Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pariwara Pemkab Berau » Udara Berau Memburuk, Alat Pemantau Dipasang 24 Jam

Udara Berau Memburuk, Alat Pemantau Dipasang 24 Jam

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 30
  • print Cetak

TANJUNG REDEB, Beraunews.id — Pemerintah Kabupaten Berau melakukan pemantauan kondisi kualitas udara menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat dalam beberapa hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan memasang alat untuk mengukur konsentrasi partikulat PM2.5 dan PM10.

Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, pemantauan tersebut dilakukan karena kondisi udara yang sebelumnya masih tergolong baik, kini terlihat semakin pekat. Pemerintah daerah bersama DLHK dan BPBD kemudian melakukan pengukuran untuk mengetahui kondisi kualitas udara secara lebih akurat.

“Hari ini kita melakukan pemantauan karena seminggu yang lalu masih oke-oke saja. Namun beberapa hari ini, dari pemantauan kawan-kawan DLHK dan BPBD, kondisinya semakin pekat,” ujar Gamalis.

Menurutnya, alat tersebut akan melakukan pemantauan selama 24 jam. Alat dipasang sekitar pukul 14.00 WITA (18/09,26) dan hasil pengukuran diharapkan dapat diperoleh pada hari berikutnya untuk kemudian dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

“Kalau hari ini dipasang jam 2 siang, insya Allah besok jam 2 siang sudah ada hasilnya. Sekitar satu sampai dua jam kemudian hasilnya sudah bisa kita terima, seperti apa kualitas udara kita di sini,” katanya.

Gamalis menyebut, hasil pengukuran tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah, termasuk untuk melihat dampaknya terhadap aktivitas masyarakat maupun berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan.

Ia menjelaskan, alat pemantauan kualitas udara yang digunakan saat ini bersifat portabel dan dapat digunakan secara berpindah-pindah. Pemerintah daerah juga berencana melakukan pengadaan alat pemantauan yang lebih mobile dan dapat memberikan data secara real-time.

“Kalau memang ada anggarannya, kita siapkan. Mudah-mudahan dua minggu yang akan datang sudah ada alat tersebut,” ungkapnya.

Gamalis juga menyebutkan, alat pemantauan kualitas udara atau Air Quality Monitoring System (AQMS) memiliki jangkauan keterwakilan sekitar empat kilometer dari lokasi pemasangan. Karena itu, muncul permintaan agar alat serupa juga dapat dipasang di wilayah Batu Putih untuk memperluas pemantauan kualitas udara.

Untuk kondisi saat ini, Gamalis mengatakan hasil pengukuran secara detail masih menunggu data dari alat yang dipasang. Namun secara kasat mata, kondisi udara sudah terlihat pekat.

“Secara kasat mata memang ini sudah pekat, tidak sehat. Tetapi hasil secara detailnya kita tunggu besok dari alat ini,” ujarnya.

Gamalis mengimbau masyarakat untuk sementara menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak terlalu penting. Imbauan juga disampaikan kepada masyarakat di wilayah hulu agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang dapat memperburuk kondisi udara.

“Untuk masyarakat, hari ini kita memakai masker dulu. Semuanya kita pakai masker dan mengurangi aktivitas di luar. Kalau tidak terlalu penting, jangan dulu keluar,” katanya.

Ia menambahkan, partikulat PM2.5 menjadi perhatian karena ukurannya sangat kecil dan dapat masuk jauh ke saluran pernapasan. Berbeda dengan PM10 yang partikelnya relatif lebih besar, PM2.5 dinilai perlu diwaspadai ketika konsentrasinya meningkat.

“PM2.5 itu sangat sensitif masuk ke jalur paru-paru. Kita sangat khawatir dengan PM2.5,” kata Gamalis.

Gamalis mengungkapkan, hasil pemantauan sebelumnya di sejumlah lokasi juga menunjukkan konsentrasi PM2.5 cukup tinggi. Bahkan, pengukuran terbaru yang dilakukan DLHK bersama pihak terkait disebut menunjukkan angka sekitar 500.

“Beberapa waktu yang lalu kita coba di Bugis dan Tanjung Redeb, cukup tinggi. Kemarin dicoba lagi oleh DLHK, lebih pekat dan lebih parah lagi, sekitar 500,” pungkasnya.(afn/adv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cuaca Panas Ekstrem di Berau, Ini Penjelasan BMKG yang Mengejutkan

    Cuaca Panas Ekstrem di Berau, Ini Penjelasan BMKG yang Mengejutkan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    BERAU — Cuaca panas yang terjadi di Kabupaten Berau dalam beberapa waktu terakhir dikeluhkan masyarakat. Suhu udara dilaporkan mencapai lebih dari 35 hingga 37 derajat Celsius, dengan kondisi minim hujan di sejumlah wilayah. Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, mengatakan kondisi tersebut belum menandakan masuknya musim kemarau panjang di Berau. Ia menyebut awal musim kemarau diperkirakan […]

  • Proses PAW Berjalan, Nurung Berpeluang Duduki Kursi DPRD Berau Lagi

    Proses PAW Berjalan, Nurung Berpeluang Duduki Kursi DPRD Berau Lagi

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Mundurnya Madri Pani dari DPRD Berau, memberi peluang terhadap Nurung untuk mengisi kursi kosong melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW). Pasalnya, dalam perankingan yang dilakukan KPU terhadap hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, Nurung menempati posisi kedua setelah Madri Pani, pad daerah pemilihan (dapil) 4, yaitu dengan suara sah sebanyak 1.290. Menanggapi hal […]

  • Reshuffle Kabinet Jokowi, Bahlil Hingga Rosan Dilantik Jadi Menteri Baru

    Reshuffle Kabinet Jokowi, Bahlil Hingga Rosan Dilantik Jadi Menteri Baru

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 618
    • 0Komentar

    A-News.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo secara resmi melantik tiga menteri dan satu wakil menteri baru dalam perombakan (reshuffle) terbaru Kabinet Indonesia Maju. Pelantikan itu dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/8/2024). Dilansir dari CNBC Indonesia, tiga menteri dan satu wakil menteri yang dilantik presiden adalah sebagai berikut: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Supratman […]

  • Serapan Anggaran Ditarget 100 Persen, Pemkab Berau Dorong Pemerataan Pembangunan dari Kampung hingga Kawasan Produktif

    Serapan Anggaran Ditarget 100 Persen, Pemkab Berau Dorong Pemerataan Pembangunan dari Kampung hingga Kawasan Produktif

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau optimistis penyerapan anggaran tahun ini akan menyentuh 100 persen pada akhir periode. Meski realisasi sementara berada di angka sekitar 60 persen, Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan tidak ada anggaran yang mandek maupun program yang tertunda. Dana yang masih tersimpan di bank, ujar Sri, merupakan alokasi yang menunggu penyelesaian progres […]

  • Soal BPJS Kesehatan dan RSUD dr Abdul Rivai, AKP Ardian : Dilaporkan Pun Belum Tentu Ada Pelanggaran

    Soal BPJS Kesehatan dan RSUD dr Abdul Rivai, AKP Ardian : Dilaporkan Pun Belum Tentu Ada Pelanggaran

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 828
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dugaan pungli BPJS Kesehatan dan pemalsuan kenaikan tarif rumah sakit dr Abdul Rivai masih dalam tahap pemeriksaan Satreskrim Polres Berau. Hal itu diakui Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Ardian Rahayu Priyatna. Ardian menyebut, dalam persoalan delik laporan, setiap masyarakat diperkenankan dan memiliki hak yang sama di mata hukum. “Siapapun boleh dan dipersilakan […]

  • Audit BPK Ungkap Kelebihan Bayar Beasiswa Gratispol hingga Kekurangan Volume Proyek Infrastruktur

    Audit BPK Ungkap Kelebihan Bayar Beasiswa Gratispol hingga Kekurangan Volume Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia menemukan sejumlah persoalan dalam pengelolaan keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun anggaran 2025. Temuan tersebut mencakup tata kelola Program Beasiswa Gratispol hingga kekurangan volume pekerjaan proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah. Temuan itu diungkap langsung Direktur Jenderal Pemeriksaan Investigasi BPK RI, I Nyoman Wara, dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim […]

expand_less