Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pembangunan » DPUPR Berau Siapkan Penanganan Jalan Usaha Tani Pesisir pada 2026

DPUPR Berau Siapkan Penanganan Jalan Usaha Tani Pesisir pada 2026

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • visibility 600
  • print Cetak

BERAU – Dorongan masyarakat pesisir agar akses menuju lahan pertanian segera diperbaiki kembali mengemuka. Permintaan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) disebut terus muncul hampir di setiap forum perencanaan daerah.

Pihak DPUPR Berau mengakui aspirasi tersebut memang menjadi salah satu usulan yang paling sering disampaikan warga, baik lewat musrenbang maupun surat langsung ke dinas. Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, Junaidi, menyebut kebutuhan akses pertanian di kawasan pesisir memang tergolong tinggi.

Menurutnya, setiap usulan yang masuk tidak langsung dikerjakan, melainkan lebih dulu dipilah dalam rencana kerja perangkat daerah. Penentuan prioritas dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah yang masih terbatas.

“Tiap tahun permintaan selalu ada, tapi tidak semuanya bisa langsung ditangani,” ujarnya.

Meski realisasi tahun ini belum banyak, pemerintah daerah sudah menyiapkan rencana penanganan untuk tahun depan. Sejumlah titik di wilayah pesisir Talisayan hingga Batu Putih masuk dalam daftar perbaikan JUT 2026. Rencananya, masing-masing wilayah akan mendapat penanganan di beberapa ruas, meskipun skalanya masih terbatas.

Kondisi jalan yang masih berupa tanah menjadi persoalan utama. Saat hujan turun, jalur distribusi hasil panen kerap sulit dilalui kendaraan. Dampaknya, petani harus menanggung biaya angkut lebih mahal dan waktu tempuh lebih lama.

Pemerintah daerah menilai pembangunan JUT tidak bisa berdiri sendiri sebagai proyek infrastruktur. Program ini juga berkaitan langsung dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan, sehingga pembahasannya melibatkan beberapa organisasi perangkat daerah.

“Penanganannya harus dibahas bersama, karena dampaknya bukan hanya ke jalan, tapi juga produktivitas petani,” jelasnya.

Meski anggaran belum memadai untuk menjangkau seluruh kebutuhan, pemerintah memastikan perbaikan akses pertanian di pesisir Berau akan tetap dilanjutkan secara bertahap. Upaya ini diharapkan bisa memperlancar distribusi hasil panen sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.(S)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Stok 46 Ton Belum Terserap, Berau Siapkan Tambahan Cadangan Pangan Tunggu Kepastian Harga Bulog

    Stok 46 Ton Belum Terserap, Berau Siapkan Tambahan Cadangan Pangan Tunggu Kepastian Harga Bulog

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Dinas Pangan Kabupaten Berau merencanakan penambahan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebesar 100 ton pada 2026. Langkah ini disiapkan untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah potensi gangguan distribusi dan bencana. Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Berau, Basri, mengatakan stok CPPD saat ini sekitar 46 ton. Cadangan tersebut merupakan sisa […]

  • 74 SPPG di Kaltim Terdampak, Berau Hentikan Sementara Program MBG demi Standar Sanitasi

    74 SPPG di Kaltim Terdampak, Berau Hentikan Sementara Program MBG demi Standar Sanitasi

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    BERAU — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau dihentikan sementara sejak Senin, 6 April 2026. Penghentian ini dilakukan menyusul perbaikan sarana dan prasarana di sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kepala Dinas Pangan Berau yang juga tergabung dalam Satuan Tugas MBG, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Badan […]

  • PBB Tetap, Retribusi Ringan Diharap Jadi Penopang PAD Berau

    PBB Tetap, Retribusi Ringan Diharap Jadi Penopang PAD Berau

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.213
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau memastikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tetap tidak mengalami kenaikan. Namun, masyarakat diingatkan agar tidak mengabaikan kontribusi kecil seperti retribusi parkir atau pungutan serupa, sebab semuanya menjadi bagian dari pendapatan daerah untuk membiayai pembangunan. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan keputusan tidak menaikkan PBB diambil dengan mempertimbangkan kondisi […]

  • Sekda Berau Soroti Potensi Konflik Lahan, Dorong Perlindungan Masyarakat Adat

    Sekda Berau Soroti Potensi Konflik Lahan, Dorong Perlindungan Masyarakat Adat

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau menyoroti potensi konflik lahan yang kerap muncul seiring masuknya investasi di sektor perkebunan dan pertambangan. Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, mengatakan konflik umumnya terjadi akibat tumpang tindih klaim lahan antara masyarakat dan perusahaan. “Ketika perusahaan masuk, sering muncul klaim dari masyarakat. Di sisi lain, ada persoalan administrasi di tingkat […]

  • Wendy Lie Jaya Buka Suara Soal Keluar dari Nasdem

    Wendy Lie Jaya Buka Suara Soal Keluar dari Nasdem

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 951
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Wendy Lie Jaya, mantan anggota DPRD Kabupaten Berau periode 2019-2024, tengah menjadi sorotan publik setelah memutuskan untuk keluar dari Partai Nasdem. Keputusan ini membuatnya dianggap oleh sebagian pihak sebagai pengkhianat atau bahkan sebagai “kutu loncat”. Namun, Wendy, yang kini lebih dikenal dengan sapaan akrabnya, memberikan penjelasan mendalam mengenai langkah politik yang diambilnya. […]

  • Listrik Menyala, Masyarakat BMJ Bahagia

    Listrik Menyala, Masyarakat BMJ Bahagia

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 926
    • 0Komentar

    BIATAN- Setelah penantian lebih dari 25 tahun, masyarakat Kampung Bukit Makmur Jaya (BMJ), Kecamatan Biatan, akhirnya bisa merasakan kemajuan signifikan dengan masuknya aliran listrik ke pemukiman mereka. Bagi warga yang tinggal di bekas pemukiman transmigrasi ini, keberadaan listrik merupakan perubahan besar yang sangat dinanti. “Alhamdulillah, sekarang tiap lorong RT bisa terang benderang pada malam hari,” […]

expand_less