Berau Perkuat Layanan Wisata Berbasis Pengalaman, Ilyas: “Destinasi Kita Harus Nyaman Sebelum Jadi Unggulan Dunia”
- account_circle admin
- calendar_month Jumat, 5 Des 2025
- visibility 88
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat kualitas pariwisata daerah dengan menempatkan kenyamanan dan mutu layanan wisatawan sebagai prioritas utama. Langkah ini menjadi fondasi penting agar destinasi wisata Berau mampu bersaing tidak hanya secara nasional, tetapi juga di tingkat internasional sebagai bagian dari poros wisata bahari dan budaya Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsi, menyampaikan bahwa kekayaan alam—mulai dari pesona bahari Derawan–Maratua hingga danau unik Labuan Cermin—bukan satu-satunya modal untuk menjadi destinasi kelas dunia. Diperlukan pengelolaan yang rapi, ramah, konsisten, dan memiliki standar pelayanan tinggi.
“Potensi kita besar, tapi potensi saja tidak cukup. Yang paling penting adalah pengalaman wisatawan. Destinasi harus nyaman sebelum kita bicara soal bersaing secara global,” ujarnya.
Menurut Ilyas, beberapa destinasi unggulan Berau sudah dikenal luas, namun pemerintah kini fokus memastikan seluruh mata rantai layanan wisata berjalan baik—mulai dari akses transportasi, kebersihan lingkungan, kesiapan kampung wisata, hingga profesionalitas pemandu dan pelaku UMKM.
Celah pelayanan yang tidak konsisten, katanya, sering menjadi penghambat utama bagi daerah yang memiliki potensi besar namun belum siap dari sisi kualitas layanan publik, amenitas, maupun penataan ruang destinasi.
“Bukan hanya soal pemandangan bagus, tetapi bagaimana kita menyambut wisatawan, bagaimana mereka merasa aman, nyaman, dan dilayani dengan baik. Itu yang sedang kami benahi,” tegasnya.
Disbudpar Berau kini menata berbagai aspek strategis, antara lain:
• Peningkatan kapasitas SDM pelaku wisata dan pemandu lokal,
• Pembenahan amenitas di kampung-kampung wisata,
• Penguatan UMKM ekonomi kreatif, termasuk produk budaya dan kuliner lokal,
• Penataan destinasi bahari yang selama ini belum dikelola optimal,
• Integrasi digitalisasi layanan wisata, mulai dari informasi destinasi hingga sistem pemesanan,
• Kolaborasi erat dengan masyarakat lokal agar manfaat ekonomi lebih merata.
Ilyas menekankan bahwa pariwisata modern bukan hanya mendatangkan wisatawan, tetapi memberikan pengalaman yang berkelas, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas budaya dan ekonomi kampung-kampung di sekitar destinasi.
“Kalau kita ingin wisatawan mancanegara datang, kita harus siap dari semua sisi. Tidak hanya keindahan yang kita jual, tetapi juga kualitas layanan,” ujarnya.
Dengan pembenahan yang lebih terarah dan berbasis pengalaman wisatawan, Pemkab Berau optimistis pariwisatanya akan tumbuh sebagai destinasi yang tidak hanya dikenal, tetapi dipercaya sebagai tujuan wisata berkelas dunia.
(Adv/Akm)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar