. Dalam keterangannya kepada media, Sumadi mengungkapkan bahwa masih banyak proposal permohonan bantuan yang tidak mendapatkan […]

  • Majukan Bidang Kelautan dan Perikanan Dengan Manfaatkan DAK

    Majukan Bidang Kelautan dan Perikanan Dengan Manfaatkan DAK

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    (16/11/2023) Beraunews.id, Tanjung Redeb — Kabupaten Berau menerima DAK Fisik Bidang Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 2,261,712,000 dari pemerintah pusat. Wakil Ketua I DPRD Berau, Syarifatul Syadiah, berharap DAK tersebut dapat dimaksimalkan untuk mengatasi berbagai permasalahan di sektor kelautan dan perikanan. “Saya belum melihat secara detail di kelautan ini untuk apa. Tapi harapan kami, bisa […]

  • ‎Efek Wisatawan Yang Berkunjung Pendapatan Retribusi Hampir Mencapai Target

    ‎Efek Wisatawan Yang Berkunjung Pendapatan Retribusi Hampir Mencapai Target

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Penerimaan retribusi pariwisata telah mencapai lebih dari 90 persen dari target tahunan. Peningkatan ini tidak lepas dari meningkatnya kunjungan wisatawan. ‎Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir, mengatakan target retribusi tahun ini mencapai Rp500 juta lebih, dan hingga bulan Oktober capaian tersebut hampir tercapai. ‎“Perolehan retribusi tahun ini sudah lebih […]

  • Berau Siapkan Skema Perlindungan Budidaya Rumput Laut, Dorong Kebangkitan Ekonomi Biru dan Potensi Kampung Pesisir

    Berau Siapkan Skema Perlindungan Budidaya Rumput Laut, Dorong Kebangkitan Ekonomi Biru dan Potensi Kampung Pesisir

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 43
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau semakin serius menggarap potensi ekonomi biru sebagai motor penggerak kesejahteraan kampung-kampung pesisir. Meski kualitas perairan Berau masuk kategori unggulan, pengembangan rumput laut belum mencapai level optimal akibat kendala teknis dan minimnya perlindungan bagi pembudidaya. Sekretaris Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Yunda Zuliarsih, menyampaikan bahwa pemerintah kini tidak hanya memperkuat aspek […]

expand_less