TANJUNG REDEB – Gula aren kini menjadi komoditas unggulan Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, yang terus menunjukkan daya saing di pasar nasional. Untuk meningkatkan nilai jual sekaligus memudahkan wisatawan dan konsumen, produk ini diolah dalam berbagai bentuk yang variatif dan modern.

Gula Aren Dumaring berasal dari sadapan nira pohon aren (Arenga pinnata) yang tumbuh liar dan alami di hutan serta kebun warga. Proses pengolahannya dilakukan secara organik, tanpa bahan kimia, dan mempertahankan keaslian rasa khas gula aren tradisional.

Kandungan nutrisinya pun sangat lengkap: vitamin (C, B1, B3, B6, B12), asam folat, serat inulin, serta berbagai mineral seperti kalium, kalsium, magnesium, zink, natrium, dan zat besi—semuanya bermanfaat bagi kesehatan.

Produksi Dibawah Supervisi Ahli dan Standar Higienis

Pengolahan gula aren Dumaring dilakukan di bawah supervisi:

  • Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur,
  • KPHP Berau Pantai,
  • serta diawasi langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Berau untuk memastikan higienitas dan kelayakan produk.

Komoditas ini merupakan bagian dari produk Lembaga Pengelola Hutan Desa Pangalima Jerrung, diproduksi oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Juruh Aren. Menariknya, 5% keuntungan penjualan dialokasikan untuk dana konservasi hutan desa Dumaring, menjadikan produk ini bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berperan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Varian Produk yang Lebih Praktis dan Bernilai Tambah

Untuk menjawab kebutuhan pasar modern, gula aren Dumaring kini hadir dalam:

  1. Bentuk batangan – ideal untuk masakan rumahan maupun industri kuliner.
  2. Bentuk cair (Gula Juruh) – memudahkan penggunaan untuk minuman, dessert, dan aneka olahan UMKM.

Inovasi kemasan ini membuat produk lebih praktis dibawa wisatawan dan lebih mudah dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Berau.

Berjaya di Pameran dan Toko Nasional

Produk unggulan masyarakat Kampung Dumaring ini kini telah hadir di berbagai toko oleh-oleh dan rutin mengikuti pameran hingga tingkat nasional. Penerimaan pasar yang positif membuktikan bahwa gula aren Dumaring mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain, bahkan memiliki keunggulan dari sisi keaslian, nutrisi, dan konsep keberlanjutannya.

Dengan dukungan pengolahan yang higienis, pengawasan ahli, dan nilai konservasi, gula aren Dumaring tidak hanya menjadi kebanggaan kampung, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan perhutanan sosial dan UMKM berbasis potensi lokal di Kabupaten Berau. (Adv/yf)