Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Rupanya Ini Alasan Tuyul Tak Bisa Bobol Brankas Bank

Rupanya Ini Alasan Tuyul Tak Bisa Bobol Brankas Bank

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 28 Jul 2024
  • visibility 809
  • print Cetak

Beraunews.id — Tuyul adalah salah satu makhluk supranatural yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Mereka dipercaya bisa mencuri uang dan harta benda lainnya dari rumah ke rumah untuk tuan yang memeliharanya. Namun kenapa ‘peliharaan’ yang satu ini tidak mencuri di bank?

Ada yang berpendapat sosok tuyul tidak senang dengan benda-benda yang terbuat dari logam, yang membuat si botak mistis ini menghindari untuk mencuri uang dari brankas bank. Ada juga yang mengatakan setiap bank memiliki ‘penjaga’ tak kasat mata yang lebih kuat dari para tuyul.

Namun itu merupakan kepercayaan yang belum tentu bisa dipastikan kebenarannya. Sehingga untuk mengetahui alasan pasti mengapa tuyul tidak bisa mencuri di bank, kita perlu melihat asal-usul makhluk yang selalu diidentikkan dengan tubuh kecil ini dan berkepala botak ini.

Dilansir dari detikcom, keberadaan tuyul pertama kali dihubungkan dengan dinamika ekonomi pada zaman penjajahan Belanda. Tepatnya, kala itu berhubungan dengan masa liberalisasi ekonomi yang dilakukan Belanda di tahun 1870-an.

Liberalisasi ekonomi merupakan kebijakan pengganti tanam paksa yang dinilai mampu menyejahterakan masyarakat, meski sayangnya tidak semua bisa merasakan manfaat aturan ini. Sebab pada akhirnya hanya segelintir orang yang diuntungkan dengan aturan tersebut.

Dalam buku ‘Ekonomi Indonesia 1800-2010’ (2012) yang ditulis oleh Jan Luiten van Zanden dan Daan Marks, menjelaskan aturan liberalisasi ekonomi melahirkan rezim kolonial yang baru. Salah satunya adalah pengambilalihan perkebunan rakyat untuk diubah menjadi perkebunan yang lebih besar serta pabrik gula.

Kondisi ini membuat kaum pedagang, baik dari kalangan pribumi atau Tionghoa, bisa menjadi orang kaya baru dalam sekejap. Sedangkan kehidupan kaum petani tetap hidup pas-pasan dari hasil pertanian dan tidak bisa berkembang.

Padahal sejak Belanda menetapkan aturan liberalisasi ekonomi, petani mempunyai pandangan jika proses menjadi kaya harus melewati proses dan usaha yang jelas serata bisa dilihat oleh mata. Namun hal ini tidak ditemukan dari para saudagar yang mendadak kaya tersebut.

Dalam hal ini, George Quinn dalam buku ‘An Excursion to Java’s Get Rich Quck Tree (2009)’ menjelaskan kondisi ini membuat para petani mempertanyakan asal muasal kekayaan mereka. Ketika pedagang tidak bisa menjawab, para petani kemudian menuduh uang itu adalah hasil pencurian.

Hal ini ditambah dengan kepercayaan akan hal-hal mistis yang masih sangat kental kala itu. Akhirnya, para petani memandang pencurian itu dibantu oleh makhluk tak kasat mata seperti tuyul.

Mereka menuduh pedagang menggunakan cara haram dengan tuyul untuk memperoleh kekayaan. Akibatnya, para pedagang dan pengusaha sukses sempat dipandang miring oleh masyarakat dan dianggap hina, walaupun semua ini sebenarnya terjadi karena perubahan kebijakan kolonial Belanda.

Sedangkan dalam buku berjudul ‘Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa’ yang ditulis oleh Clifford Geertz berpendapat tuyul merupakan salah satu sosok dalam kepercayaan masyarakat Jawa yang keberadaannya tidak bisa dibuktikan.

Sebelum menulis bukunya, Geertz sempat melakukan penelitian di sebuah kota kecil di wilayah Jawa Timur yang disamarkan menjadi ‘Mojokuto’. Dalam penelitian tersebut ia menemukan sosok tuyul banyak digambarkan masyarakat sebagai makhluk halus seperti anak-anak, tidak mengganggu, tidak menakuti orang, atau membuat sakit tapi banyak disenangi manusia karena bisa membuat mereka kaya.

