Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Dana Karbon untuk Kampung: Madu Kelulut dan Kompos Jadi Mesin Ekonomi Hijau Berau

Dana Karbon untuk Kampung: Madu Kelulut dan Kompos Jadi Mesin Ekonomi Hijau Berau

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 441
  • print Cetak

Tanjung Redeb— Di tengah luasnya lanskap hutan Kalimantan Timur, Kabupaten Berau mulai menata model ekonomi baru yang lebih hijau dan lebih berpihak pada masyarakat. Pemerintah daerah memajukan program perhutanan sosial bukan hanya sebagai kebijakan lingkungan, tetapi sebagai jalan agar masyarakat sekitar hutan dapat hidup sejahtera tanpa menebang hutan yang menjadi pelindung mereka sendiri.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menyebut luas lahan perhutanan sosial di Berau kini mencapai sekitar 98 ribu hektare—hamparan besar yang diharapkan menjadi laboratorium ekonomi hijau. Di lahan ini, warga didorong mengembangkan berbagai usaha produktif, mulai dari budi daya madu kelulut hingga produksi pupuk kompos, yang semuanya dirancang tanpa menimbulkan jejak merusak ekosistem.

“Lahan perhutanan sosial menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat untuk memanfaatkan hutan secara bijaksana,” ucap Said di Tanjung Redeb.

Di atas prinsip keberlanjutan yang sama, Pemkab Berau juga menjalankan Program Karbon Hutan Berau, upaya menekan emisi karbon sekaligus menjaga tegaknya pohon-pohon tua yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati. Program ini digerakkan bersama Pemerintah Provinsi Kaltim, Kementerian Kehutanan, NGO, serta lembaga pendonor internasional—sebuah kolaborasi yang fokus pada pencegahan deforestasi dan degradasi ekosistem hutan.

Program ini tak berhenti pada kertas. Perlindungan diberikan pada lebih dari 400 ribu hektare kawasan Sungai Kelay dan Sungai Segah—dua bentang alam yang bukan hanya kaya spesies, tetapi juga habitat orang utan Kalimantan. Di zona itulah, masa depan konservasi dan ekonomi hijau diuji.

Tahun ini, sebanyak 77 kampung di Berau menerima dana karbon rata-rata Rp350 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperluas usaha-usaha hijau desa—mulai menambah koloni kelulut, hingga merancang unit ekonomi baru yang tak perlu menebang hutan untuk bertahan hidup.

“Dana karbon mendorong kampung membangun ekonomi tanpa merusak lingkungan,” ujar Said.

Namun, keberhasilan tidak datang dari satu pintu. Said mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektor. Karena itu, forum seperti sosialisasi dokumen final Integrated Area Development (IAD) dan pembagian peran Kelompok Kerja (Pokja) Perhutanan Sosial terus digelar. Semua pihak bergerak bersama, tidak hanya menjalankan program tetapi juga saling menguatkan.

“Konsep perhutanan sosial memberi hak kelola kepada masyarakat. Kolaborasi menjaga agar hak ini berjalan bertanggung jawab,” tegasnya.

Dengan tata kelola yang serius, Kabupaten Berau membayangkan masa depan di mana hutan tetap berdiri, ekonomi tetap tumbuh, dan warga kampung tidak lagi harus memilih antara kesejahteraan dan kelestarian.

Jika berhasil, ini bukan hanya kisah tentang pohon dan konservasi. Ini adalah kisah tentang manusia, ruang hidup, dan harapan — bahwa hijau bisa menjadi mata pencaharian, bukan sekadar warna dalam lanskap yang perlahan menghilang. (yfadv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Perikanan Berau Tegas: Penampung Dilarang Beli Ikan Hasil Setruman

    Dinas Perikanan Berau Tegas: Penampung Dilarang Beli Ikan Hasil Setruman

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    BERAU — Dinas Perikanan Kabupaten Berau memilih mengedepankan pendekatan edukasi dan pembinaan dalam upaya menekan praktik penangkapan ikan ilegal, khususnya dengan metode penyetruman di perairan sungai. Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab memberi pemahaman kepada nelayan tentang dampak penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Menurut dia, langkah penindakan tidak serta-merta […]

  • Warga Long Ayap Mengungsi, Banjir Putus Akses dan Picu Penyakit

    Warga Long Ayap Mengungsi, Banjir Putus Akses dan Picu Penyakit

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 832
    • 0Komentar

    SEGAH – Sejak terjadinya banjir besar pada Selasa (27/5/2025) dini hari, masyarakat di Kampung Long Ayap bergegas mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. Berdiam di pengungsian, semua yang mereka butuhkan juga terbatas. Mereka seolah terisolasi dari dunia luar. Lokasi kampung yang cukup jauh hingga harus melewati jalan area perkebunan sawit selama berjam-jam, menjadi kendala bantuan […]

  • Insiden Tongkang Karam, DLHK Berau Tak Berani Ambil Tindakan : Kewenangan Hanya di Sungai Kecil

    Insiden Tongkang Karam, DLHK Berau Tak Berani Ambil Tindakan : Kewenangan Hanya di Sungai Kecil

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 840
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Insiden karamnya kapal tongkang bermuatan batu bara milik PT Berau Coal di perairan Sungai Mantaritip, rupanya baru diketahui oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) pada Selasa (22/10/2024) kemarin. Saat ditemui awak media, Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLHK Berau, Ida Ayu mengatakan hal tersebut bukan merupakan kewenangan DLHK untuk […]

  • DLHK Berau: Drainase Tertutup Tak Pernah Dibersihkan, Kerjasama dengan PUPR Diperlukan

    DLHK Berau: Drainase Tertutup Tak Pernah Dibersihkan, Kerjasama dengan PUPR Diperlukan

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Genangan air yang kerap kali muncul pasca hujan deras di beberapa titik dalam Kota Tanjung Redeb, diduga akibat adanya sedimentasi dan penumpukan sampah di dalam drainase. Dikatakan Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Berau, Suhardi, selama ini pihaknya telah melakukan tugas dan fungsi mereka untuk membersihkan sampah-sampah yang ada […]

  • Hadiah Utama Motor! Kemeriahan Jalan Sehat KPU Berau Sambut Pilkada 2024

    Hadiah Utama Motor! Kemeriahan Jalan Sehat KPU Berau Sambut Pilkada 2024

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 673
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Ratusan masyarakat dari 4 kecamatan terdekat di Kabupaten Berau mengikuti jalan sehat gelaran KPU Berau. Berpusat di lapangan Pemuda Tanjung Redeb, jalan sehat pada Minggu (29/9/2024) pagi, yang merupakan salah satu dari tahapan sosialisasi, diikuti antusias oleh masyarakat. Ketua KPU Berau Budi Hariyanto saat membuka acara mengatakan jika jalan sehat ini menjadi […]

  • Bapenda Berau: Penjualan Miras Ilegal Tak Bisa Disetor ke PAD

    Bapenda Berau: Penjualan Miras Ilegal Tak Bisa Disetor ke PAD

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

    BERAU – Peredaran minuman keras tanpa izin di Kabupaten Berau kembali disorot. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menegaskan, seluruh aktivitas penjualan miras ilegal tidak tercatat sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk yang diduga terjadi di Hotel Palmy. Kepala Bapenda Berau, Djupiansyah Ganie, menjelaskan bahwa lembaganya hanya dapat menarik pajak dari pelaku usaha yang memiliki legalitas […]

expand_less