Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Sekda Berau Soroti Potensi Konflik Lahan, Dorong Perlindungan Masyarakat Adat

Sekda Berau Soroti Potensi Konflik Lahan, Dorong Perlindungan Masyarakat Adat

  • account_circle admin
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau menyoroti potensi konflik lahan yang kerap muncul seiring masuknya investasi di sektor perkebunan dan pertambangan.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, mengatakan konflik umumnya terjadi akibat tumpang tindih klaim lahan antara masyarakat dan perusahaan.

“Ketika perusahaan masuk, sering muncul klaim dari masyarakat. Di sisi lain, ada persoalan administrasi di tingkat kampung dan kecamatan,” ujarnya dalam sosialisasi pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat, Kamis, 9 April 2026.

Ia menjelaskan, persoalan juga dipicu oleh penerbitan dokumen yang tidak akurat, seperti Surat Keterangan Penguasaan Tanah (SKPT) yang bisa terbit lebih dari satu akibat pergantian pejabat atau lemahnya penelusuran riwayat lahan.

Selain itu, terdapat kasus benturan antara izin yang diterbitkan pemerintah pusat, seperti Hak Guna Usaha (HGU), dengan klaim masyarakat yang telah lama mengelola lahan tersebut.

Menurut dia, kondisi ini berpotensi menimbulkan persoalan hukum jika tidak ditangani secara hati-hati.

Muhammad Said menekankan pentingnya peran semua pihak, termasuk tokoh adat, untuk menjaga netralitas dan mendorong penyelesaian konflik secara bijak.

Ia juga meminta perusahaan memiliki komitmen terhadap masyarakat sekitar, termasuk dalam memberikan perlindungan dan kompensasi yang layak.

“Perusahaan boleh masuk, tapi harus ada komitmen membantu masyarakat. Jangan sampai masyarakat tidak mendapatkan perlindungan,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjut dia, juga mendorong keterlibatan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memberikan kejelasan hak kewilayahan masyarakat adat guna mencegah konflik di masa mendatang.

Ia mengingatkan pengakuan masyarakat adat tidak boleh memicu perpecahan di tingkat lokal dan harus tetap menjaga persatuan.

Menurut dia, pengelolaan konflik yang baik justru dapat mendukung pembangunan daerah, sementara konflik yang tidak terkendali berpotensi menghambat investasi.

“Ini momentum untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan masyarakat adat,” ujar Muhammad Said. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid Lama Berpotensi Salah Arah Kiblat, Kemenag Berau Siap Kalibrasi

    Masjid Lama Berpotensi Salah Arah Kiblat, Kemenag Berau Siap Kalibrasi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Kementerian Agama Kabupaten Berau membuka layanan kalibrasi arah kiblat bagi masjid dan musala yang diduga belum presisi menghadap ke arah Ka’bah. Layanan ini disediakan sebagai respons atas temuan masyarakat yang kerap melihat perbedaan arah kiblat melalui aplikasi penunjuk arah di telepon genggam. Kepala Kemenag Berau Kabul Budiono mengatakan perbedaan arah kiblat pada […]

  • Komisi III Minta Pemerintah Sediakan Wadah Anak Muda: Bukan Hanya Mengawasi, Tapi Hadirkan Alternatif Sehat

    Komisi III Minta Pemerintah Sediakan Wadah Anak Muda: Bukan Hanya Mengawasi, Tapi Hadirkan Alternatif Sehat

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 695
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Di tengah meningkatnya kecemasan publik soal pergaulan bebas di kalangan remaja, Anggota Komisi III DPRD Berau, Oktavia, menilai ada persoalan lain yang tak kalah mendesak, terbatasnya ruang kegiatan positif bagi generasi muda di Bumi Batiwakkal. Oktavia mengatakan bahwa seruan kepada orang tua untuk memperketat pengawasan memang penting, tetapi tidak cukup. Pemerintah, menurutnya, […]

  • Bahasa Inggris Jadi Batu Sandungan, Disbudpar Siap Revisi Seleksi Duta Wisata Berau

    Bahasa Inggris Jadi Batu Sandungan, Disbudpar Siap Revisi Seleksi Duta Wisata Berau

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.131
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Acara grand final pemilihan Duta Wisata pada Minggu (18/5/2025) menjadi sorotan, ketika salah satu finalis yang diberikan pertanyaan berbahasa Inggris, tak memahami dan memberikan jawaban. Dikonfirmasi tentang hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Berau, Ilyas Natsir mengakui hal itu. Bahkan, hal ini akan menjadi evaluasi bagi tahapan seleksi calon Duta […]

  • Bazar Ramadan di Tanjung Redeb Semarakkan Ekonomi Warga dan Hadirkan Kajian Islami

    Bazar Ramadan di Tanjung Redeb Semarakkan Ekonomi Warga dan Hadirkan Kajian Islami

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 251
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Suasana Ramadan semakin semarak dengan dibukanya bazar yang berlokasi di Jalan Diponegoro (19/2/2026). Kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan pedagang kaki lima, untuk meningkatkan pendapatan selama bulan suci. Bazar tersebut menghadirkan beragam pilihan makanan dan minuman khas berbuka puasa yang menarik minat pengunjung […]

  • Ketua TP PKK Pusat dan Rombongan Sapa Maratua

    Ketua TP PKK Pusat dan Rombongan Sapa Maratua

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Tri Tito Karnavian, melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Berau. Tiba di Bandara Kalimarau pada Selasa (9/7/2024), rombongan yang turut diikuti oleh Utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, dan Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik, disambut hangat oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. […]

  • Dinas Pangan Berau Dorong Penyesuaian Kebijakan HET Pangan Nasional

    Dinas Pangan Berau Dorong Penyesuaian Kebijakan HET Pangan Nasional

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kenaikan harga beras dari sejumlah daerah produsen, terutama Jawa dan Surabaya, membuat pasokan yang masuk ke Kabupaten Berau berada jauh di atas batas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini menyulitkan distributor untuk mengikuti regulasi secara penuh. Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengungkapkan bahwa tingginya harga di tingkat asal menjadi penyebab utama […]

expand_less