Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pansus TJSL Temukan Berbagai Persoalan Pengelolaan CSR di Kalimantan Timur

Pansus TJSL Temukan Berbagai Persoalan Pengelolaan CSR di Kalimantan Timur

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
  • visibility 167
  • print Cetak

SAMARINDA – Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) DPRD Kalimantan Timur menyampaikan tujuh rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai upaya memperbaiki tata kelola program Corporate Social Responsibility (CSR) atau TJSL perusahaan di daerah tersebut.

Rekomendasi itu disampaikan setelah pansus menyelesaikan masa kerja selama hampir lima bulan. Selama periode tersebut, pansus melakukan berbagai agenda pembahasan, mulai dari rapat internal, inspeksi lapangan, rapat dengar pendapat dengan perusahaan sektor pertambangan dan perkebunan, hingga konsultasi dengan sejumlah kementerian di Jakarta.

Ketua Pansus TJSL DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, mengatakan masih terdapat berbagai persoalan mendasar dalam pelaksanaan TJSL yang memerlukan pembenahan.

Pria yang akrab disapa Ayub itu menjelaskan, pansus dibentuk berdasarkan Keputusan DPRD Kalimantan Timur Nomor 60 Tahun 2025 tentang Pembentukan Panitia Khusus Pembahas Rancangan Peraturan Daerah Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.

Masa kerja pansus awalnya ditetapkan selama tiga bulan, terhitung sejak 15 Desember 2025 hingga 16 Maret 2026. Namun, masa tugas tersebut diperpanjang selama dua bulan hingga 18 Mei 2026 untuk mendalami sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan.

Selama masa kerjanya, pansus melaksanakan sedikitnya 16 agenda yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat, perusahaan, serta kementerian terkait.

“Selama lima bulan kami melakukan pembahasan, memanggil perusahaan, turun ke lapangan, serta berkonsultasi dengan kementerian. Dari seluruh proses itu, kami menemukan banyak persoalan mendasar yang harus segera dibenahi dalam tata kelola TJSL di Kalimantan Timur,” kata Ayub saat rapat paripurna DPRD Kaltim.

Menurut dia, salah satu temuan utama pansus adalah masih banyak perusahaan yang memandang TJSL sebatas kegiatan sosial atau bantuan sukarela. Padahal, program tersebut merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, sejumlah program CSR dinilai belum selaras dengan kebutuhan masyarakat maupun arah pembangunan daerah.

“Masih banyak perusahaan yang memandang TJSL sebatas bantuan sosial atau sumbangan sukarela. Padahal ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Revisi Perda Jadi Prioritas

Dalam rekomendasi pertama, pansus meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melakukan revisi menyeluruh terhadap Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan TJSL.

Menurut pansus, regulasi yang berlaku saat ini belum mampu menjawab berbagai persoalan pengelolaan dan pengawasan TJSL yang berkembang di lapangan.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta segera menerbitkan Peraturan Gubernur yang mengatur petunjuk teknis pelaporan, audit operasional, serta penetapan wilayah terdampak berdasarkan kategori Ring 1, Ring 2, dan Ring 3.

“Perda yang ada saat ini sudah tidak lagi mampu menjawab kebutuhan pengawasan dan pengelolaan TJSL. Karena itu perlu dilakukan revisi total agar memiliki kepastian hukum yang lebih kuat,” kata Ayub.

Usulkan Sistem Sanksi dan Penghargaan

Rekomendasi kedua berkaitan dengan penerapan sistem penghargaan dan sanksi atau reward and punishment bagi perusahaan.

Pansus menilai lemahnya pengawasan selama ini tidak terlepas dari belum adanya sanksi yang tegas terhadap perusahaan yang tidak menjalankan kewajiban TJSL.

Sanksi yang diusulkan meliputi teguran tertulis, pengumuman kepada publik melalui media massa, hingga rekomendasi pembekuan atau pencabutan izin usaha kepada kementerian terkait.

Sebaliknya, perusahaan yang dinilai patuh diusulkan memperoleh kemudahan dalam proses birokrasi sebagai bentuk apresiasi.

“Aturan tanpa sanksi tidak akan efektif. Jika tidak ada konsekuensi yang jelas, perusahaan yang tidak patuh akan terus mengabaikan kewajibannya,” ujar Ayub.

Dorong Digitalisasi Tata Kelola TJSL

Pansus juga merekomendasikan pembangunan sistem terpadu berbasis satu pintu atau One Gate System untuk mendukung transparansi pengelolaan TJSL.

Sistem tersebut diharapkan memuat data rencana kerja tahunan perusahaan, lokasi pelaksanaan program, hingga besaran anggaran yang disalurkan kepada masyarakat.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur diusulkan menjadi leading sector dalam pembangunan sistem tersebut.

“Masyarakat harus bisa mengetahui siapa yang menjalankan program TJSL, berapa anggarannya, dan di mana program itu dilaksanakan. Transparansi adalah kunci pengawasan,” katanya.

CSR Diminta Selaras dengan RPJMD

Rekomendasi berikutnya adalah penyusunan blueprint pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalimantan Timur.

Pansus menilai program TJSL tidak boleh lagi bersifat seremonial maupun kegiatan jangka pendek yang minim dampak bagi masyarakat.

Dana CSR perusahaan diharapkan dapat diarahkan untuk mendukung penyelesaian persoalan prioritas daerah, seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Perusahaan tidak boleh lagi berjalan sendiri-sendiri. Program TJSL harus sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah,” ucap Ayub.

Forum TJSL dan Pengawasan Perlu Diperkuat

Dalam rekomendasi kelima, pansus meminta dilakukan restrukturisasi Forum TJSL Kalimantan Timur dengan melibatkan unsur akademisi independen dan masyarakat sipil.

