Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » 12 Kasus dalam 4 Bulan, Alarm Kekerasan Anak di Berau Kian Menguat

12 Kasus dalam 4 Bulan, Alarm Kekerasan Anak di Berau Kian Menguat

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 330
  • print Cetak

BERAU — Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Berau dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius. Dalam kurun waktu empat bulan, tercatat sedikitnya 12 kasus, dengan sebagian terjadi di wilayah pesisir.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Berau, Siswanto, menyebut jumlah tersebut tidak bisa dianggap sepele. “Total ada 12 kasus, lima di pesisir,” tegasnya, Senin (20/4/2026).

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau menilai peningkatan kasus ini dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya perkembangan dunia digital, lemahnya pengawasan orang tua, serta kurangnya penanaman nilai-nilai agama.

Kabid Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Berau, Warji, mengatakan perubahan pola interaksi anak di era digital turut memperbesar risiko terjadinya kekerasan. “Oh ya mempengaruhi, yang jelas dari sisi banyaknya dunia digital. Terus orang tua juga kurang perhatian sama anaknya. Kadang-kadang anak sudah malam tidak pulang, tidak dicari,” ujarnya, Selasa (28/4/26).

Menurut dia, lemahnya komunikasi dalam keluarga membuat potensi kekerasan semakin sulit terdeteksi sejak dini. Kondisi ini diperparah ketika kontrol orang tua terhadap aktivitas anak, baik di dunia nyata maupun digital, mulai berkurang.

Sebagai upaya pencegahan, DPPKBP3A telah melakukan sosialisasi perlindungan anak hingga ke tingkat kecamatan, kampung, dan sekolah. “Kami sudah sosialisasi, mulai dari kecamatan sampai tingkat kampung, bahkan sudah ke sekolah-sekolah,” katanya.

Program tersebut juga melibatkan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani kasus di lingkungan sekitar. “Melibatkan masyarakat juga, terutama terkait PATBM. Ketika masyarakat menemui kendala, maka PATBM ini yang akan membantu,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah menghadirkan layanan SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) sebagai ruang layanan terpadu bagi anak dan keluarga. Layanan ini mencakup konsultasi, konseling, psikoedukasi, hingga pendampingan psikologis secara gratis.

DPPKBP3A juga membentuk Satuan Tugas Bullying di sekolah serta mengintegrasikan edukasi pencegahan kekerasan seksual dalam lingkungan pendidikan. “Kalau terkait satgas, sementara baru di sekolah melalui Satgas Bullying. Tetapi sosialisasi anti kekerasan seksual juga sudah ada di sekolah,” ujarnya.

Edukasi juga dilakukan secara rutin ke wilayah pesisir dan kampung terpencil melalui kegiatan sosialisasi dan roadshow. “Setiap minggu ada sosialisasi ke tingkat kampung. Bahkan kami ada narasumber dari Semarang yang roadshow ke Talisayan, Batu Putih, dan Biduk-Biduk selama seminggu,” tambahnya.

Upaya ini turut melibatkan kerja sama dengan KUA dan kepolisian setempat di tingkat kecamatan. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa pencegahan kekerasan seksual terhadap anak tidak bisa hanya bergantung pada program pemerintah.

DPPKBP3A mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan serta membangun komunikasi yang lebih baik dengan anak, agar potensi kekerasan dapat dicegah sejak dini di Kabupaten Berau. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan

    Kader Posyandu Jadi Garda Terdepan

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Program Bangga Kencana yang digagas oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Berau mendapat apresiasi dari Penjabat (Pjs) Bupati Berau, Sufian Agus. Program ini diakui sebagai langkah strategis dalam pengentasan stunting, sebuah isu kesehatan yang mendesak di daerah ini. Bangga Kencana bertujuan untuk mewujudkan keluarga yang […]

  • Sengketa Lahan Ancam Sekolah, Disdik Berau Siaga

    Sengketa Lahan Ancam Sekolah, Disdik Berau Siaga

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 724
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Beberapa sekolah yang hingga kini masih mengalami permasalahan sengketa lahan, menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Berau. Dinas Pendidikan (Disdik) Berau pun menjadi salah satu OPD yang ikut menyoroti masalah ini. Namun, sebagai OPD teknis maka proses belajar mengajar menjadi perhatian utama. “Kita tidak mau proses belajar mengajar ini terganggu meskipun ada permasalahan. […]

  • Tambah Pengalaman Tanding, 1 Atlit Catur Junior Bartanding di Balikpapan

    Tambah Pengalaman Tanding, 1 Atlit Catur Junior Bartanding di Balikpapan

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 794
    • 0Komentar

    Balikpapan — Untuk terus mengembangkan bibit atlet pecatur. Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Kabupaten Berau mengirimkan 1 atlit untuk mengikuti turnamen catur di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (2/6/2023). Didampingi Ketua Percasi Berau, Fitrial Noor mengatakan, Al Asqalani mengikuti turnament catur di Kota Balikpapan salah satunya untuk lebih mengasah pengalaman tanding sekaligus mengukur sejauh mana […]

  • Harap Pembinaan Olahraga Sampai ke Tingkat Kecamatan

    Harap Pembinaan Olahraga Sampai ke Tingkat Kecamatan

    • calendar_month Minggu, 1 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 866
    • 0Komentar

    (1/10/2023) Beraunews.id, Tanjung Redeb — Abdul Waris, Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, mengungkapkan bahwa sejauh ini, perkembangan dunia olahraga di daerah tersebut telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, didukung oleh pencapaian yang membanggakan. Namun, ia menekankan perlunya setiap cabang olahraga (cabor) untuk lebih proaktif dalam melaksanakan program pembinaan terhadap para atletnya. Penting agar proses pembinaan […]

  • Hilang Sejak Cari Gaharu di Hutan Berau, Dua Petani Akhirnya Ditemukan Lemas di Seberang Sungai Inaran

    Hilang Sejak Cari Gaharu di Hutan Berau, Dua Petani Akhirnya Ditemukan Lemas di Seberang Sungai Inaran

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    BERAU – Dua orang petani asal Kampung Labanan Makmur dilaporkan hilang secara misterius di Hutan Meraang, kawasan STA 19 Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur. Kedua pria bernama Paharudin (57) dan Sawaludin (44) tersebut kehilangan arah dan tersesat saat hendak melangkah kembali menuju pondok peristirahatan mereka usai berburu kayu gaharu, Rabu (27/5/2026) siang. Kedua korban […]

  • BEM STIPER Berau: Miras Ilegal Ancaman bagi Ketertiban Sosial

    BEM STIPER Berau: Miras Ilegal Ancaman bagi Ketertiban Sosial

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Berau — Munculnya dugaan peredaran minuman keras (miras) ilegal di Kabupaten Berau kini menarik perhatian dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Fenomena ini dianggap tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban sosial di masyarakat. Akbar, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIPER Berau, mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin maraknya peredaran miras ilegal yang mudah ditemukan […]

expand_less