Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Berantas Mafia Pupuk, Ribuan Izin Distributor Dicabut

Berantas Mafia Pupuk, Ribuan Izin Distributor Dicabut

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 210
  • print Cetak

Jakarta-Pemerintah terus memperketat pengawasan distribusi pupuk subsidi demi melindungi petani dari praktik mafia pangan yang selama ini dinilai merugikan sektor pertanian nasional. Di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kementerian Pertanian Republik Indonesia mulai melakukan pembenahan besar-besaran terhadap tata kelola pupuk subsidi agar lebih tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses petani.

Sebagai langkah tegas, Kementerian Pertanian mencabut sebanyak 2.231 izin pengecer dan distributor pupuk subsidi yang terbukti melanggar aturan distribusi maupun harga eceran tertinggi (HET). Kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan pupuk subsidi benar-benar sampai kepada petani yang berhak menerima.

“Karena itu kami benahi distribusinya, kami sederhanakan tata kelolanya, kami perkuat pengawasannya, dan kami cabut izin pihak-pihak yang merugikan petani,” ujar Amran dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Pemerintah menilai selama ini panjangnya rantai distribusi serta lemahnya pengawasan membuka celah bagi mafia pupuk memainkan distribusi subsidi di lapangan. Dampaknya, banyak petani kesulitan mendapatkan pupuk dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Menurut Amran, reformasi distribusi pupuk menjadi langkah strategis untuk memutus praktik permainan mafia yang tidak hanya merugikan petani, tetapi juga mengganggu ketahanan pangan nasional.

“Kami ingin petani mendapatkan pupuk dengan mudah, cepat, dan sesuai haknya. Jangan sampai ada lagi permainan distribusi yang menyusahkan petani,” tegasnya.

Selain memperbaiki sistem distribusi, pemerintah juga menggandeng Satgas Pangan Polri dan aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan distribusi pupuk subsidi di seluruh daerah. Pengawasan dilakukan mulai dari produsen, distributor, pengecer hingga penyaluran kepada kelompok tani.

Sepanjang periode 2024 hingga 2026, Satgas Pangan Polri tercatat telah menangani 92 kasus mafia pangan. Dari jumlah tersebut, 27 kasus berkaitan dengan pupuk subsidi. Sementara sisanya meliputi 46 kasus beras, 16 kasus minyak goreng, dan tiga kasus internal. Dalam pengungkapan itu, aparat telah menetapkan 77 tersangka.

Tak hanya persoalan distribusi, pemerintah juga menemukan maraknya praktik peredaran pupuk palsu yang menyebabkan kerugian besar bagi petani. Pupuk palsu tersebut diketahui tidak memiliki kandungan unsur hara sesuai standar sehingga berdampak terhadap gagal tumbuh tanaman hingga penurunan hasil panen.

Kementerian Pertanian memperkirakan kerugian akibat penggunaan pupuk palsu mencapai Rp3,2 hingga Rp3,3 triliun. Karena itu, pengawasan kualitas pupuk di lapangan kini turut diperketat.

Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat reformasi distribusi pupuk subsidi melalui sistem digital elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau e-RDKK. Sistem tersebut memungkinkan data petani, luas lahan, jenis komoditas, hingga kebutuhan pupuk tercatat secara digital sehingga distribusi dinilai lebih transparan dan akuntabel.

“Digitalisasi membuat distribusi lebih transparan dan tepat sasaran. Kami ingin subsidi benar-benar diterima petani yang berhak,” jelas Amran.

Selain digitalisasi, pemerintah juga memangkas 145 regulasi terkait penyaluran pupuk subsidi pada era Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah turut menurunkan HET pupuk subsidi hingga 20 persen untuk sejumlah jenis pupuk utama seperti Urea, NPK Phonska, NPK Formula Khusus, ZA, hingga pupuk organik.

