Tuntas Krisis Air di Tembudan, Pemkab Berau Tambah Jaringan SPAM
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
- visibility 161
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat, termasuk penyediaan air bersih yang layak di seluruh wilayah Kabupaten Berau.
Untuk itu, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Pemkab menganggarkan Rp 13,9 miliar untuk memperluas jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih.
Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan DPUPR, Decty Toge Maduli, membeberkan proyek perluasan SPAM ini dianggarkan melalui APBD 2025, demi meningkatkan pelayanan air bersih di Kampung Tembudan dan sekitarnya.
Diungkapkan Decty, jangkauan SPAM di Kampung Tembudan memang masih terbatas, sehingga perluasan jaringan ini menjadi prioritas yang sangat dinantikan masyarakat setempat, demi memenuhi kebutuhan dasar, yaitu air minum.
“Perluasan jaringan SPAM ini kami harapkan bisa membantu masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan air minum yang layak dengan lebih mudah,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).
Selain kebutuhan dasar masyarakat, proyek ini juga menjadi bukti komitmen Pemkab Berau dalam memenuhi janjinya untuk menghadirkan 25 ribu sambungan rumah (SR) di tahun ini.
Decty berharap proyek ini dapat berjalan lancar sesuai yang diharapkan agar masyarakat tidak lagi kesulitan mengakses air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
“Semoga bisa berjalan lancar dan sesuai target yang kita harapkan,” tandasnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, menekankan bahwa pembangunan infrastruktur dasar seperti SPAM merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah terpencil. Ia menyebut bahwa ketersediaan air bersih adalah kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi negara, tak terkecuali di kampung-kampung.
“Kami ingin memastikan bahwa tak ada satu pun warga yang tertinggal dalam pelayanan dasar. Masyarakat di Tembudan dan wilayah lain di Batu Putih berhak mendapatkan akses air bersih yang layak, sama seperti warga di pusat kota,” ujar Sri Juniarsih beberapa waktu lalu. (Yf/adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar