Berau Masuk Wilayah Rawan Karhutla, BPBD Kaltim Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Puncak Kemarau
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 26
- print Cetak

SAMARINDA – Kabupaten Berau masuk dalam daftar wilayah dengan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tertinggi di Kalimantan Timur. Menjelang puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur memperkuat langkah mitigasi di sejumlah daerah yang dinilai rawan.
Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur Buyung Budi Purnomo mengatakan musim kemarau tahun ini belum berlangsung sepenuhnya karena masih terjadi hujan dengan intensitas ringan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut menyebabkan puncak kemarau diperkirakan bergeser hingga akhir Juli dan Agustus.
“Kondisi ini menyebabkan kemarau bergeser, sehingga situasi ekstrem kemarau secara menyeluruh belum begitu dirasakan hingga saat ini. Kita perkirakan dari akhir Juli sampai Agustus nanti akan terus kita pantau perkembangannya,” ujar Buyung saat menjadi pembicara dalam diskusi virtual bertajuk Karhutla Kaltim: Mitigasi, Kolaborasi dan Tantangan di Lapangan, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan pergantian musim selalu diikuti ancaman bencana yang berbeda. Saat musim hujan, potensi yang dominan ialah banjir dan tanah longsor. Sebaliknya, pada musim kemarau ancaman bergeser menjadi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta kebakaran permukiman.
Berdasarkan pemetaan BPBD Provinsi Kalimantan Timur dan laporan BPBD kabupaten/kota, wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi meliputi Kabupaten Berau, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Paser.
BPBD juga mencatat kebakaran hutan dan lahan hampir terjadi setiap hari di beberapa wilayah Kalimantan Timur. Meski demikian, sebagian besar kejadian masih dapat dikendalikan dengan luasan di bawah lima hektare berkat penanganan cepat dari tim di lapangan.
Menurut Buyung, sebagian besar karhutla dipicu oleh aktivitas manusia, mulai dari pembukaan lahan tanpa pengawasan, pembakaran sampah, hingga puntung rokok yang dibuang di area kering.
“Kita ketahui pada musim kemarau ini tingkat kekeringan lahan sangat tinggi sehingga mudah terbakar. Kesalahan kecil yang tidak terkendali dapat menyebabkan kebakaran semakin meluas,” tegasnya.
Menghadapi potensi tersebut, BPBD Kalimantan Timur menerapkan sistem satu komando dengan melibatkan BPBD kabupaten/kota, instansi terkait, TNI-Polri, serta masyarakat. Patroli rutin dan pemantauan titik panas terus dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas. (*)
- Penulis: admin