Langkah tersebut dinilai penting agar forum dapat menjalankan fungsi sinkronisasi dan evaluasi program secara lebih optimal.

“Forum TJSL harus benar-benar berfungsi melakukan sinkronisasi program dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Dua rekomendasi lainnya berkaitan dengan rekonsiliasi data pelaporan dan penguatan pengawasan. Pansus meminta pembentukan tim bersama untuk menyinkronkan data TJSL antara pemerintah daerah dan kementerian terkait, mengingat masih banyak perusahaan yang melaporkan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) langsung ke pemerintah pusat.

Selain itu, DPRD Kalimantan Timur juga merekomendasikan pembentukan tim pengawas khusus pasca-pansus yang bertugas melakukan audit sosial dan lingkungan terhadap perusahaan yang dinilai tidak kooperatif.

“Perusahaan yang mangkir dari panggilan DPRD, tidak melaporkan realisasi TJSL, atau tidak kooperatif harus diaudit. Ini penting untuk memastikan tanggung jawab sosial perusahaan benar-benar dijalankan,” tegas Ayub.

Menurut dia, potensi dana TJSL yang disalurkan perusahaan setiap tahun sangat besar. Namun, manfaat program tersebut dinilai tidak akan optimal tanpa pengawasan yang kuat, transparansi yang memadai, dan arah kebijakan yang jelas.

“Tanpa pengawasan yang kuat, transparansi yang memadai, dan arah kebijakan yang jelas, dana tersebut berpotensi tidak memberikan dampak maksimal bagi masyarakat,” kata Ayub. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Cuma Dipakai, Kebaya Jadi Gerakan Ekonomi Kreatif Berau

    Bukan Cuma Dipakai, Kebaya Jadi Gerakan Ekonomi Kreatif Berau

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten Berau menyerukan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam memperingati Hari Kebaya Nasional, yang jatuh pada hari ini, Kamis (24/7/2025). “Hari Kebaya Nasional bukan sekadar seremoni. Ini adalah momentum penting untuk melestarikan kebaya sebagai warisan budaya bangsa dan mengapresiasi peran besar perempuan dalam sejarah dan pembangunan nasional,” ujarnya. Dalam rangka peringatan ini, Pemkab […]

  • Harga Batu Bara Melemah, DPRD Berau Ingatkan Beralih ke Sawit

    Harga Batu Bara Melemah, DPRD Berau Ingatkan Beralih ke Sawit

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 328
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Penurunan harga batu bara di pasar global mulai memunculkan kekhawatiran baru bagi perekonomian Kabupaten Berau. Sejumlah perusahaan tambang disebut telah memberi sinyal kemungkinan melakukan pengurangan tenaga kerja jika tren negatif komoditas tersebut terus berlanjut. Isyarat itu muncul dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara perusahaan tambang dan DPRD Berau beberapa hari lalu. Dalam pertemuan […]

  • Pjs Bupati Berau: Kolaborasi Pemerintah dan UMKM Kunci Sukses Inovasi Ikan Kaleng

    Pjs Bupati Berau: Kolaborasi Pemerintah dan UMKM Kunci Sukses Inovasi Ikan Kaleng

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau baru-baru ini meluncurkan produk olahan ikan dalam kaleng yang diproduksi oleh salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau. Produk ikan kaleng ini menjadi inovasi pertama di Kalimantan Timur yang memanfaatkan potensi sektor perikanan daerah setempat. Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan, […]

  • Warga Gunung Tabur Geger, Sesosok Jenazah Ditemukan di Dalam Rumah

    Warga Gunung Tabur Geger, Sesosok Jenazah Ditemukan di Dalam Rumah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Gunung Tabur — Warga RT 05 Gang Sepakat, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, digegerkan oleh penemuan sesosok jenazah di dalam sebuah rumah pada Selasa malam, 7 April 2026. Jenazah tersebut ditemukan sekitar pukul 20.00 WITA. Hingga pukul 21.16 WITA, proses evakuasi masih berlangsung oleh tim gabungan di lokasi kejadian. Mewakili Kapolsek Gunung Tabur, Wakapolsek Gunung […]

  • Forum Jurnalis Perempuan Kaltim: Peran Wanita Semakin Strategis di Dunia Kepemimpinan

    Forum Jurnalis Perempuan Kaltim: Peran Wanita Semakin Strategis di Dunia Kepemimpinan

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 721
    • 0Komentar

    Samarinda- Perempuan merupakan sosok yang digambarkan sebagai sosok yang memiliki kehangatan dan ketulusan. Khususnya peran perempuan dalam dalam memimpin, tidak heran seorang ibu mampu memberikan perhatian penuh dengan tutur kata lembut. Perempuan juga seringkali digambarkan sebagai sosok yang perasa, memiliki kemampuan dalam merespon, mengenali serta memahami persepsi dengan menyatakan pemahaman melalui unsur perhatian positif yang […]

  • DPRD Berau Soroti Hasil Razia Miras yang Minim, Minta Dugaan Kebocoran Dievaluasi

    DPRD Berau Soroti Hasil Razia Miras yang Minim, Minta Dugaan Kebocoran Dievaluasi

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 60
    • 0Komentar

    BERAU – Hasil operasi gabungan yang menyasar sejumlah tempat hiburan malam (THM) dan hotel di Kabupaten Berau menjadi sorotan. Meski melibatkan berbagai unsur dalam skala besar, razia tersebut hanya mengamankan sekitar 30 botol minuman keras (miras). Minimnya barang bukti yang ditemukan memunculkan dugaan adanya kebocoran informasi sebelum operasi digelar. Dugaan itu dinilai perlu menjadi perhatian agar […]

expand_less