BPSDM Kaltim Dorong ASN Cerdas Manfaatkan AI, Tetap Utamakan Penalaran dan Integritas
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 19
- print Cetak

SAMARINDA — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai menjadi bagian dari pola kerja aparatur sipil negara (ASN). Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur mendorong ASN memanfaatkan teknologi tersebut untuk membantu mengelola informasi dan pekerjaan secara lebih efektif, tanpa mengesampingkan kemampuan berpikir dan tanggung jawab profesional.
Kepala BPSDM Provinsi Kaltim Nina Dewi mengatakan teknologi digital memberikan berbagai kemudahan dalam menjalankan tugas pemerintahan. AI, misalnya, dapat digunakan untuk membantu merangkum informasi, menyusun catatan, hingga memberikan pengingat terhadap pekerjaan.
“Namun, perlu dipahami bahwa AI tidak dapat menggantikan penalaran, integritas, maupun pertimbangan profesional seorang ASN,” ujar Nina.
Hal itu disampaikan Nina dalam Sharing Session bertajuk “Otak, Catatan, atau AI? Strategi Mengelola Memori ASN di Tempat Kerja Digital” yang digelar secara virtual, Rabu, (12/8).
Menurut Nina, kemudahan yang ditawarkan teknologi tidak boleh membuat aparatur menyerahkan seluruh proses pekerjaan kepada AI. Kemampuan menganalisis informasi, menentukan keputusan, hingga mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan tetap berada pada ASN.
“Teknologi harus menjadi alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir,” tegasnya.
Karena itu, pemanfaatan AI di lingkungan kerja pemerintahan perlu berjalan beriringan dengan kemampuan ASN mengelola informasi. Sistem pencatatan yang efektif juga dinilai penting di tengah banyaknya informasi dan pekerjaan yang harus ditangani aparatur setiap hari.
Melalui kegiatan tersebut, Nina berharap peserta memperoleh wawasan praktis untuk mengelola memori, membangun sistem pencatatan yang lebih efektif, serta menggunakan AI secara cerdas dan bertanggung jawab dalam menunjang pekerjaan.
Ia mengatakan ukuran keberhasilan penggunaan teknologi bukan sekadar seberapa cepat pekerjaan dapat diselesaikan. Ketepatan, efektivitas, dan akuntabilitas tetap menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama karena hasil pekerjaan ASN berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.
“Pada akhirnya, tujuan kita bukan hanya bekerja lebih cepat, tetapi juga bekerja lebih tepat dan akuntabel serta memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” katanya.
BPSDM Kaltim, kata Nina, akan terus membuka ruang pembelajaran yang relevan melalui Kaltim Corporate University. Upaya tersebut diarahkan untuk membentuk ASN yang profesional, adaptif, serta mampu menghadapi perubahan dan tantangan birokrasi modern.
Nina juga meminta peserta tidak berhenti pada materi yang diperoleh selama kegiatan. Pengetahuan dan hasil diskusi diharapkan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Sharing Session tersebut menghadirkan Trainer Quantum Magic Memory Niko Achmad Supriyadi sebagai narasumber. (afn)
- Penulis: admin