Ada berbagai proses agar tuyul mau ‘bekerja’ dengan manusia, salah satunya sosok tuan tersebut harus berpuasa serta bersemedi. Selanjutnya orang itu perlu membuat semacam perjanjian dengan setan. Mereka bisa melihat tuyul dan mempekerjakan untuk kepentingan sendiri. Sayangnya, Geertz menjelaskan tidak ada ajaran yang tertulis untuk membuktikan hal ini melainkan hanya pendapat dari mulut ke mulut.

“Kalau orang mau kaya, ia bisa menyuruh mereka mencuri uang. Mereka bisa menghilang dan bepergian jauh hanya dalam sekejap mata hingga tidak akan mengalami kesulitan dalam mencari uang untuk tuannya,” tulisnya.

Berdasarkan pandangan-pandangan ini, pada akhirnya tuyul tidak mencuri uang di bank bukan karena alasan-alasan mistis seperti takut logam atau kalah dengan sosok ‘penjaga’. Namun karena tuyul sendiri muncul karena adanya kecemburuan sosial ekonomi di masa lampau alias keberadaan makhluk itu masih dipertanyakan hingga saat ini.

Dan perlu diingat sekali lagi ya, hal ini bisa jadi mitos karena belum bisa dibuktikan kebenarannya. (TYL)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • 52 Murid di Sei Maning Belajar di Tiga Rumah, Pemkab Targetkan Sekolah Permanen

    52 Murid di Sei Maning Belajar di Tiga Rumah, Pemkab Targetkan Sekolah Permanen

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.253
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan sekolah di Kawasan Akses Terbatas (KAT) Sei Maning, Kampung Birang, Kecamatan Gunung Tabur. Langkah ini diambil setelah Wakil Bupati Berau, Gamalis, meninjau langsung kondisi sekolah filial yang selama ini menjadi tumpuan anak-anak di kawasan tersebut. Saat kunjungan pada Kamis, 11 September 2025, Gamalis menemukan ruang […]

  • BBM Naik, Pemkab Berau Rem Perjalanan Dinas OPD

    BBM Naik, Pemkab Berau Rem Perjalanan Dinas OPD

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

    BERAU — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai memengaruhi aktivitas operasional Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Berau. Pemerintah daerah memperketat penggunaan BBM, termasuk dengan membatasi mobilisasi dan perjalanan dinas. Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, mengatakan kebijakan efisiensi BBM yang telah diterapkan sebelumnya kini mulai terasa dampaknya, terutama pada kendaraan operasional di lapangan. “Untuk […]

  • Sri Juniarsih: Promosi Wisata Berau Harus Lebih Kreatif dan Kuasai Dunia Digital

    Sri Juniarsih: Promosi Wisata Berau Harus Lebih Kreatif dan Kuasai Dunia Digital

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meminta promosi sektor pariwisata daerah dilakukan secara lebih kreatif dan memanfaatkan platform digital. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Berau. Menurut Sri, strategi pemasaran pariwisata tidak lagi cukup dilakukan dengan cara konvensional. Informasi mengenai destinasi wisata harus disajikan secara terintegrasi […]

  • Gamalis Dorong OPD Berau Genjot Inovasi Pelayanan Publik

    Gamalis Dorong OPD Berau Genjot Inovasi Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 511
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Gamalis, mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus mengembangkan inovasi dalam meningkatkan pelayanan publik. Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi kunci untuk mempercepat dan mempermudah layanan kepada masyarakat. Dorongan tersebut disampaikan Gamalis saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Indeks Inovasi Daerah di Kantor RPJPD Bapelitbang, Selasa, 8 Juli 2025. “Melalui […]

  • Sinergi UMKM dan Swalayan di Berau, Solusi Pendistribusian Bahan Pokok yang Efektif

    Sinergi UMKM dan Swalayan di Berau, Solusi Pendistribusian Bahan Pokok yang Efektif

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 904
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), menggelar acara Diseminasi Toko Swalayan, Waralaba Nasional, dan UMKM di Kabupaten Berau pada Rabu, 6 November 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pola kerja sama dalam pendistribusian barang pokok dengan melibatkan berbagai pelaku usaha, mulai dari swalayan hingga UMKM. Dalam sambutannya, Kepala […]

  • Kemerdekaan dalam Aksi: IPB Bagi Bendera dan Bantu Korban Kebakaran

    Kemerdekaan dalam Aksi: IPB Bagi Bendera dan Bantu Korban Kebakaran

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

    A-News.id, Tanjung Redeb — PT Indo Pusaka Berau (IPB) menggelar aksi bagi-bagi bendera merah putih kepada pengendara yang melintas di Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (6/8/2024). Aksi tersebut untuk menindaklanjuti Surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan nomor 400.10.1.1/2152/SJ perihal Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2024, serta surat dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) […]

expand_less