Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Jokowi Warning Perusahaan Tambang: Reklamasi Adalah Kewajiban Mutlak

Jokowi Warning Perusahaan Tambang: Reklamasi Adalah Kewajiban Mutlak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
  • visibility 701
  • print Cetak

Tanjung Redeb — Kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) ke Bumi Batiwakkal pada Kamis (26/9/2024) menjadi momentum berharga bagi masyarakat Berau untuk menyampaikan keluh kesah secwra langsung terhadap berbagai persoalan yang terjadi saat ini.

Mulai dari persoalan listrik hingga peluang peningkatan ekonomi lewat kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim. Bahkan, persoalan pertambangan yang selama ini menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, dilontarkan saat Jokowi meninjau Pasar Sanggam Adji Dilayas.

Dalam pernyataan singkatnya, presiden ke-7 RI itu mengatakan reklamasi pasca penambangan wajib dilakukan oleh seluruh perusahaan pertambangan. Bahkan ia menyebut hal itu tidak bisa ditawar, sebab pasca pertambangan tanpa reklamasi akan menimbulkan banyak dampak negatif bagi masyarakat.

“Perusahaan pertambangan itu harus peduli pada lingkungan. Kemudian kalau sudah ditambang, reklamasi itu harus dilakukan. Itu kewajiban. Nggak boleh ditawar-tawar urusan reklamasi, ya,” ujar Jokowi.

Sementara itu, beberapa pekan lalu, Front Pemuda Kalimantan Timur (Kaltim) menggugat PT Berau Coal terkait tanggungjawab lingkungan.

Dalam aksinya, puluhan anggota organisasi ini mendatangi salah satu lubang bekas tambang yang belum direklamasi. Lubang yang mereka sebut “lubang abadi” ini menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakbertanggungjawaban perusahaan dalam menutup bekas tambang.

Dalam aksi tersebut, puluhan anggota FPK berfoto di sekitar lubang bekas tambang sebagai bentuk protes visual.

FPK sempat menyatakan bahwa aksi tersebut bertujuan untuk membuka mata dunia terhadap kenyataan pahit yang dihadapi lingkungan dan masyarakat setempat.

“Kami ingin dunia tahu bahwa banyak lubang bekas tambang yang belum ditutup oleh PT. Berau Coal. Pemerintah pusat harus bertindak tegas, dan perhatian internasional perlu diberikan pada isu lingkungan ini,” ujar Koordinator Pusat FPK, Ayatullah Khomeiny.

Lubang bekas tambang yang ditinggalkan begitu saja kerap menjadi ancaman serius. Air yang tergenang di dalamnya sering kali tercemar, menciptakan kondisi yang merusak ekosistem dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Menurut Ayat, sapaan akrabnya, ini adalah tanggungjawab besar yang tidak bisa diabaikan.

“Kami menuntut PT. Berau Coal untuk segera melakukan reklamasi terhadap semua lubang bekas tambang mereka. Mereka telah mendapatkan keuntungan besar dari eksploitasi sumber daya alam di daerah ini, sudah seharusnya mereka mengembalikan lingkungan ke kondisi semula,” jelasnya.

Aksi ini juga diarahkan untuk menarik perhatian global terhadap praktik pertambangan yang tidak bertanggung jawab di Indonesia.

“Kami berharap dengan adanya perhatian dari dunia internasional, tekanan terhadap perusahaan tambang untuk mematuhi standar lingkungan akan semakin besar. Ini bukan hanya masalah lokal, tetapi masalah global yang mempengaruhi kesehatan planet kita,” tambah Ayat.

Aksi ini telah menarik perhatian luas di media sosial, dengan banyak netizen yang mendukung langkah kritis tersebut.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil tindakan tegas untuk memastikan bahwa perusahaan tambang mematuhi kewajiban reklamasi mereka.

“Kami akan terus mengawal isu ini hingga ada tindakan nyata dari pihak berwenang. Tidak boleh ada lagi lubang tambang yang dibiarkan terbuka dan menjadi ancaman bagi lingkungan dan masyarakat,” tutupnya.

