Pertamina Imbau Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman
- account_circle admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG SELOR — Isu mengenai ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut-sebut hanya tersisa sekitar 21 hari sempat beredar luas di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
Di beberapa daerah, kabar tersebut bahkan memicu pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Salah satunya dilaporkan terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat, di mana sejumlah warga mendatangi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk membeli BBM dalam jumlah besar karena khawatir terjadi kelangkaan.
Namun kondisi serupa belum terlihat di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU, aktivitas pembelian BBM masih berjalan normal dan belum ditemukan adanya penimbunan bahan bakar oleh masyarakat.
Meski demikian, sebagian warga mengaku sempat khawatir setelah mendengar informasi tersebut. Roni, salah seorang warga Bulungan, mengatakan sempat merasa cemas ketika mendengar kabar bahwa stok BBM nasional hanya tersisa sekitar 21 hari.
“Jujur saja saya sempat takut ketika mendengar kabar itu. Kalau stok BBM benar hanya 21 hari, tentu akan berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat dan perekonomian daerah,” kata Roni, Sabtu malam (7/3).
Ia mengaku kini merasa lebih tenang setelah mendapat penjelasan bahwa ketersediaan BBM nasional masih dalam kondisi aman. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memastikan distribusi BBM tetap lancar, khususnya di Kabupaten Bulungan.
Menanggapi isu yang beredar, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menegaskan bahwa pasokan BBM nasional saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.
Menurut dia, stok BBM sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina merupakan stok operasional yang secara normal dijaga dalam sistem logistik energi nasional.
“Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional,” kata Roberth.
Ia menjelaskan stok tersebut merupakan cadangan BBM yang sudah berada di fasilitas penyimpanan nasional dan siap disalurkan kepada masyarakat. Jumlahnya juga bersifat dinamis karena terus diperbarui sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi.
Pengisian kembali stok dilakukan secara berkala melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan sebelumnya.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga memiliki sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah di Indonesia.
Roberth menambahkan pihaknya juga terus memantau perkembangan situasi geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Pertamina telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, antara lain diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan sistem logistik, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun memastikan stok BBM di wilayah Kalimantan dalam kondisi aman.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi energi tetap berjalan lancar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pembelian yang berlebihan justru berpotensi mengganggu kelancaran distribusi yang selama ini berjalan normal,” kata Edi.
Menurut dia, Pertamina berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat, dunia usaha, dan perekonomian nasional, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi BBM.(*/)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar