Berau Jadwalkan Salat Istisqa di Tengah Karhutla dan Cuaca Kering
- account_circle admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 11
- print Cetak

BERAU — Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Wakil Bupati Berau Gamalis dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Jalan Poros Kelay KM 9, Selasa, (18/8).
Peninjauan itu dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan penanganan kebakaran oleh tim gabungan di lapangan. Api menyebar cepat karena ilalang dan semak dalam kondisi kering, diperparah cuaca panas dan minim hujan.
Kepulan asap tebal terlihat memenuhi area yang terbakar. Tim gabungan yang terdiri atas pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan petugas terkait terus berupaya mengendalikan api agar tidak merembet ke kawasan lain.
Petugas menyusuri area yang dipenuhi ilalang dan semak kering. Vegetasi yang mudah terbakar membuat api cepat menjalar. Asap tebal juga membatasi jarak pandang di sekitar lokasi.
Sri Juniarsih mengatakan kondisi cuaca panas dan kering perlu diantisipasi bersama. Menurut dia, pengawasan di wilayah rawan karhutla harus diperkuat, terutama di kawasan dengan tutupan hutan dan lahan yang luas.
Ia mengimbau masyarakat tidak membakar lahan ataupun melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
“Jangan melakukan pembakaran hutan atau lahan. Kondisi saat ini sangat kering, sehingga api bisa dengan cepat menjalar ke mana-mana,” tegasnya.
Karhutla tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. Keterbatasan sarana pemadam membuat penanganan kebakaran tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan dari dunia usaha, TNI, Polri, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain diperlukan.
Gamalis mengatakan penanganan karhutla masih terkendala keterbatasan sarana dan prasarana pemadam serta sumber daya manusia. Karena itu, pemadaman membutuhkan dukungan berbagai pihak.
“Kita membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk perusahaan yang berada di sekitar area titik api,” ujarnya.
Gamalis juga meminta perusahaan yang beroperasi di sekitar lokasi kebakaran ikut membantu pemadaman dengan mengerahkan peralatan dan personel yang mereka miliki.
“Kalau memiliki alat pemadam maupun personel yang bisa dikerahkan, mari bersama-sama membantu tim di lapangan agar api tidak semakin meluas,” katanya.
Di tengah kondisi cuaca yang kering, Pemerintah Kabupaten Berau juga telah menjadwalkan pelaksanaan salat Istisqa sebagai ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan. (afn)
- Penulis: admin