Melalui aksi tersebut, FPK berharap dapat mendorong perubahan nyata dalam praktik pertambangan di Indonesia, memastikan bahwa setiap perusahaan tambang bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang mereka timbulkan. (a-news.id)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • 50 KK Terdampak Karhutla di Kampung Merasa Terima Bantuan Rp500 Juta

    50 KK Terdampak Karhutla di Kampung Merasa Terima Bantuan Rp500 Juta

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KELAY – Sebanyak 50 kepala keluarga terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, menerima bantuan senilai Rp500 juta, Rabu (9/9/2026). Penyaluran bantuan tersebut disaksikan Wakil Bupati Berau Gamalis. Bantuan diberikan kepada masyarakat yang terdampak langsung karhutla, terutama petani yang mengalami kerugian terhadap aset produktif dan sumber penghasilan. Bantuan tersebut merupakan […]

  • Berau Perkuat Daya Tahan Petani Kakao dengan Kebun Percontohan 4 Hektare

    Berau Perkuat Daya Tahan Petani Kakao dengan Kebun Percontohan 4 Hektare

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 596
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dinas Perkebunan terus mendorong ketahanan komoditas kakao dengan memberikan dukungan langsung kepada petani. Di tengah tekanan harga dan tantangan iklim. ‎Kadisbun Berau, Lita Handini, menegaskan bahwa pihaknya kini lebih fokus pada peningkatan kemampuan dan kepercayaan petani dalam mengelola kebun. ‎Ia menambahkan hama, perawatan intensif, hingga ancaman banjir menjadi tantangan tersendiri yangmembuat sebagian […]

  • GM PLN Kaltim Terancam Dicopot Jika Listrik Berau Terus-terusan Byarpet

    GM PLN Kaltim Terancam Dicopot Jika Listrik Berau Terus-terusan Byarpet

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 711
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb –Permasalahan listrik byarpet Kabupaten Berau terus bergulir. Tak tanggung-tanggung, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik bahkan sudah mengkomunikasikan hal ini hingga ke PLN pusat. “Sebelum tanggal 20 November 2024 akan masuk mesin tambahan 4 MW untuk suplai listrik di Berau. Dan kalau sampai lewat tanggal 20 November itu masih juga byarpet, maka kita ajukan […]

  • Sinergi Pemerintah–Masyarakat Wujudkan Wisata Lestari, Berau Siapkan Fondasi Ekonomi Jangka Panjang

    Sinergi Pemerintah–Masyarakat Wujudkan Wisata Lestari, Berau Siapkan Fondasi Ekonomi Jangka Panjang

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Jakarta — Dari gugusan laut biru di Biduk-Biduk hingga karst menjulang di Merabu, dari danau ubur-ubur Kakaban yang tak menyengat hingga Labuan Cermin yang menyatukan asin dan tawar dalam satu pelukan air — Kabupaten Berau memiliki bentang alam yang tidak sekadar indah, tetapi juga mahal nilai ekologisnya. Kini, keindahan itu tidak lagi hanya untuk dipandang. […]

  • Anggaran Terbatas, DPUPR Berau Utamakan Pemeliharaan Drainase di Lokasi Rawan

    Anggaran Terbatas, DPUPR Berau Utamakan Pemeliharaan Drainase di Lokasi Rawan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 275
    • 0Komentar

    BERAU — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau memfokuskan penanganan pada titik-titik rawan banjir di kawasan perkotaan. Langkah ini diambil seiring meningkatnya intensitas hujan yang berpotensi memicu genangan di sejumlah wilayah. Pemeliharaan drainase menjadi prioritas utama untuk mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi saat musim penghujan. DPUPR menilai, sistem saluran air yang […]

  • Pengakuan Mengejutkan Relawan Gadungan: Bakar Rumah agar Diangkat P3K

    Pengakuan Mengejutkan Relawan Gadungan: Bakar Rumah agar Diangkat P3K

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 614
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kedua pelaku pembakaran beberapa rumah di Kecamatan Tanjung Redeb beberapa waktu lalu, yang mengaku sebagai relawan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Berau, dibantah dengan tegas. Ditemui Kamis (5/6/2025) sore, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat dengan tegas mengatakan jika kedua pelaku tidak terdaftar di BPBD, baik sebagai pegawai maupun relawan. “Mereka […]

expand_less