Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Asap Kebakaran Lahan Mengancam Kualitas Udara di Kota Berau

Asap Kebakaran Lahan Mengancam Kualitas Udara di Kota Berau

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
  • visibility 1.001
  • print Cetak

Tanjung Redeb – Beberapa hari terakhir, cuaca panas yang melanda Kabupaten Berau memicu terjadinya kebakaran lahan di sejumlah wilayah. Dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sistem informasi Sipongi yang dikembangkan oleh Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjadi acuan utama dalam pemantauan titik api di Indonesia.

Sipongi berfungsi sebagai alat deteksi dini terhadap kemunculan titik panas (hotspot), memberikan informasi penting untuk upaya pencegahan karhutla. Selain itu, sistem ini menjadi sumber informasi yang paling valid dan dapat diakses masyarakat, memastikan data yang disajikan selalu diperbarui secara berkala.

“Sering kali terjadi salah paham di masyarakat mengenai perbedaan antara hotspot dan firespot. Masyarakat kerap menyamakan keduanya, padahal hotspot hanya menandakan potensi panas tinggi, belum tentu terjadi kebakaran, sedangkan firespot merujuk pada titik api yang telah terbakar,” jelas Yulianti, Kepala Bidang Fungsional Pemantauan Kualitas Udara Dinas Lingkungan Hidup dan Kesehatan (DLHK) Berau, Rabu (18/9).

Yulianti menambahkan, Sipongi menyajikan data yang lebih akurat karena mampu mendeteksi lokasi titik panas hingga tingkat desa. Selain itu, status lahan yang terbakar juga tercatat dengan baik. “Data di Sipongi diperbarui setiap 24 jam, jadi informasi hotspot yang terpantau sangat aktual dan mendekati waktu nyata,” ujarnya.

Menyinggung kualitas udara di Berau yang dipengaruhi oleh kebakaran lahan, Yulianti mengatakan bahwa statusnya saat ini masih dalam tahap pendataan. “Kualitas udara di Berau bervariasi, bisa masuk kategori sehat atau sebaliknya, tergantung pada banyak faktor. Namun, karena kami masih mengumpulkan data, saya belum bisa memberikan perhitungan pastinya. Mungkin saja kondisi ini dipicu oleh debu atau dampak kebakaran lahan di beberapa wilayah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yulianti menjelaskan bahwa beberapa wilayah yang terpantau memiliki titik hotspot per 18 September 2024 di antaranya Gurimbang, Rantau Panjang, Kampung Kasai, Segah, Kelay, Teluk Bayur, Talisayan, dan Biduk-Biduk. “Wilayah-wilayah ini mengalami kebakaran lahan dengan tingkat keparahan sedang,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa arah angin berperan penting dalam penyebaran asap. “Meski di Kota Berau tidak terdeteksi adanya hotspot, asap dari kebakaran lahan di wilayah lain bisa terbawa angin dan menyebabkan polusi di perkotaan,” tuturnya sambil menunjukkan data dari Sipongi.

Sementara itu, terkait sumber titik panas yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan, Yulianti menyatakan bahwa kepastian mengenai hal ini harus didukung oleh hasil investigasi lapangan yang dilakukan oleh dinas terkait, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menutup keterangannya, Yulianti mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran. “Dengan cuaca yang sangat panas dalam beberapa hari terakhir, saya minta masyarakat untuk menghindari aktivitas yang bisa menyebabkan kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (yf)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berau Harus Bangun Industri Pasca Tambang, Maksimalkan Potensi Sawit dan Kakao

    Berau Harus Bangun Industri Pasca Tambang, Maksimalkan Potensi Sawit dan Kakao

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 808
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Ketergantungan ekonomi Kabupaten Berau terhadap sektor pertambangan dinilai tak bisa terus dibiarkan. Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mendorong pemerintah daerah untuk mulai beralih dan memperkuat sektor hilirisasi komoditas unggulan sebagai fondasi ekonomi jangka panjang. Menurut Sumadi, sudah saatnya Berau membangun kekuatan ekonomi baru dengan memaksimalkan potensi sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit […]

  • Bantu Bersihkan Halaman, Akbar Ditemukan Meninggal Mendadak

    Bantu Bersihkan Halaman, Akbar Ditemukan Meninggal Mendadak

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Jalan Padat Karya RT 03, Gang Sari Sejahtera, Kelurahan Gunung Panjang, seketika ramai. Penemuan jenazah seorang pria di halaman rumah warga menjadi bahan perbincangan. Jenazah itu ditemukan di halaman rumah warga bernama M.Noor sekitar pukul 13.00 WITA. Korban diketahui bernama M.Akbar (59), yang diketahui sebelumnya membantu membersihkan atau merintis halaman rumah M.Noor. […]

  • Tewas Usai Duel Mabuk, Pria di Tanjung Selor Dianiaya Teman Sendiri

    Tewas Usai Duel Mabuk, Pria di Tanjung Selor Dianiaya Teman Sendiri

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 424
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Seorang pria berinisial JI (32 tahun) ditemukan tewas usai terlibat perkelahian dengan temannya sendiri di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu sore, 1 Juni 2025. Kasi Humas Polresta Bulungan, Ipda Magdalena Lawai, membenarkan bahwa insiden tersebut menyebabkan satu korban jiwa. “Ya, benar […]

  • Tak Dapat Subsidi Pupuk, Petani Sawit Berau Bertahan Di Tengah Tantangan

    Tak Dapat Subsidi Pupuk, Petani Sawit Berau Bertahan Di Tengah Tantangan

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 874
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Petani kelapa sawit di Kabupaten Berau tidak termasuk dalam daftar penerima pupuk bersubsidi. Hal itu berlaku sejak Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Tahun 2022 diterapkan, yaitu pemerintah hanya memberikan subsidi pupuk untuk sembilan komoditas. Dari yang sebelumnya mencakup 70 komoditas, kini hanya tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, serta beberapa komoditas hortikultura dan […]

  • Jelang Libur Nataru, DPRD Berau Minta Pengamanan Wisata Diperketat: Keselamatan Pengunjung Wajib Utama

    Jelang Libur Nataru, DPRD Berau Minta Pengamanan Wisata Diperketat: Keselamatan Pengunjung Wajib Utama

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Anggota Komisi II DPRD Berau, Suriansyah, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat pengawasan dan pengamanan di seluruh objek wisata. Ia menilai antisipasi sedini mungkin diperlukan karena kunjungan wisata diprediksi melonjak, baik dari warga lokal maupun pelancong luar daerah. Menurut Suriansyah, momentum libur Nataru […]

  • Rindu Ibu Hingga Persoalan Asmara Diduga Jadi Motif MB Bunuh Diri

    Rindu Ibu Hingga Persoalan Asmara Diduga Jadi Motif MB Bunuh Diri

    • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 622
    • 0Komentar

    SAMBALIUNG- Diduga tak kuat menahan rindu, seorang remaja berinisial MB (24) ditemukan tewas gantung diri di ventilasi pintu kamarnya. Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Sadewa, RT 12, Kampung Trans Bangun, Kecamatan Sambaliung, Rabu (31/7/2024). Jasad MB pertama kali ditemukan oleh saksi VL (45) yang merupakan kerabat korban. VL yang tinggal serumah dengan korban terkejut […]

expand_less