Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Dana Karbon untuk Kampung: Madu Kelulut dan Kompos Jadi Mesin Ekonomi Hijau Berau

Dana Karbon untuk Kampung: Madu Kelulut dan Kompos Jadi Mesin Ekonomi Hijau Berau

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 209
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tanjung Redeb— Di tengah luasnya lanskap hutan Kalimantan Timur, Kabupaten Berau mulai menata model ekonomi baru yang lebih hijau dan lebih berpihak pada masyarakat. Pemerintah daerah memajukan program perhutanan sosial bukan hanya sebagai kebijakan lingkungan, tetapi sebagai jalan agar masyarakat sekitar hutan dapat hidup sejahtera tanpa menebang hutan yang menjadi pelindung mereka sendiri.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menyebut luas lahan perhutanan sosial di Berau kini mencapai sekitar 98 ribu hektare—hamparan besar yang diharapkan menjadi laboratorium ekonomi hijau. Di lahan ini, warga didorong mengembangkan berbagai usaha produktif, mulai dari budi daya madu kelulut hingga produksi pupuk kompos, yang semuanya dirancang tanpa menimbulkan jejak merusak ekosistem.

“Lahan perhutanan sosial menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat untuk memanfaatkan hutan secara bijaksana,” ucap Said di Tanjung Redeb.

Di atas prinsip keberlanjutan yang sama, Pemkab Berau juga menjalankan Program Karbon Hutan Berau, upaya menekan emisi karbon sekaligus menjaga tegaknya pohon-pohon tua yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati. Program ini digerakkan bersama Pemerintah Provinsi Kaltim, Kementerian Kehutanan, NGO, serta lembaga pendonor internasional—sebuah kolaborasi yang fokus pada pencegahan deforestasi dan degradasi ekosistem hutan.

Program ini tak berhenti pada kertas. Perlindungan diberikan pada lebih dari 400 ribu hektare kawasan Sungai Kelay dan Sungai Segah—dua bentang alam yang bukan hanya kaya spesies, tetapi juga habitat orang utan Kalimantan. Di zona itulah, masa depan konservasi dan ekonomi hijau diuji.

Tahun ini, sebanyak 77 kampung di Berau menerima dana karbon rata-rata Rp350 juta. Dana tersebut digunakan untuk memperluas usaha-usaha hijau desa—mulai menambah koloni kelulut, hingga merancang unit ekonomi baru yang tak perlu menebang hutan untuk bertahan hidup.

“Dana karbon mendorong kampung membangun ekonomi tanpa merusak lingkungan,” ujar Said.

Namun, keberhasilan tidak datang dari satu pintu. Said mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektor. Karena itu, forum seperti sosialisasi dokumen final Integrated Area Development (IAD) dan pembagian peran Kelompok Kerja (Pokja) Perhutanan Sosial terus digelar. Semua pihak bergerak bersama, tidak hanya menjalankan program tetapi juga saling menguatkan.

“Konsep perhutanan sosial memberi hak kelola kepada masyarakat. Kolaborasi menjaga agar hak ini berjalan bertanggung jawab,” tegasnya.

Dengan tata kelola yang serius, Kabupaten Berau membayangkan masa depan di mana hutan tetap berdiri, ekonomi tetap tumbuh, dan warga kampung tidak lagi harus memilih antara kesejahteraan dan kelestarian.

Jika berhasil, ini bukan hanya kisah tentang pohon dan konservasi. Ini adalah kisah tentang manusia, ruang hidup, dan harapan — bahwa hijau bisa menjadi mata pencaharian, bukan sekadar warna dalam lanskap yang perlahan menghilang. (yfadv)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sufian Agus Laporkan Capaian Penurunan Stunting dalam Rapat Evaluasi Kinerja

    Sufian Agus Laporkan Capaian Penurunan Stunting dalam Rapat Evaluasi Kinerja

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 367
    • 0Komentar

     Tanjung Redeb – Penjabat sementara (Pjs) Bupati Berau, Sufian Agus, melaporkan hasil kinerjanya selama menjabat sebagai Pjs Bupati dalam rapat evaluasi kinerja yang digelar secara daring bersama Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, pada Senin (18/11/2024). Rapat evaluasi ini dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menilai pelaksanaan tugas dan tanggung jawab para Penjabat Bupati […]

  • Kurang Perawatan, Banyak PJU di Berau Mati Berbulan-bulan

    Kurang Perawatan, Banyak PJU di Berau Mati Berbulan-bulan

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 275
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Permasalahan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Berau kembali menjadi sorotan. Banyak lampu jalan yang tidak berfungsi atau belum terpasang di sejumlah titik strategis, sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Berau, Oktavia, meminta pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki dan menambah fasilitas penerangan di kawasan […]

  • Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Religi dan Budaya

    Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Religi dan Budaya

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 783
    • 0Komentar

    Gunung Tabur – Peringatan Hari Jadi ke-72 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-215 Kota Tanjung Redeb diwarnai tradisi ziarah ke makam raja pertama Kerajaan Berau, Baddit Dipattung bergelar Aji Raden Surya Nata Kusuma. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 13 September 2025, itu dipusatkan di Kampung Merancang Hulu, Kecamatan Gunung Tabur. Rombongan ziarah dipimpin Ketua Dewan […]

  • Ayah di Berau Rudapaksa Anak Kandung sejak SD, Mengaku karena “Cinta”

    Ayah di Berau Rudapaksa Anak Kandung sejak SD, Mengaku karena “Cinta”

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 418
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Salah satu kasus di Kabupaten Berau yang saat ini ramai menjadi perbincangan adalah persetubuhan seorang ayah kandung kepada anaknya sendiri, yang terjadi di Trans Sambaliung. Mirisnya, hal itu dilakukan karena si ayah mengaku mencintai anaknya itu. Bukan cinta wajar bapak kepada anak, namun “cinta terlarang” yang sudah mengarah ke obsesi. Sehingga membuat […]

  • DPRD Berau Desak Pemkab Segera Selesaikan Sengketa Tapal Batas Tabalar

    DPRD Berau Desak Pemkab Segera Selesaikan Sengketa Tapal Batas Tabalar

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Tabalar – Permasalahan tapal batas di Kecamatan Tabalar kembali menjadi sorotan DPRD Berau. Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan sengketa tersebut agar tidak semakin berlarut-larut dan berdampak negatif bagi masyarakat. Menurut Gideon, permasalahan batas wilayah tidak hanya sekadar persoalan administratif, tetapi juga berpengaruh […]

  • Kakam Sambakungan Dilaporkan atas Dugaan Pemalsuan Surat Tanah

    Kakam Sambakungan Dilaporkan atas Dugaan Pemalsuan Surat Tanah

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 547
    • 0Komentar

    BERAU – Penerbitan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) di kawasan Gunung Sarundung, RT 01 Kampung Sembakungan, Kecamatan Gunung Tabur, berbuntut panjang. Seorang pria berinisial Bdr dan kepala kampung dilaporkan atas dugaan pemalsuan surat hak atas tanah ke Maporles Berau. Pemangku Adat Kampung Sambakungan, Achmad Maulana didampingi Kuasa Hukumnya, Arjuna Mawardi menyampaikan, dirinya bersama kliennya telah […]

expand_less