Tak Hanya untuk Seni, Amphiteater Dibuka bagi Semua Aktivitas Positif
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
- visibility 187
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Setelah melalui proses konstruksi yang dimulai pada 2023 dan rampung setahun kemudian, panggung terbuka amphiteater yang terletak di pusat kota Tanjung Redeb kini resmi digunakan.
Peresmian pemanfaatan fasilitas tersebut dilakukan pada pertengahan Agustus 2025, menandai langkah lanjutan Pemerintah Kabupaten Berau dalam menyediakan ruang publik yang mendukung kegiatan seni dan budaya.
Pengelolaan amphiteater secara resmi diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau. Meski bukan lembaga seni, DLHK dipercaya mampu mengintegrasikan pengelolaan ruang ini dengan agenda pemanfaatan kawasan terbuka hijau dan kebersihan lingkungan kota.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembangunan amphiteater merupakan bagian dari janji politik kepala daerah sebelumnya. Ia menyebut kehadiran panggung ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan ruang-ruang kreatif yang inklusif.
“Gedung ini diharapkan menjadi tempat bertemunya ide, bakat, dan semangat berkarya, terutama dari generasi muda,” ujarnya saat menghadiri serah terima pengelolaan, Selasa, 19 Agustus 2025.
Namun Gamalis menegaskan bahwa pemanfaatan amphiteater tidak terbatas pada kalangan muda. Ia ingin fasilitas ini menjadi ruang publik yang benar-benar terbuka bagi semua lapisan masyarakat, baik untuk pertunjukan seni, kegiatan budaya, maupun perhelatan komunitas.
“Siapa pun boleh menggunakannya, selama itu positif dan memberi ruang bagi ekspresi publik,” kata Gamalis.
Pemerintah Kabupaten Berau, menurutnya, akan terus berupaya menyediakan fasilitas-fasilitas yang menunjang kehidupan sosial warga. Ia memandang keberadaan ruang publik seperti amphiteater sebagai bagian dari strategi pembangunan nonfisik, memperkuat identitas kultural dan memperluas partisipasi warga dalam kehidupan bersama.
“Bukan hanya tempat pertunjukan, tetapi ruang di mana kita bisa saling belajar, berbagi gagasan, dan memperkuat solidaritas sosial,” tutupnya. (adv/lit)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar