Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » 12 Kasus dalam 4 Bulan, Alarm Kekerasan Anak di Berau Kian Menguat

12 Kasus dalam 4 Bulan, Alarm Kekerasan Anak di Berau Kian Menguat

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 262
  • print Cetak

BERAU — Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Berau dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius. Dalam kurun waktu empat bulan, tercatat sedikitnya 12 kasus, dengan sebagian terjadi di wilayah pesisir.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Berau, Siswanto, menyebut jumlah tersebut tidak bisa dianggap sepele. “Total ada 12 kasus, lima di pesisir,” tegasnya, Senin (20/4/2026).

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau menilai peningkatan kasus ini dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya perkembangan dunia digital, lemahnya pengawasan orang tua, serta kurangnya penanaman nilai-nilai agama.

Kabid Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Berau, Warji, mengatakan perubahan pola interaksi anak di era digital turut memperbesar risiko terjadinya kekerasan. “Oh ya mempengaruhi, yang jelas dari sisi banyaknya dunia digital. Terus orang tua juga kurang perhatian sama anaknya. Kadang-kadang anak sudah malam tidak pulang, tidak dicari,” ujarnya, Selasa (28/4/26).

Menurut dia, lemahnya komunikasi dalam keluarga membuat potensi kekerasan semakin sulit terdeteksi sejak dini. Kondisi ini diperparah ketika kontrol orang tua terhadap aktivitas anak, baik di dunia nyata maupun digital, mulai berkurang.

Sebagai upaya pencegahan, DPPKBP3A telah melakukan sosialisasi perlindungan anak hingga ke tingkat kecamatan, kampung, dan sekolah. “Kami sudah sosialisasi, mulai dari kecamatan sampai tingkat kampung, bahkan sudah ke sekolah-sekolah,” katanya.

Program tersebut juga melibatkan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani kasus di lingkungan sekitar. “Melibatkan masyarakat juga, terutama terkait PATBM. Ketika masyarakat menemui kendala, maka PATBM ini yang akan membantu,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah menghadirkan layanan SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) sebagai ruang layanan terpadu bagi anak dan keluarga. Layanan ini mencakup konsultasi, konseling, psikoedukasi, hingga pendampingan psikologis secara gratis.

DPPKBP3A juga membentuk Satuan Tugas Bullying di sekolah serta mengintegrasikan edukasi pencegahan kekerasan seksual dalam lingkungan pendidikan. “Kalau terkait satgas, sementara baru di sekolah melalui Satgas Bullying. Tetapi sosialisasi anti kekerasan seksual juga sudah ada di sekolah,” ujarnya.

Edukasi juga dilakukan secara rutin ke wilayah pesisir dan kampung terpencil melalui kegiatan sosialisasi dan roadshow. “Setiap minggu ada sosialisasi ke tingkat kampung. Bahkan kami ada narasumber dari Semarang yang roadshow ke Talisayan, Batu Putih, dan Biduk-Biduk selama seminggu,” tambahnya.

Upaya ini turut melibatkan kerja sama dengan KUA dan kepolisian setempat di tingkat kecamatan. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa pencegahan kekerasan seksual terhadap anak tidak bisa hanya bergantung pada program pemerintah.

DPPKBP3A mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan serta membangun komunikasi yang lebih baik dengan anak, agar potensi kekerasan dapat dicegah sejak dini di Kabupaten Berau. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menggali Potensi Desa untuk Menutup Celah Fiskal di Kabupaten Berau

    Menggali Potensi Desa untuk Menutup Celah Fiskal di Kabupaten Berau

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.297
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menyiapkan strategi menghadapi ancaman pemotongan transfer ke daerah (TKD) dan dana bagi hasil (DBH) tahun depan. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyebut kunci penguatan pendapatan asli daerah (PAD) justru terletak di tingkat kampung. Sri Juniarsih menilai optimalisasi pajak restoran maupun sektor lain yang selama ini dikelola pemerintah daerah tidak […]

  • Jalan Rusak karena Aktivitas Tambang? Dedy Okto: Itu Tanggung Jawab Perusahaan!

    Jalan Rusak karena Aktivitas Tambang? Dedy Okto: Itu Tanggung Jawab Perusahaan!

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Aktivitas perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan. Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menegaskan bahwa perusahaan memiliki kewajiban penuh terhadap kondisi jalan yang digunakan dalam operasional mereka. Sejumlah perusahaan tambang di Bumi Batiwakkal diketahui kerap melintasi jalan kabupaten dan jalan nasional untuk menuju jetty atau dermaga pengiriman batu […]

  • Pemkab Berau Dorong Tanjung Batu Jadi Desa Wisata Berkelanjutan, Kreativitas Warga Semakin Berkembang

    Pemkab Berau Dorong Tanjung Batu Jadi Desa Wisata Berkelanjutan, Kreativitas Warga Semakin Berkembang

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Desa Wisata Tanjung Batu di Kecamatan Pulau Derawan menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kreativitas masyarakat mampu menaikkan potensi daerah ke panggung kompetisi pariwisata. Berada di jalur wisata bahari yang terkenal, desa ini terus bertransformasi menjadi destinasi yang tidak hanya menjual keindahan pantai, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya dan edukasi lingkungan. Di […]

  • Banyak yang Keliru! Ini Perbedaan MPA, Destana, dan Redkar dalam Penanganan Bencana di Berau

    Banyak yang Keliru! Ini Perbedaan MPA, Destana, dan Redkar dalam Penanganan Bencana di Berau

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 391
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau menekankan pentingnya pemahaman terhadap peran dan tugas masing-masing kelompok relawan dalam penanggulangan bencana. Setiap relawan dinilai memiliki klasifikasi, tugas pokok, serta instansi pembina yang berbeda. Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Berau, Nofian Hidayat, mengatakan masyarakat perlu memahami perbedaan tersebut agar koordinasi di lapangan dapat […]

  • Pemprov Kaltim Beri Insentif Rp500 Ribu per Bulan untuk Guru, 1.541 Pendidik di Berau Kebagian

    Pemprov Kaltim Beri Insentif Rp500 Ribu per Bulan untuk Guru, 1.541 Pendidik di Berau Kebagian

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 849
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan program insentif bagi tenaga pendidik di seluruh daerah, termasuk di Kabupaten Berau. Pada 2026, tercatat sebanyak 1.541 guru dan tenaga pendidik di Berau masuk dalam daftar penerima insentif yang disiapkan pemerintah provinsi. Secara keseluruhan, sebanyak 26.975 guru TK, SD, MI, SMP, MTs, serta ustaz dan ustazah pondok pesantren […]

  • Bongkar 665 Kasus BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Negara Capai Rp1,2 Triliun

    Bongkar 665 Kasus BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Negara Capai Rp1,2 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kepolisian Republik Indonesia berhasil mengungkap ratusan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG bersubsidi dalam kurun waktu 2025 hingga awal 2026. Mengutip CNN Indonesia, total terdapat 665 kasus yang berhasil dibongkar, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp1,2 triliun. Wakabareskrim Polri, Nunung Syaifudin, menyebut angka kerugian tersebut berasal dari praktik penyalahgunaan subsidi […]

expand_less