Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemeritahan » Kaltim Siapkan Tim Khusus dan Dashboard untuk Awasi Dana Hibah

Kaltim Siapkan Tim Khusus dan Dashboard untuk Awasi Dana Hibah

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 83
  • print Cetak

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai membenahi sistem pengawasan hibah setelah menemukan sejumlah celah dalam tata kelola bantuan tersebut. Pengendalian yang belum terintegrasi, standar monitoring yang belum seragam, hingga belum adanya dashboard khusus menjadi bagian yang akan diperbaiki.

Perbaikan itu dibahas melalui program KAWAL HIBAH KALTIM atau Pengendalian, Pengawalan, dan Evaluasi Terpadu Pelaksanaan Hibah Kalimantan Timur Tahun 2026.

Pemerintah provinsi ingin pengawasan hibah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri di setiap perangkat daerah. Sebaliknya, seluruh proses akan diarahkan berada dalam satu mekanisme yang lebih terpadu, mulai dari perencanaan, penyaluran, monitoring, hingga evaluasi setelah bantuan digunakan.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah, menilai pengelolaan hibah membutuhkan sistem pengendalian yang semakin kuat seiring besarnya anggaran yang dikucurkan setiap tahun.

Hibah digunakan untuk berbagai sektor, mulai dari kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, kepemudaan, olahraga, pelayanan masyarakat hingga pemberdayaan masyarakat.

Namun dalam pelaksanaannya, Pemprov Kaltim masih mencatat sejumlah aspek yang perlu diperkuat.

Belum tersedia tim lintas perangkat daerah yang secara khusus melakukan pengendalian hibah. Proses monitoring juga belum terintegrasi, sementara standar operasional monitoring dan evaluasi belum seragam.

Pemprov juga belum memiliki dashboard khusus untuk memantau pelaksanaan hibah secara menyeluruh. Di sisi lain, evaluasi terhadap penerima bantuan belum sepenuhnya menggunakan pendekatan berbasis risiko.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah provinsi menyiapkan sistem baru agar potensi persoalan dapat diketahui lebih awal sebelum berujung pada temuan pemeriksaan.

Salah satu opsi yang disiapkan ialah pembentukan Tim Kolaborasi Pengendalian Hibah Kalimantan Timur melalui Keputusan Gubernur.

Tim ini nantinya diharapkan menjadi penghubung antarperangkat daerah dalam mengawasi proses hibah sekaligus memperkuat koordinasi, akuntabilitas, dan upaya pencegahan terhadap potensi temuan pemeriksaan.

Selain membangun sistem pengendalian, Pemprov Kaltim juga melihat perlunya penyempurnaan Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 23 Tahun 2021.

Regulasi tersebut dinilai perlu disesuaikan dengan perkembangan sistem pengelolaan pemerintahan, terutama untuk mengintegrasikan perencanaan hibah melalui SIPD RI, monitoring berbasis risiko, kolaborasi lintas perangkat daerah, digitalisasi pelaporan, hingga evaluasi setelah dana disalurkan.

Kepala Bagian Bina Mental Spiritual Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, Muhammad Hamsani, menjelaskan penguatan KAWAL HIBAH KALTIM juga diarahkan pada penyusunan petunjuk teknis monitoring dan evaluasi.

Pengawasan akan mencakup administrasi, kondisi fisik kegiatan, penggunaan keuangan, format laporan yang seragam, digitalisasi pelaporan, hingga rekomendasi tindak lanjut apabila ditemukan persoalan.

Pada tahap awal, usulan hibah akan diarahkan masuk melalui SIPD RI dan harus selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah maupun rencana strategis perangkat daerah.

Artinya, pemberian hibah tidak hanya dilihat dari kelengkapan proposal, tetapi juga keterkaitannya dengan prioritas pembangunan daerah.

Pengawasan setelah penyaluran juga akan diperluas. Evaluasi tidak hanya melihat apakah uang telah dibelanjakan sesuai laporan, tetapi juga mengukur hasil kegiatan, dampak, hingga manfaat yang diterima masyarakat.

Pemprov berharap pendekatan berbasis risiko tersebut memungkinkan pengawasan difokuskan pada hibah yang memiliki potensi persoalan lebih besar.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan turut dilibatkan dalam pembahasan untuk memberikan penguatan dari sisi pengendalian dan tata kelola.

