Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Rupanya Ini Alasan Tuyul Tak Bisa Bobol Brankas Bank

Rupanya Ini Alasan Tuyul Tak Bisa Bobol Brankas Bank

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 28 Jul 2024
  • visibility 831
  • print Cetak

Beraunews.id — Tuyul adalah salah satu makhluk supranatural yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Mereka dipercaya bisa mencuri uang dan harta benda lainnya dari rumah ke rumah untuk tuan yang memeliharanya. Namun kenapa ‘peliharaan’ yang satu ini tidak mencuri di bank?

Ada yang berpendapat sosok tuyul tidak senang dengan benda-benda yang terbuat dari logam, yang membuat si botak mistis ini menghindari untuk mencuri uang dari brankas bank. Ada juga yang mengatakan setiap bank memiliki ‘penjaga’ tak kasat mata yang lebih kuat dari para tuyul.

Namun itu merupakan kepercayaan yang belum tentu bisa dipastikan kebenarannya. Sehingga untuk mengetahui alasan pasti mengapa tuyul tidak bisa mencuri di bank, kita perlu melihat asal-usul makhluk yang selalu diidentikkan dengan tubuh kecil ini dan berkepala botak ini.

Dilansir dari detikcom, keberadaan tuyul pertama kali dihubungkan dengan dinamika ekonomi pada zaman penjajahan Belanda. Tepatnya, kala itu berhubungan dengan masa liberalisasi ekonomi yang dilakukan Belanda di tahun 1870-an.

Liberalisasi ekonomi merupakan kebijakan pengganti tanam paksa yang dinilai mampu menyejahterakan masyarakat, meski sayangnya tidak semua bisa merasakan manfaat aturan ini. Sebab pada akhirnya hanya segelintir orang yang diuntungkan dengan aturan tersebut.

Dalam buku ‘Ekonomi Indonesia 1800-2010’ (2012) yang ditulis oleh Jan Luiten van Zanden dan Daan Marks, menjelaskan aturan liberalisasi ekonomi melahirkan rezim kolonial yang baru. Salah satunya adalah pengambilalihan perkebunan rakyat untuk diubah menjadi perkebunan yang lebih besar serta pabrik gula.

Kondisi ini membuat kaum pedagang, baik dari kalangan pribumi atau Tionghoa, bisa menjadi orang kaya baru dalam sekejap. Sedangkan kehidupan kaum petani tetap hidup pas-pasan dari hasil pertanian dan tidak bisa berkembang.

Padahal sejak Belanda menetapkan aturan liberalisasi ekonomi, petani mempunyai pandangan jika proses menjadi kaya harus melewati proses dan usaha yang jelas serata bisa dilihat oleh mata. Namun hal ini tidak ditemukan dari para saudagar yang mendadak kaya tersebut.

Dalam hal ini, George Quinn dalam buku ‘An Excursion to Java’s Get Rich Quck Tree (2009)’ menjelaskan kondisi ini membuat para petani mempertanyakan asal muasal kekayaan mereka. Ketika pedagang tidak bisa menjawab, para petani kemudian menuduh uang itu adalah hasil pencurian.

Hal ini ditambah dengan kepercayaan akan hal-hal mistis yang masih sangat kental kala itu. Akhirnya, para petani memandang pencurian itu dibantu oleh makhluk tak kasat mata seperti tuyul.

Mereka menuduh pedagang menggunakan cara haram dengan tuyul untuk memperoleh kekayaan. Akibatnya, para pedagang dan pengusaha sukses sempat dipandang miring oleh masyarakat dan dianggap hina, walaupun semua ini sebenarnya terjadi karena perubahan kebijakan kolonial Belanda.

Sedangkan dalam buku berjudul ‘Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa’ yang ditulis oleh Clifford Geertz berpendapat tuyul merupakan salah satu sosok dalam kepercayaan masyarakat Jawa yang keberadaannya tidak bisa dibuktikan.

Sebelum menulis bukunya, Geertz sempat melakukan penelitian di sebuah kota kecil di wilayah Jawa Timur yang disamarkan menjadi ‘Mojokuto’. Dalam penelitian tersebut ia menemukan sosok tuyul banyak digambarkan masyarakat sebagai makhluk halus seperti anak-anak, tidak mengganggu, tidak menakuti orang, atau membuat sakit tapi banyak disenangi manusia karena bisa membuat mereka kaya.

Ada berbagai proses agar tuyul mau ‘bekerja’ dengan manusia, salah satunya sosok tuan tersebut harus berpuasa serta bersemedi. Selanjutnya orang itu perlu membuat semacam perjanjian dengan setan. Mereka bisa melihat tuyul dan mempekerjakan untuk kepentingan sendiri. Sayangnya, Geertz menjelaskan tidak ada ajaran yang tertulis untuk membuktikan hal ini melainkan hanya pendapat dari mulut ke mulut.

