Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pembangunan » DPUPR Berau Siapkan Penanganan Jalan Usaha Tani Pesisir pada 2026

DPUPR Berau Siapkan Penanganan Jalan Usaha Tani Pesisir pada 2026

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • visibility 629
  • print Cetak

BERAU – Dorongan masyarakat pesisir agar akses menuju lahan pertanian segera diperbaiki kembali mengemuka. Permintaan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) disebut terus muncul hampir di setiap forum perencanaan daerah.

Pihak DPUPR Berau mengakui aspirasi tersebut memang menjadi salah satu usulan yang paling sering disampaikan warga, baik lewat musrenbang maupun surat langsung ke dinas. Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, Junaidi, menyebut kebutuhan akses pertanian di kawasan pesisir memang tergolong tinggi.

Menurutnya, setiap usulan yang masuk tidak langsung dikerjakan, melainkan lebih dulu dipilah dalam rencana kerja perangkat daerah. Penentuan prioritas dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah yang masih terbatas.

“Tiap tahun permintaan selalu ada, tapi tidak semuanya bisa langsung ditangani,” ujarnya.

Meski realisasi tahun ini belum banyak, pemerintah daerah sudah menyiapkan rencana penanganan untuk tahun depan. Sejumlah titik di wilayah pesisir Talisayan hingga Batu Putih masuk dalam daftar perbaikan JUT 2026. Rencananya, masing-masing wilayah akan mendapat penanganan di beberapa ruas, meskipun skalanya masih terbatas.

Kondisi jalan yang masih berupa tanah menjadi persoalan utama. Saat hujan turun, jalur distribusi hasil panen kerap sulit dilalui kendaraan. Dampaknya, petani harus menanggung biaya angkut lebih mahal dan waktu tempuh lebih lama.

Pemerintah daerah menilai pembangunan JUT tidak bisa berdiri sendiri sebagai proyek infrastruktur. Program ini juga berkaitan langsung dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan, sehingga pembahasannya melibatkan beberapa organisasi perangkat daerah.

“Penanganannya harus dibahas bersama, karena dampaknya bukan hanya ke jalan, tapi juga produktivitas petani,” jelasnya.

Meski anggaran belum memadai untuk menjangkau seluruh kebutuhan, pemerintah memastikan perbaikan akses pertanian di pesisir Berau akan tetap dilanjutkan secara bertahap. Upaya ini diharapkan bisa memperlancar distribusi hasil panen sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.(S)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disdik Berau Genjot Kombel dan Diklat Deep Learning demi Pemerataan Mutu Guru

    Disdik Berau Genjot Kombel dan Diklat Deep Learning demi Pemerataan Mutu Guru

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 310
    • 0Komentar

    BERAU – Dinas Pendidikan Kabupaten Berau merombak pola pembinaan guru dengan menggeser peran Kelompok Kerja Guru (KKG) ke format baru bernama Komunitas Belajar (Kombel). Skema ini dijalankan beriringan dengan Balai Guru Pendidikan BGTK dan diproyeksikan menjadi tulang punggung peningkatan kompetensi pendidik di daerah. Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Disdik Berau, Mustaring, menyatakan […]

  • Telkomsel Hadirkan Hyper 5G di Tanjung Redeb, Internet Ultra Cepat Mulai Tersedia di Jantung Berau

    Telkomsel Hadirkan Hyper 5G di Tanjung Redeb, Internet Ultra Cepat Mulai Tersedia di Jantung Berau

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 736
    • 0Komentar

    Tarakan — Telkomsel mulai menghadirkan jaringan Hyper 5G di kota Tarakan dan Tanjung Redeb. Layanan ini memungkinkan pelanggan menikmati konektivitas 5G dengan kecepatan tinggi dan latensi rendah di sejumlah titik keramaian. Saat ini, jaringan Hyper 5G dapat diakses di beberapa lokasi strategis, antara lain Grand Tarakan Mall, kantor Telkomsel GraPARI di Tanjung Redeb, serta kawasan […]

  • Potensi Wisata dan UMKM Jadi Fokus Pengembangan Talisayan di Era IKN

    Potensi Wisata dan UMKM Jadi Fokus Pengembangan Talisayan di Era IKN

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 610
    • 0Komentar

    Talisayan – Meskipun Kampung Talisayan saat ini berstatus mandiri, yang artinya kampung telah memiliki nilai Indeks Pembangunan Desa (IPD) lebih dari 75, namun hal itu jangan lantas membuat pemerintah kampung berpuas diri. Meskipun Talisayan ini sudah mandiri, mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar yang mencukupi, infrastruktur yang memadai, aksesibilitas/transportasi yang tidak sulit, pelayanan umum […]

  • Pemkab Berau Harus Siapkan Aturan Tegas Penambangan Pasir

    Pemkab Berau Harus Siapkan Aturan Tegas Penambangan Pasir

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb –  Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, angkat bicara terkait kelangkaan pasir yang kini dirasakan di Kabupaten Berau. Meskipun sudah ada pertemuan dengan Forkopimda, dikatakannya semua dikembalikan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. “Perputaran ekonomi di Berau cukup terganggu dengan adanya masalah ini. Memang kita bisa ambil pasir dari Bulungan, tapi perputaran uangnya […]

  • Mimpi Tambang Tak Lagi Pasti, Tenaga Lokal Terdesak di Tengah PHK

    Mimpi Tambang Tak Lagi Pasti, Tenaga Lokal Terdesak di Tengah PHK

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    BERAU — Persaingan kerja di sektor pertambangan di Kabupaten Berau kian ketat di tengah masuknya tenaga kerja dari luar daerah dan berkurangnya tenaga kerja lokal. Kondisi ini menjadi sorotan pemerintah daerah karena dinilai mempersempit peluang kerja bagi masyarakat setempat. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Berau, Anang Sapriani, mengatakan fenomena tersebut terjadi bersamaan dengan penyesuaian […]

  • Long Ayap Dilanda Banjir Terparah, Warga Mengungsi dan Butuh Bantuan Mendesak

    Long Ayap Dilanda Banjir Terparah, Warga Mengungsi dan Butuh Bantuan Mendesak

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 884
    • 0Komentar

    SEGAH – Banjir di Kampung Long Ayap Kecamatan Segah mulai mengkhawatirkan. Selain ketinggian debit banjir yang sudah mencapai 5 meter dengan arus yang cukup deras, banjir pada Selasa (27/5/2025) membuat beberapa bangunan hanyut.   “Posko Kesehatan Desa (Poskesdes), SD, Perumahan Guru, Aula Adat, hingga Gereja habis lenyap terbawa arus banjir,” terang salah satu warga Kampung […]

expand_less