Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Doa Menag di Istana: Jika Hanya Satu Dikabulkan, Kabulkan Doa Pemimpin Negeri

Doa Menag di Istana: Jika Hanya Satu Dikabulkan, Kabulkan Doa Pemimpin Negeri

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • visibility 63
  • print Cetak

JAKARTA — Suasana pagi di kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026, berubah hening ketika Menteri Agama Nasaruddin Umar mulai memimpin doa dalam Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta peserta upacara, Nasaruddin membuka doa dengan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah dinikmati Indonesia selama 81 tahun.

“Ya Allah, Ya Hamid, puji syukur kami panjatkan ke hadirat-Mu karena pada pagi hari yang sangat cerah ini, segenap warga bangsa kami sedang memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan yang ke-81. Atas restu dan pertolongan-Mu lah, maka bangsa kami bisa meraih kemerdekaan itu,” ucap Menag Nasaruddin Umar di Istana Negara.

Doa kemudian bergerak dari ingatan atas kemerdekaan menuju perjalanan Indonesia hari ini.

Nasaruddin menyinggung ikhtiar pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran untuk mewujudkan keadilan serta kesejahteraan sosial.

“Hamba-Mu juga bersyukur karena di bawah Presiden kami Bapak H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dilakukan berbagai ikhtiar yang sungguh-sungguh untuk mewujudkan cita-cita keadilan dan kesejahteraan sosial,” ungkapnya.

Menyinggung Rekor Kerukunan

Salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam doa itu adalah kondisi kerukunan sosial dan keagamaan di Indonesia.

Nasaruddin menyebut Indeks Kerukunan Umat Beragama mencapai 77,85 persen, angka yang disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah pengukuran tersebut.

“Semuanya itu dimungkinkan karena Engkau juga telah menganugerahkan puncak kerukunan sosial keagamaan tertinggi 77,85% yang belum pernah dicapai sepanjang sejarah bangsa ini. Ya Allah, Ya Syakur, Engkau telah menjanjikan kami, jika kalian bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kalian,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

Namun doa tersebut tak hanya berisi rasa syukur.

Nasaruddin juga membawa kekhawatiran terhadap berbagai tantangan yang dapat mengganggu kehidupan bangsa. Ia memohon agar Indonesia dijauhkan dari fitnah, bencana, dan perpecahan.

“Ya Allah, Ya Sami’ ad-du’a… Kami mohon kepada-Mu, jauhkanlah kami dari berbagai fitnah, bencana, dan perpecahan yang dapat melemahkan sendi-sendi kekuatan bangsa kami,” kata Menag.

Doa untuk Pemimpin Negeri

Di tengah keheningan upacara, Nasaruddin kemudian menyampaikan satu permohonan khusus.

Ia berdoa agar apabila hanya ada satu doa yang dikabulkan pada hari itu, doa tersebut diberikan kepada pemimpin Indonesia. Alasannya, doa seorang pemimpin akan membawa dampak kepada rakyat yang dipimpinnya.

“Seandainya hari ini hanya Engkau akan menerima satu doa, maka kabulkanlah doa pemimpin negeri kami, karena doanya pasti akan berdampak kepada segenap dan seluruh warga bangsa dan negerinya,” selip doa Menag yang diamini seluruh peserta upacara.

Doa itu juga menjadi pengingat bahwa usia 81 tahun kemerdekaan tidak membuat perjalanan Indonesia selesai.

Masih ada pekerjaan panjang untuk mengisi kemerdekaan, menghadapi persoalan bangsa, serta menjaga persatuan di tengah berbagai perubahan.

Nasaruddin memohon agar generasi Indonesia diberi kemampuan dan prestasi untuk membawa bangsa terus berkembang.

Menjelang akhir doa, ia membawa suasana kembali kepada mereka yang gugur sebelum Indonesia menikmati usia kemerdekaan seperti sekarang.

Para pahlawan yang berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan turut disebut dalam doanya.

“Semoga mereka semua yang Engkau maksud di dalam firman-Mu, janganlah kalian mengira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sesungguhnya mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki,” tuturnya.

Harapan Indonesia Menjadi Teladan

Nasaruddin menutup rangkaian doa dengan harapan yang lebih jauh dari sekadar kesejahteraan di dalam negeri.

Ia berharap Indonesia dapat tumbuh menjadi bangsa yang mampu memberi contoh kepada dunia, sekaligus menjadi negeri yang aman, tenteram, dan penuh keberkahan.

“Kami sangat mendambakan dari-Mu, ya Allah, kiranya bangsa kami Engkau tuntun menjadi contoh. Negeri indah penuh berkah, negeri gemah ripah jinawi, tata tentram kertaraharja,” tutup Menag.