Menurut Amran, pembenahan distribusi pupuk menjadi salah satu kunci menjaga produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

“Kalau pupuk mudah diperoleh dan distribusinya bersih, produksi meningkat, petani untung, dan pangan nasional semakin kuat. Itu tujuan utama yang terus kami perjuangkan,” pungkasnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Kasus Narkotika Terungkap di Berau, Barang Bukti 42,84 Gram Sabu Dimusnahkan

    Empat Kasus Narkotika Terungkap di Berau, Barang Bukti 42,84 Gram Sabu Dimusnahkan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    BERAU – Satuan Reserse Narkoba Polres Berau memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 42,84 gram pada Selasa, 5 Mei 2026. Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan empat kasus narkotika dengan lima orang tersangka. Pemusnahan dilakukan di Ruang Gelar Satresnarkoba Polres Berau dan disaksikan sejumlah pihak, mulai dari unsur pengadilan, kejaksaan, penasihat hukum, hingga instansi […]

  • FGD Penyusunan Dokumen Rencana Pengentasan Pembangunan Berkelanjutan Bagi Kabupaten Berau

    FGD Penyusunan Dokumen Rencana Pengentasan Pembangunan Berkelanjutan Bagi Kabupaten Berau

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.114
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan berkelanjutan di Gedung Ruang Rapat RKPD Bapelitbang. Rabu, (13/11/2024). Kabupaten Berau memiliki potensi dalam pengembangan Ekonomi dan Lingkungan yang berkelanjutan. Dimana Berau memiliki kontribusi PAD terbesar adalah dari sektor pertambangan yang mengacu pada pembangunan SDG’s. Kepala Bapelitbang, […]

  • Bukan Hanya Infrastruktur, Rudi Mangunsong: Wisata Berau Butuh Konten Kuat Berbasis Budaya dan Alam

    Bukan Hanya Infrastruktur, Rudi Mangunsong: Wisata Berau Butuh Konten Kuat Berbasis Budaya dan Alam

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 887
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, mendorong pengelola destinasi wisata di Kabupaten Berau untuk tidak hanya mengandalkan keindahan alam, melainkan juga memperkaya pengalaman wisatawan melalui atraksi dan kegiatan tambahan yang kreatif dan berbasis kearifan lokal. Menurutnya, potensi wisata Berau yang luar biasa selama ini belum dimaksimalkan sepenuhnya. Keindahan pantai, laut, […]

  • Syarifatul Minta Kontraktor Baru Ambil Alih Tenaga Lokal

    Syarifatul Minta Kontraktor Baru Ambil Alih Tenaga Lokal

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    BERAU – Berakhirnya kontrak kerja sama salah satu kontraktor pertambangan besar, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), di Kabupaten Berau memicu kekhawatiran massal terkait lonjakan angka pengangguran. Menyikapi situasi tersebut, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, mendesak agar kontraktor baru yang masuk segera mengamankan nasib para pekerja lokal […]

  • Bikin Warga Berau Pusing, Gas Melon Makin Susah Ditemukan

    Bikin Warga Berau Pusing, Gas Melon Makin Susah Ditemukan

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 874
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (gas melon) kembali menjadi keluhan bagi masyarakat, terutama pedagang kecil. Salah satunya, Idawati, seorang pedagang kaki lima yang mengaku seringkali kesulitan mendapatkan pasokan gas melon untuk menjalankan usahanya. “Sering sekali saya harus mencari gas ke beberapa pangkalan, tapi seringkali habis. Kalau pun ada di tingkat pengecer, harga sudah […]

  • Tren Penyerapan Gabah Naik, Petani Berau Punya Harapan Baru

    Tren Penyerapan Gabah Naik, Petani Berau Punya Harapan Baru

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 562
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh Indonesia pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Di Kabupaten Berau, kegiatan ini menjangkau 13 kecamatan dengan sasaran 2.700 penerima manfaat. Program ini merupakan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, Bulog, TNI, dan Polri. Wakil Bupati Berau, Gamalis, hadir langsung di Pendopo Kecamatan Tanjung Redeb […]

expand_less