Nobar Piala Dunia 2026, Pemprov Kaltim Bidik Euforia Bola Dongkrak UMKM
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mematangkan strategi menyambut penayangan Piala Dunia FIFA 2026 melalui TVRI Kalimantan Timur sebagai official broadcaster. Selain menghadirkan tontonan gratis bagi masyarakat, Pemprov juga menyiapkan agenda nonton bareng (nobar) berskala luas dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menyediakan fasilitas nobar di berbagai titik strategis, termasuk ruang terbuka dan fasilitas publik. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap siaran Piala Dunia sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
“Kita akan siapkan tempat nonton bareng secara gratis dan mengundang pelaku UMKM di Kalimantan Timur. Tujuannya, selain memberikan hiburan bagi masyarakat, juga mendorong perekonomian UMKM lokal yang tumbuh di tengah antusiasme masyarakat menyaksikan Piala Dunia,” kata Seno Aji usai kegiatan Kick Off Bola Gembira Piala Dunia 2026, Minggu, 1 Februari 2025.
Menurut Seno, nobar tidak semata menjadi ruang berkumpul untuk merayakan euforia sepak bola, tetapi juga momentum untuk memperkuat perputaran ekonomi masyarakat. Dengan menempatkan UMKM di sekitar lokasi nobar, pemerintah berharap terjadi interaksi langsung antara pelaku usaha dan penonton.
Pemprov Kaltim juga menekankan pentingnya siaran Piala Dunia melalui TVRI sebagai lembaga penyiaran publik. Akses ini dinilai krusial untuk menjangkau masyarakat di wilayah pelosok dan daerah yang belum terlayani televisi swasta, sehingga hak publik atas tontonan berkualitas dapat terpenuhi secara merata.
Selain itu, Pemprov mendorong TVRI Kalimantan Timur berperan sebagai creative hub sekaligus pusat aktivitas nobar. Stasiun televisi tersebut diharapkan dapat memfasilitasi keterlibatan komunitas, pemuda, dan pelaku kreatif daerah dalam rangkaian kegiatan Piala Dunia 2026.
“Ini bukan nobar biasa, tetapi sarana menghidupkan ruang publik, mempererat kebersamaan, serta memberi ruang bagi UMKM dan pelaku kreatif untuk menampilkan produknya kepada masyarakat luas,” ujar Seno.
Melalui skema tersebut, pemerintah berharap Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi peristiwa olahraga, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan penguatan sektor UMKM di Kalimantan Timur.(Zenn)
- Penulis: redaksi Beraunews

Saat ini belum ada komentar