Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Rupanya Ini Alasan Tuyul Tak Bisa Bobol Brankas Bank

Rupanya Ini Alasan Tuyul Tak Bisa Bobol Brankas Bank

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 28 Jul 2024
  • visibility 555
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Beraunews.id — Tuyul adalah salah satu makhluk supranatural yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Mereka dipercaya bisa mencuri uang dan harta benda lainnya dari rumah ke rumah untuk tuan yang memeliharanya. Namun kenapa ‘peliharaan’ yang satu ini tidak mencuri di bank?

Ada yang berpendapat sosok tuyul tidak senang dengan benda-benda yang terbuat dari logam, yang membuat si botak mistis ini menghindari untuk mencuri uang dari brankas bank. Ada juga yang mengatakan setiap bank memiliki ‘penjaga’ tak kasat mata yang lebih kuat dari para tuyul.

Namun itu merupakan kepercayaan yang belum tentu bisa dipastikan kebenarannya. Sehingga untuk mengetahui alasan pasti mengapa tuyul tidak bisa mencuri di bank, kita perlu melihat asal-usul makhluk yang selalu diidentikkan dengan tubuh kecil ini dan berkepala botak ini.

Dilansir dari detikcom, keberadaan tuyul pertama kali dihubungkan dengan dinamika ekonomi pada zaman penjajahan Belanda. Tepatnya, kala itu berhubungan dengan masa liberalisasi ekonomi yang dilakukan Belanda di tahun 1870-an.

Liberalisasi ekonomi merupakan kebijakan pengganti tanam paksa yang dinilai mampu menyejahterakan masyarakat, meski sayangnya tidak semua bisa merasakan manfaat aturan ini. Sebab pada akhirnya hanya segelintir orang yang diuntungkan dengan aturan tersebut.

Dalam buku ‘Ekonomi Indonesia 1800-2010’ (2012) yang ditulis oleh Jan Luiten van Zanden dan Daan Marks, menjelaskan aturan liberalisasi ekonomi melahirkan rezim kolonial yang baru. Salah satunya adalah pengambilalihan perkebunan rakyat untuk diubah menjadi perkebunan yang lebih besar serta pabrik gula.

Kondisi ini membuat kaum pedagang, baik dari kalangan pribumi atau Tionghoa, bisa menjadi orang kaya baru dalam sekejap. Sedangkan kehidupan kaum petani tetap hidup pas-pasan dari hasil pertanian dan tidak bisa berkembang.

Padahal sejak Belanda menetapkan aturan liberalisasi ekonomi, petani mempunyai pandangan jika proses menjadi kaya harus melewati proses dan usaha yang jelas serata bisa dilihat oleh mata. Namun hal ini tidak ditemukan dari para saudagar yang mendadak kaya tersebut.

Dalam hal ini, George Quinn dalam buku ‘An Excursion to Java’s Get Rich Quck Tree (2009)’ menjelaskan kondisi ini membuat para petani mempertanyakan asal muasal kekayaan mereka. Ketika pedagang tidak bisa menjawab, para petani kemudian menuduh uang itu adalah hasil pencurian.

Hal ini ditambah dengan kepercayaan akan hal-hal mistis yang masih sangat kental kala itu. Akhirnya, para petani memandang pencurian itu dibantu oleh makhluk tak kasat mata seperti tuyul.

Mereka menuduh pedagang menggunakan cara haram dengan tuyul untuk memperoleh kekayaan. Akibatnya, para pedagang dan pengusaha sukses sempat dipandang miring oleh masyarakat dan dianggap hina, walaupun semua ini sebenarnya terjadi karena perubahan kebijakan kolonial Belanda.

Sedangkan dalam buku berjudul ‘Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa’ yang ditulis oleh Clifford Geertz berpendapat tuyul merupakan salah satu sosok dalam kepercayaan masyarakat Jawa yang keberadaannya tidak bisa dibuktikan.

Sebelum menulis bukunya, Geertz sempat melakukan penelitian di sebuah kota kecil di wilayah Jawa Timur yang disamarkan menjadi ‘Mojokuto’. Dalam penelitian tersebut ia menemukan sosok tuyul banyak digambarkan masyarakat sebagai makhluk halus seperti anak-anak, tidak mengganggu, tidak menakuti orang, atau membuat sakit tapi banyak disenangi manusia karena bisa membuat mereka kaya.

Ada berbagai proses agar tuyul mau ‘bekerja’ dengan manusia, salah satunya sosok tuan tersebut harus berpuasa serta bersemedi. Selanjutnya orang itu perlu membuat semacam perjanjian dengan setan. Mereka bisa melihat tuyul dan mempekerjakan untuk kepentingan sendiri. Sayangnya, Geertz menjelaskan tidak ada ajaran yang tertulis untuk membuktikan hal ini melainkan hanya pendapat dari mulut ke mulut.

