Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemeritahan » Banjir di Kawasan Perkotaan, PUPR: Hujannya Kebanyakan, Drainase Sampai Over Kapasitas

Banjir di Kawasan Perkotaan, PUPR: Hujannya Kebanyakan, Drainase Sampai Over Kapasitas

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
  • visibility 691
  • print Cetak

Tanjung Redeb– Banjir menjadi momok tahunan bagi masyarakat Kabupaten Berau, terutama saat musim penghujan tiba. Beberapa kawasan perkotaan terdampak banjir memerlukan perhatian serius, serta langkah-langkah strategis yang harus diambil oleh pemerintah daerah dan dinas terkait guna mengatasi masalah ini secara komprehensif.

Sejumlah titik genangan air, seperti di kawasan Bedungun, Kedaung, Jalan Kalimarau, Pasar Adji Dilayas, Perumahan Berau Indah, dan Gunung Panjang, menjadi fokus peninjauan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau. Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung di beberapa titik tersebut. Dari hasil tinjauan, ia menyebut bahwa meski aliran air terpantau lancar, kapasitas air yang melintasi area tersebut sudah melebihi batas normal.

“Air yang mengalir sangat over kapasitas. Hingga saat ini, kami masih terus mengupayakan peningkatan kapasitas drainase agar mampu menampung volume air yang lebih besar,” ujar Hendra.

Salah satu solusi yang diusulkan DPUPR adalah pembangunan RTH dalam bentuk area resapan air. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi volume air permukaan yang melimpah saat hujan lebat. Menurut Hendra, analisis masterplan drainase Berau menunjukkan adanya pengurangan kawasan hijau di wilayah hulu Sub-DAS Kedaung dan sekitarnya. Hal ini menyebabkan terjadinya erosi dan peningkatan debit aliran air permukaan, terutama saat hujan deras.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Berau juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar pada tahun ini untuk proyek penanganan banjir, termasuk pembangunan gorong-gorong, serta peningkatan kapasitas jaringan drainase di beberapa titik rawan. Proyek ini juga mencakup pembuatan kolam detensi dan perluasan RTH sebagai area resapan air.

“Kami sedang melanjutkan konektivitas jaringan drainase dan meningkatkan kapasitas saluran air, serta memperbanyak area resapan di sekitar kolam-kolam detensi yang ada. Semua ini merupakan bagian dari rencana besar untuk mengatasi banjir di wilayah Berau,” tambah Hendra.

Penyelesaian masalah banjir di Berau, kata Hendra, tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak saja. Partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama dengan merawat saluran air dan sungai, menjadi elemen penting dalam upaya penanganan banjir. Menurutnya, kesadaran publik untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kelestarian alam di sekitar sungai serta drainase akan membantu mengurangi risiko banjir.

“Banjir memang sulit dihindari sepenuhnya, tapi yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir dampak dan risikonya melalui berbagai upaya yang sudah dan akan terus kami jalankan,” pungkasnya.

Hendra juga menyoroti perubahan fungsi lahan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tarum dan Rawa Indah, di mana dahulu kawasan tersebut merupakan sungai yang lebar dan hutan yang rimbun. Namun, seiring waktu, area tersebut berubah menjadi lahan terbuka dan pemukiman, yang turut memperparah risiko banjir. Oleh karena itu, Hendra menegaskan perlunya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk menangani masalah ini secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, harapannya, Kabupaten Berau bisa terbebas dari ancaman banjir yang terus membayangi setiap musim penghujan.(yf)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Curanmor Berantai Terbongkar, Motor Dicatut Identitasnya Agar Sulit Dilacak

    Aksi Curanmor Berantai Terbongkar, Motor Dicatut Identitasnya Agar Sulit Dilacak

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Jajaran Polsek Sungai Pinang berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di wilayahnya. Dua tersangka berinisial MJ (44) dan MH (19) diamankan setelah dilakukan pengembangan bersama Unit Opsnal Polsek Samarinda Kota. Kapolsek Sungai Pinang, Aksarudin Adam, menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan kehilangan sepeda motor di Jalan Ery Suparjan pada […]

  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai rapat pengambilan keputusan RUU Minerba Badan Legislasi DPR, Senin (17/2/2025). Foto: Fariza/kumparan

    Peluang Baru! Ormas Keagamaan Bisa Kelola Tambang Tanpa Batasan Eks-PKP2B

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 778
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemberian izin tambang untuk organisasi masyarakat (ormas) keagamaan tidak lagi terbatas hanya untuk pengelolaan lahan bekas Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Hal ini berlaku seiring dengan pengesahan RUU perubahan keempat Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) menjadi […]

  • Kasus KUR Fiktif Rp1,2 Miliar, Kejari Berau Siapkan Status DPO

    Kasus KUR Fiktif Rp1,2 Miliar, Kejari Berau Siapkan Status DPO

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 184
    • 0Komentar

    BERAU – Kejaksaan Negeri Berau memastikan akan segera menetapkan Abdul Wahab (AW) sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam perkara dugaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif di Bank BRI Cabang Tanjung Redeb. Langkah ini diambil setelah tersangka kembali mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik. AW tidak memenuhi panggilan kedua yang dijadwalkan pada Rabu, 21 Januari lalu. Kepala […]

  • Masalah Tapal Batas Berau–Kutim Akan Dimediasi Pemprov Kaltim

    Masalah Tapal Batas Berau–Kutim Akan Dimediasi Pemprov Kaltim

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Balikpapan – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menemui Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman untuk membahas persoalan tapal batas wilayah yang memicu konflik sosial di Semindal, Kampung Biatan Ilir, Kabupaten Berau. Pertemuan tersebut berlangsung di Balikpapan pada Kamis, 5 Maret 2026. Sri Juniarsih mengatakan persoalan batas wilayah antara Kampung Biatan Ilir, Berau, dan Kampung Melawai di […]

  • Biaya Transportasi Masih Tinggi, Sujarwo Dukung Prioritas Pembenahan Destinasi Sebelum Promosi Wisata Berau

    Biaya Transportasi Masih Tinggi, Sujarwo Dukung Prioritas Pembenahan Destinasi Sebelum Promosi Wisata Berau

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 370
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo, menyoroti mahalnya biaya transportasi sebagai kendala utama dalam menarik wisatawan datang ke Bumi Batiwakkal. Ia menilai sikap Disbudpar yang fokus pada pembenahan destinasi sebelum melakukan promosi besar-besaran adalah langkah yang sangat tepat dan realistis. Menurut Sujarwo, pengembangan pariwisata yang tidak hanya mengedepankan kuantitas kunjungan […]

  • Harga TBS Mulai Turun, FPKS Kaltim Soroti Dampak Kebijakan Ekspor Sawit

    Harga TBS Mulai Turun, FPKS Kaltim Soroti Dampak Kebijakan Ekspor Sawit

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 259
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Forum Petani Kelapa Sawit Kalimantan Timur meminta pemerintah pusat menerapkan kebijakan tata niaga ekspor sawit secara hati-hati dan bertahap. Hal itu disampaikan menyusul kebijakan pemerintah terkait penguatan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam, termasuk crude palm oil (CPO). Ketua FPKS Kaltim, Asbudi, menilai Indonesia memang memiliki posisi strategis sebagai produsen sawit terbesar […]

expand_less