Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Ketika Leluhur Menuntun Alam: Manugal Dayak Merabu Pikat Wisatawan

Ketika Leluhur Menuntun Alam: Manugal Dayak Merabu Pikat Wisatawan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
  • visibility 403
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Di balik pesona karst dan danau-danau cantik di Kampung Merabu, terdapat satu tradisi yang hingga kini tetap dijaga dan menjadi identitas budaya masyarakat Dayak Lebo: Manugal. Tradisi ini bukan sekadar cara bertani, tetapi juga menjadi atraksi budaya yang menarik minat wisatawan untuk melihat langsung kearifan lokal yang terus diwariskan lintas generasi.

Manugal adalah metode pertanian tradisional suku Dayak dalam menanam padi dengan menggunakan kayu tugal—alat menyerupai alu atau antan yang ujungnya dibuat runcing untuk melubangi tanah. Proses ini dilakukan secara handep atau bergotong royong, melibatkan seluruh warga tanpa memandang usia dan gender.

Tradisi manugal biasanya berlangsung sekali setahun, antara bulan Oktober hingga November. Lahan dipilih dari himba (hutan) atau ladang yang pernah digunakan sebelumnya. Apabila dilakukan di himba, warga membuka lahan dengan membersihkan semak, menebang pohon besar, hingga membangun parit sebagai sekat pengendali kebakaran dan batas pembagian lahan.

Setelah itu, lahan dibiarkan kering selama satu bulan menuju musim hujan. Ketika waktunya tiba, sisa tebasan dibakar untuk menyuburkan tanah, sebuah teknik tradisional yang telah berlangsung turun-temurun dan dilakukan dengan sistem handel—yakni pengelolaan lahan secara kelompok dari tahap pembersihan hingga panen.

Dalam praktiknya, laki-laki bertugas membuat lubang tanam menggunakan tugal, sementara perempuan memasukkan benih padi ke setiap lubang dengan jarak 20 cm x 20 cm, sebanyak 5–7 butir benih. Lubang sengaja dibiarkan terbuka agar air hujan dapat meresap dan memberi kelembapan alami bagi benih.

Lebih dari sekadar kerja fisik, manugal adalah wujud kebersamaan masyarakat. Semua bergerak sebagai satu komunitas, mencerminkan nilai leluhur Dayak tentang kebersamaan, saling bantu, dan menjaga harmoni dengan alam.

Tradisi manugal juga disertai berbagai ritual adat sebelum, saat, dan setelah proses berlangsung. Masing-masing sub-suku Dayak memiliki ritual khas, menjadi kekayaan budaya yang menambah daya tarik tradisi ini sebagai wisata budaya yang unik.

Dengan semakin dikenalnya Kampung Merabu sebagai destinasi karst dan ekowisata, tradisi manugal kini turut menjadi magnet wisata. Banyak pengunjung tertarik menyaksikan langsung bagaimana masyarakat Dayak mempertahankan teknik bertani tradisional yang selaras alam dan mengandung filosofi mendalam.

Tradisi ini tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga membuka peluang wisata edukasi, ekowisata, dan pemberdayaan ekonomi kampung, sejalan dengan semangat pembangunan berbasis potensi lokal di Kecamatan Kelay. (Adv/yf)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • DLHK Berau: Drainase Tertutup Tak Pernah Dibersihkan, Kerjasama dengan PUPR Diperlukan

    DLHK Berau: Drainase Tertutup Tak Pernah Dibersihkan, Kerjasama dengan PUPR Diperlukan

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.009
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Genangan air yang kerap kali muncul pasca hujan deras di beberapa titik dalam Kota Tanjung Redeb, diduga akibat adanya sedimentasi dan penumpukan sampah di dalam drainase. Dikatakan Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Berau, Suhardi, selama ini pihaknya telah melakukan tugas dan fungsi mereka untuk membersihkan sampah-sampah yang ada […]

  • MPAW Siap Wujudkan Pendidikan dan Kesehatan Gratis di Kabupaten Berau

    MPAW Siap Wujudkan Pendidikan dan Kesehatan Gratis di Kabupaten Berau

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Calon Bupati Berau, Madri Pani menggelar silaturahmi tatap muka dan berbagi rezeki dengan masyarakat di Jalan Mangga III, Gang Ramadhan, Tanjung Redeb, pada Senin (7/10/2024). Didampingi oleh sejumlah tim pemenangan MPAW, kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga setempat yang merupakan pendukung paslon nomor urut 1. Dalam pemaparannya, Madri menjelaskan beberapa gambaran program yang […]

  • Inflasi Tinggi, Kios Penyeimbang Jadi Harapan Baru di Pasar Sanggam

    Inflasi Tinggi, Kios Penyeimbang Jadi Harapan Baru di Pasar Sanggam

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.033
    • 0Komentar

    A-News.id, Tanjung Redeb – Isu inflasi menjadi perhatian utama Presiden Joko Widodo dan juga diharapkan tetap menjadi fokus di masa kepemimpinan Presiden Prabowo. Dalam upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok, pemerintah provinsi dan kabupaten di Kalimantan Timur berkolaborasi untuk menanggulangi masalah ini. Pj Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, bersama Pjs Bupati Berau, Sufian Agus, meresmikan […]

  • Kendala Surat Kapal Pengantar, Sebabkan Pasokan Ikan Berkurang

    Kendala Surat Kapal Pengantar, Sebabkan Pasokan Ikan Berkurang

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.972
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyoroti persoalan yang masih dihadapi para nelayan di Berau, terutama terkait kelengkapan surat kapal pengantar hasil tangkapan ikan. Menurutnya permasalahan ini kerap menimbulkan kendala serius di lapangan dan berdampak pada berkurang pasokan ikan di daerah.   Gamalis menjelaskan, sebagian besar nelayan di Berau sebenarnya telah melengkapi dokumen kapal […]

  • Bupati Berau: Guru Honorer Tetap Diakomodasi Melalui Skema Paruh Waktu

    Bupati Berau: Guru Honorer Tetap Diakomodasi Melalui Skema Paruh Waktu

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau menyatakan masih akan mengakomodasi keberadaan guru non-ASN atau guru honorer meski pemerintah pusat telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 tentang penugasan guru non-ASN di satuan pendidikan. Surat edaran tersebut mengatur bahwa pemerintah daerah tidak diperbolehkan lagi melakukan pengangkatan guru honorer baru di luar […]

  • Kasus Laptop Chromebook, Mantan Mendikbud Nadiem Makarim Jadi Tersangka

    Kasus Laptop Chromebook, Mantan Mendikbud Nadiem Makarim Jadi Tersangka

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 888
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memasuki babak baru. Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan mantan Mendikbudristek Periode 2019-2024, Nadiem Makarim, sebagai tersangka. “Telah ditetapkan tersangka dengan inisial NAM,” ungkap Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, dalam konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2025). Direktuk Penyidikan […]

expand_less