“Kalau orang mau kaya, ia bisa menyuruh mereka mencuri uang. Mereka bisa menghilang dan bepergian jauh hanya dalam sekejap mata hingga tidak akan mengalami kesulitan dalam mencari uang untuk tuannya,” tulisnya.

Berdasarkan pandangan-pandangan ini, pada akhirnya tuyul tidak mencuri uang di bank bukan karena alasan-alasan mistis seperti takut logam atau kalah dengan sosok ‘penjaga’. Namun karena tuyul sendiri muncul karena adanya kecemburuan sosial ekonomi di masa lampau alias keberadaan makhluk itu masih dipertanyakan hingga saat ini.

Dan perlu diingat sekali lagi ya, hal ini bisa jadi mitos karena belum bisa dibuktikan kebenarannya. (TYL)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Sempit Jadi Alasan Dishub Tertibkan Parkir di Tepian Teratai

    Jalan Sempit Jadi Alasan Dishub Tertibkan Parkir di Tepian Teratai

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.635
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau menertibkan parkir kendaraan di kawasan wisata Tepian Teratai untuk mengurangi kemacetan. Penataan dilakukan pada Selasa, 30 September 2025, dengan menurunkan tiga personel yang berjaga di lokasi. Salah seorang petugas Dishub mengatakan, pengaturan dilakukan untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar, terutama saat kunjungan wisatawan meningkat. “Kalau parkir tidak […]

  • Bulog Pastikan Stok Beras Kaltim Aman hingga Idulfitri

    Bulog Pastikan Stok Beras Kaltim Aman hingga Idulfitri

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Kalimantan Timur dalam kondisi aman hingga Hari Raya Idulfitri. Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Kanwil Kaltim–Kaltara, Mardi Harianto, mengatakan stok beras yang tersedia saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat […]

  • Percepatan Izin Kapal Jadi Prioritas: DPRD Berau Minta Pemerintah Hadirkan Layanan Perizinan Ramah Nelayan

    Percepatan Izin Kapal Jadi Prioritas: DPRD Berau Minta Pemerintah Hadirkan Layanan Perizinan Ramah Nelayan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Komisi II DPRD Berau meminta Pemerintah Kabupaten Berau, khususnya Dinas Perikanan, segera membuka gerai layanan perizinan bagi nelayan. Usulan ini mencuat setelah berulang kali muncul keluhan soal lambannya proses penerbitan izin kapal. Ketua Komisi II, Rudi P. Mangunsong, mengatakan para nelayan datang mengadukan persoalan yang sama: dokumen perizinan yang mereka urus tak kunjung […]

  • Revitalisasi Tepian Teratai Sudah Capai 50 Persen

    Revitalisasi Tepian Teratai Sudah Capai 50 Persen

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb- Proyek pengerjaan revitalisasi Jalan Pulau Derawan atau Tepian Teratai telah berjalan 50 persen. Dikerjakan sejak 24 Juli 2024 lalu, sebagian lokasi yang telah dikerjakan bahkan sudah dapat dipergunakan PKL untuk kembali berjualan. Dihubungi Senin (4/11/2024) siang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Revitalisasi Jalan dan Bangunan Pelengkap Kawasan Jalan Pulau Derawan DPUPR Berau, Charles menyebut […]

  • Pemkab Berau Lelang 5 Jabatan Strategis, Target Terisi Juli

    Pemkab Berau Lelang 5 Jabatan Strategis, Target Terisi Juli

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau segera membuka seleksi terbuka untuk mengisi lima jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama yang masih kosong di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, mengatakan proses seleksi ditargetkan mulai dibuka dalam waktu dekat dengan tahapan yang harus dilalui peserta secara bertahap. “Jika tidak ada halangan, seleksi segera dibuka […]

  • Bersatu untuk IKN, Lembaga Adat Paser Tolak Segala Bentuk Penolakan

    Bersatu untuk IKN, Lembaga Adat Paser Tolak Segala Bentuk Penolakan

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb – Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Musa, bersama dengan gabungan beberapa organisasi masyarakat (ormas) kedaerahan, mengunjungi Markas Polres PPU pada Sabtu (17/8/2024) sekitar pukul 18.20 Wita. Kunjungan tersebut dilakukan untuk membahas insiden yang melibatkan kelompok tertentu yang membentangkan kain merah berukuran 50 meter x 15 meter di […]

expand_less