Rapat koordinasi KAWAL HIBAH KALTIM digelar di Samarinda, Rabu, 12 Agustus 2026, dan dibuka Kepala Biro Kesra Setda Kaltim Dasmiah.

Jika sistem tersebut benar-benar diterapkan, pengelolaan hibah Kaltim ke depan akan bergerak dari sekadar pemeriksaan administrasi menuju pengawasan yang lebih menyeluruh. Pemerintah bukan hanya dituntut mengetahui ke mana anggaran disalurkan, tetapi juga apakah dana tersebut benar-benar menghasilkan manfaat yang dijanjikan kepada masyarakat. (*/prb/ty)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopi Liberika Berau: Potensi Komoditas Unggulan untuk Pasar Internasional

    Kopi Liberika Berau: Potensi Komoditas Unggulan untuk Pasar Internasional

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.234
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Selain cokelat, kopi menjadi komoditas pertanian kedua yang berpotensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Berau. Komoditas yang satu ini dianggap mampu memanfaatkan peluang pasar yang sama dengan cokelat Berau yang sudah menembus pasar internasional. Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, mengungkapkan bahwa kopi Berau, khususnya jenis Liberika, memiliki rasa yang unik dan berpotensi […]

  • Disbudpar Berau Kembali Siapkan Program Berau Wonders untuk Kreator Konten

    Disbudpar Berau Kembali Siapkan Program Berau Wonders untuk Kreator Konten

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau kembali menyiapkan program Berau Wonders sebagai bentuk apresiasi kepada para kreator konten yang turut mempromosikan destinasi wisata di daerah tersebut. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Samsiah Nawir, mengatakan program Berau Wonders sebelumnya telah dilaksanakan pada 2025. Program itu menjadi wadah penghargaan bagi kreator konten yang […]

  • Dari Emas Hitam ke Hijau Sawah: Berau Siapkan Transisi Ekonomi

    Dari Emas Hitam ke Hijau Sawah: Berau Siapkan Transisi Ekonomi

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 747
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk lebih serius dalam mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan. Langkah ini dinilai krusial guna mempersiapkan masa depan ekonomi daerah pasca berakhirnya era pertambangan di Bumi Batiwakkal. “Saat ini, sektor tambang masih menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan daerah. Namun, kita harus realistis […]

  • Sri Juniarsih: Pembangunan Daerah Harus Seimbang Antara Infrastruktur dan Akhlak

    Sri Juniarsih: Pembangunan Daerah Harus Seimbang Antara Infrastruktur dan Akhlak

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Berikut Tanjung Redeb – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama Wakil Bupati, Gamalis, meresmikan Gedung Yayasan Maula Arsyeh Al-Islamiyah Majelis Rotibbul Haddad di Jalan AKB Sanipah II, Selasa, 9 September 2025. Dalam sambutannya, Sri menyampaikan apresiasi atas berdirinya gedung baru tersebut. Ia menilai kehadiran Majelis Rotibbul Haddad tidak hanya sebagai tempat aktivitas keagamaan, melainkan juga […]

  • Jelang Imlek, Harga Kebutuhan Pokok Kian Menjerit. Warga Minta Pemkab Tekan Inflasi

    Jelang Imlek, Harga Kebutuhan Pokok Kian Menjerit. Warga Minta Pemkab Tekan Inflasi

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 901
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Menjelang perayaan Imlek, sejumlah bahan kebutuhan pokok mengalami lonjakan harga yang signifikan di pasaran. Di antaranya, harga ayam potong yang mencapai Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram, cabai tiung yang melambung hingga Rp150.000 hingga Rp180.000 per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih yang masing-masing dijual dengan harga sekitar Rp48.000 per kilogram. Selain itu, […]

  • Dermaga Khusus untuk Kapal Pesisir di Berau Segera Dibangun

    Dermaga Khusus untuk Kapal Pesisir di Berau Segera Dibangun

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau merespons keluhan masyarakat pesisir, khususnya di Maratua, terkait kesulitan bongkar muat saat berlabuh di pusat Kota Tanjung Redeb. Sebagai solusi, Pemkab Berau akan membangun dermaga khusus untuk tambat kapal dari pesisir. Dermaga ini nantinya akan berfungsi sebagai dermaga pengumpan lokal. Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan bahwa pihaknya […]

expand_less