Disbudpar Berau Mulai Tata Air Terjun Bidadari untuk Pengembangan Geowisata Berkelanjutan
- account_circle admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 28
- print Cetak

BERAU — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau mulai menyiapkan penataan Air Terjun Bidadari atau yang dikenal masyarakat lokal sebagai Air Terjun Lingkacang di Kampung Teluk Sumbang. Destinasi wisata tersebut dinilai memiliki potensi besar karena berada dalam kawasan geosite Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan objek wisata itu hingga kini memang belum banyak dikenal masyarakat luas. Selain letaknya yang tersembunyi, akses menuju lokasi masih menjadi tantangan bagi wisatawan.
“Memang aksesnya masih cukup menantang, tetapi justru itu menjadi perhatian kami untuk ditata secara bertahap. Ke depan, pengelolaannya diarahkan menjadi destinasi geowisata berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Yudha, Rabu, 29 April 2026.
Menurut dia, konsep utama yang akan diterapkan dalam pengembangan Air Terjun Bidadari adalah Community Based Tourism (CBT). Melalui konsep tersebut, masyarakat lokal diharapkan menjadi pelaku utama sehingga manfaat ekonomi sektor pariwisata dapat dirasakan langsung oleh warga setempat.
Strategi pengembangan yang disiapkan mencakup peningkatan akses jalan dan keamanan pengunjung, penataan fasilitas dasar atau amenitas, hingga penguatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“Kami juga berencana mengembangkan paket wisata minat khusus dan mengintegrasikan Air Terjun Bidadari dengan kawasan wisata yang sudah ada di Biduk-Biduk agar menjadi satu kesatuan rute perjalanan yang menarik,” tambahnya.
Pada tahun ini, Disbudpar Berau mulai melakukan pemetaan kebutuhan penataan serta pendampingan kepada masyarakat. Mengingat status kawasan sebagai bagian dari geosite, Yudha menegaskan pengembangannya harus tetap mengedepankan prinsip ekowisata.
“Pengembangannya harus menjaga prinsip konservasi dan keberlanjutan. Harapan kami, Air Terjun Bidadari tidak hanya sekadar menjadi hidden gem, tetapi tumbuh sebagai destinasi quality and sustainable tourism,” katanya.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberi nilai tambah bagi perekonomian lokal sekaligus memperkuat citra pariwisata Berau dalam mendukung pengembangan kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. (tnr)
- Penulis: admin