Di tengah peringatan 81 tahun kemerdekaan, doa itu membawa pesan bahwa kemerdekaan bukan hanya perkara mengenang tanggal 17 Agustus 1945.

Ia juga menjadi ruang untuk mensyukuri perjalanan bangsa, mengenang mereka yang telah gugur, menjaga persatuan, serta menitipkan harapan tentang Indonesia yang hendak diwariskan kepada generasi berikutnya. (*afn)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legalitas Lahan Eks Transmigrasi di Berau Mandek, Sekolah hingga Rumah Ibadah Terdampak

    Legalitas Lahan Eks Transmigrasi di Berau Mandek, Sekolah hingga Rumah Ibadah Terdampak

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 276
    • 0Komentar

    BERAU – Upaya Pemerintah Kabupaten Berau mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial kembali berhadapan dengan tembok tebal persoalan lama: legalitas lahan di kawasan eks transmigrasi yang tak kunjung tuntas. Komitmen percepatan penanganan sudah ditegaskan pemerintah daerah, salah satunya dengan penguatan kawasan eks transmigrasi sebagai kantong ekonomi baru bagi warga. Namun di lapangan, masalah status […]

  • Tak Hanya Derawan, Berau Juga Menyimpan Kerajaan dalam Dinding Kayu Tua

    Tak Hanya Derawan, Berau Juga Menyimpan Kerajaan dalam Dinding Kayu Tua

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Wisatawan datang ke Berau biasanya mengejar birunya laut Derawan atau sunyi jernihnya Maratua. Namun, di balik pesona pesisirnya yang menggoda, kabupaten ini menyimpan cerita lain—lebih tenang, lebih dalam—jejak sejarah yang menua, namun tetap bernapas lewat dinding kayu, ukiran pintu, hingga halaman istana yang pernah menjadi pusat kehidupan bangsawan. Dua kesultanan pernah berdiri […]

  • Pemkab Berau Perkuat Dermaga dan Jalur Distribusi demi Tekan Harga Bahan Pokok

    Pemkab Berau Perkuat Dermaga dan Jalur Distribusi demi Tekan Harga Bahan Pokok

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 240
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau menargetkan pengendalian inflasi dan percepatan pembangunan infrastruktur penghubung kampung tetap menjadi fokus utama pada 2026. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memperkuat distribusi logistik hingga wilayah pesisir dan pedalaman. Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian Kabupaten Berau, Andi Marewangeng, mengatakan kondisi perekonomian daerah sejauh ini masih […]

  • Apresiasi untuk Transformasi Wajah Ibukota Kabupaten Berau 

    Apresiasi untuk Transformasi Wajah Ibukota Kabupaten Berau 

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 963
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dalam beberapa tahun terakhir, wajah ibukota Kabupaten Berau, Tanjung Redeb, mengalami transformasi yang signifikan, berkat upaya Pemkab Berau yang dipimpin oleh Bupati Sri Juniarsih. Kota yang dulunya terlihat sederhana kini semakin menawan dengan hadirnya berbagai landmark yang mempercantik pemandangan dan memberikan nuansa baru bagi masyarakat serta wisatawan. Beberapa lokasi strategis di sepanjang […]

  • Ratusan Emak-Emak Sambut Antusias Kampanye Sri Juniarsih-Gamalis di Labanan Makarti

    Ratusan Emak-Emak Sambut Antusias Kampanye Sri Juniarsih-Gamalis di Labanan Makarti

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 608
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 2, Sri Juniarsih-Gamalis (SraGam) melanjutkan kampanye tatap muka di Kampung Labanan Makarti Senin (30/9/2024). Kampanye ini dihadiri ratusan warga, dengan antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh kelompok emak-emak yang memadati lokasi. Dalam orasinya, calon bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan bahwa pihaknya telah berkomitmen penuh untuk […]

  • Rayakan Abutta Banua 2024, Sambaliung Hadirkan Wisata Budaya dan UMKM Lokal

    Rayakan Abutta Banua 2024, Sambaliung Hadirkan Wisata Budaya dan UMKM Lokal

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Sambaliung – Peringatan hari jadi ke-22 Kelurahan Sambaliung dan hari jadi ke-4 PKL Basuli tahun 2024 dirayakan dengan gelaran Abutta Banua yang berlangsung meriah di Tepian depan Keraton Sambaliung, Sabtu (5/10/2024). Acara ini menjadi simbol pelestarian adat dan budaya Banua, yang berasal dari salah satu suku asli Kabupaten Berau. Kearifan lokal yang terkandung di dalamnya […]

expand_less