“Kalau orang mau kaya, ia bisa menyuruh mereka mencuri uang. Mereka bisa menghilang dan bepergian jauh hanya dalam sekejap mata hingga tidak akan mengalami kesulitan dalam mencari uang untuk tuannya,” tulisnya.

Berdasarkan pandangan-pandangan ini, pada akhirnya tuyul tidak mencuri uang di bank bukan karena alasan-alasan mistis seperti takut logam atau kalah dengan sosok ‘penjaga’. Namun karena tuyul sendiri muncul karena adanya kecemburuan sosial ekonomi di masa lampau alias keberadaan makhluk itu masih dipertanyakan hingga saat ini.

Dan perlu diingat sekali lagi ya, hal ini bisa jadi mitos karena belum bisa dibuktikan kebenarannya. (TYL)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modus Isi Saldo DANA, Polisi Ringkus Pengedar Uang Palsu di Kaltim

    Modus Isi Saldo DANA, Polisi Ringkus Pengedar Uang Palsu di Kaltim

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.398
    • 0Komentar

    Samarinda – Kepolisian Sektor (Polsek) Loa Janan berhasil mengungkap jaringan peredaran uang palsu lintas kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Untuk diketahui tiga pelaku berinisial R RTP, dan PYP ditangkap setelah kedapatan mengedarkan uang palsu pecahan Rp100 ribu. Dalam keteranganya, Kapolsek Loa Janan, AKP Abdillah Dalimunthe, menyebutkan total barang bukti yang diamankan mencapai Rp13,3 juta. […]

  • SraGam Klaim 18 Program Prioritas Sukses, Minta Restu Masyarakat untuk Pilkada 2024

    SraGam Klaim 18 Program Prioritas Sukses, Minta Restu Masyarakat untuk Pilkada 2024

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 682
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Calon Wakil Bupati Berau nomor urut 2, Gamalis, menggelar kampanye di Jln. Poros Bangun, tepatnya di Lapangan Aliang, Selasa (15/10/2024). Kampanye ini dihadiri sejumlah partai pengusung dan tim pemenangan pasangan Sri Juniarsih-Gamalis (SraGam), yang dengan penuh semangat mengusung slogan “Lanjutkan dan Tuntaskan.” Dalam kampanye tersebut, juru bicara SraGam yang juga tokoh politik […]

  • Siapkan Terobosan Pemasaran Digital UMKM

    Siapkan Terobosan Pemasaran Digital UMKM

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya memperluas daya saing produk lokal agar tidak hanya berputar di pasar kampung. Wakil Bupati Berau Gamalis menegaskan, sudah saatnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kampung berani melangkah ke pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan digitalisasi dan jejaring pemasaran modern. Menurut Gamalis, banyak pelaku […]

  • Tekanan Publik Menguat, Mayoritas Fraksi DPRD Kaltim Dorong Hak Angket Bergulir

    Tekanan Publik Menguat, Mayoritas Fraksi DPRD Kaltim Dorong Hak Angket Bergulir

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Samarinda – Gelombang tekanan publik akhirnya berujung pada keputusan politik penting di DPRD Kalimantan Timur. Hak angket resmi digulirkan setelah 6 dari 7 fraksi menyatakan persetujuan, menyusul aksi demonstrasi jilid dua yang berlangsung panas di depan kantor dewan, Senin (5/5/2026). Sejak siang hingga malam, ribuan massa dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur bertahan di lokasi. […]

  • DPRD Berau Kawal Pembangunan Pabrik Terasi, Target Selesai 2025

    DPRD Berau Kawal Pembangunan Pabrik Terasi, Target Selesai 2025

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyoroti pentingnya pengembangan komoditas unggulan di Kecamatan Tabalar sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Menurut politisi Partai Golkar tersebut, sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan di Tabalar memiliki potensi besar yang harus dimaksimalkan melalui dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dan pihak terkait. “Dukungan […]

  • 6 Kecamatan di Berau Jadi Target Program Gratis Rehabilitasi Mangrove 

    6 Kecamatan di Berau Jadi Target Program Gratis Rehabilitasi Mangrove 

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Setelah melakukan sosialisasi dan pemaparan program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) di Kabupaten Berau, 6 kecamatan menjadi lokasi indikatif bagi program ini. Dihubungi Kamis (28/11/2024), Kepala Kelompok Kerja Edukasi Sosialisasi BGRM RI, Suwignya Utama, membenarkan hal tersebut. Total luasan mangrove yang bakal mendapatkan program rehabilitasi gratis dari pemerintah pusat ini adalah 1.320 Ha. […]

expand_less