Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » AKBP Rido Doly Kristian Beberkan Faktor yang Memicu Kejahatan Begal

AKBP Rido Doly Kristian Beberkan Faktor yang Memicu Kejahatan Begal

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 304
  • print Cetak

JAKARTA – Maraknya kasus pembegalan yang terjadi di berbagai daerah belakangan ini kembali menjadi perhatian publik. Tidak sedikit pelaku yang nekat menggunakan senjata tajam hingga senjata api rakitan saat beraksi, sehingga membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas yang melakukan penindakan.

AKBP Rido Doly Kristian, anggota Polri aktif yang memiliki kajian di bidang kriminologi, menjelaskan bahwa aksi begal merupakan salah satu bentuk kejahatan jalanan atau street crime yang umumnya menyasar pengguna jalan dengan cara merampas harta benda maupun kendaraan menggunakan ancaman atau kekerasan.

Menurutnya, dalam perspektif hukum pidana, tindakan pembegalan masuk dalam kategori pencurian dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Karakteristik utama kejahatan ini adalah pelaku datang secara tiba-tiba, bekerja secara berkelompok, menggunakan ancaman atau kekerasan, lalu melarikan diri dengan cepat setelah berhasil menguasai barang milik korban.

“Pelaku biasanya lebih dari satu orang untuk membagi peran. Mereka juga sering mempertontonkan aksi kekerasan untuk memberikan efek ketakutan kepada korban maupun masyarakat di sekitar lokasi kejadian,” ujar Rido dalam tulisannya.

Pelaku Tidak Memilih Korban Secara Acak

Berdasarkan pengalaman dalam pengungkapan kasus pembegalan dan ditinjau dari berbagai teori kriminologi, Rido menilai pelaku umumnya tidak memilih korban secara acak.

Sebelum beraksi, pelaku biasanya melakukan pengamatan terhadap calon korban yang dianggap rentan. Korban yang menjadi sasaran antara lain pengendara perempuan, pengendara yang melintas seorang diri, maupun anak-anak yang mengendarai sepeda motor.

Selain itu, pelaku juga cenderung memilih lokasi yang sepi, minim penerangan, serta jauh dari pengawasan masyarakat maupun aparat keamanan.

“Pelaku akan mempertimbangkan peluang keberhasilan aksinya. Mereka memilih korban yang dinilai lemah dan kecil kemungkinan melakukan perlawanan,” katanya.

Tidak hanya itu, pelaku juga mengincar kendaraan atau barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mudah dijual kembali. Korban yang terlihat membawa barang berharga secara mencolok, seperti tas yang digantung di lengan atau mengenakan perhiasan mencolok saat berkendara, juga dinilai lebih berisiko menjadi target.

Modus yang Sering Digunakan

Rido mengungkapkan terdapat beberapa modus yang kerap digunakan pelaku begal.

Pertama, modus “amati, buntuti, dan pepet”. Dalam modus ini, pelaku membuntuti korban dari jarak tertentu sebelum memepet dan menghentikan kendaraan korban di lokasi yang dianggap aman bagi pelaku.

Kedua, modus berpura-pura bertanya alamat atau meminta bantuan. Pelaku memanfaatkan kebaikan korban agar berhenti secara sukarela sebelum kemudian mengancam dan merampas barang miliknya.

Ketiga, modus tuduhan palsu. Pelaku menuduh korban telah menyenggol kendaraan atau terlibat masalah tertentu, lalu menggunakan intimidasi dan ancaman untuk mengambil barang berharga milik korban.

Ditinjau dari Teori Kriminologi

Dalam kajian kriminologi, Rido menjelaskan fenomena begal dapat dianalisis melalui beberapa pendekatan teori.

Teori Pilihan Rasional (Rational Choice Theory) menjelaskan bahwa pelaku melakukan perhitungan untung-rugi sebelum melakukan kejahatan. Mereka melihat keuntungan yang diperoleh lebih besar dibandingkan risiko tertangkap.

Sementara itu, Teori Aktivitas Rutin (Routine Activity Theory) menyebut kejahatan terjadi ketika tiga unsur bertemu dalam waktu bersamaan, yaitu adanya target yang rentan, pelaku yang termotivasi, dan tidak adanya pengawasan atau penjaga yang mampu mencegah kejahatan.

Sedangkan Teori Ketegangan (Strain Theory) yang dikemukakan Robert K. Merton menjelaskan bahwa kejahatan dapat muncul akibat kesenjangan antara keinginan memperoleh kesuksesan ekonomi dengan keterbatasan sarana legal yang dimiliki seseorang.

“Faktor ekonomi, pengangguran, gaya hidup konsumtif, kecanduan narkoba maupun judi online dapat menjadi pemicu seseorang memilih jalan pintas melalui tindakan kriminal,” jelasnya.

Tips Menghindari Aksi Begal

Untuk mengurangi risiko menjadi korban pembegalan, masyarakat disarankan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada malam hari.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menghindari penggunaan perhiasan mencolok, tidak menggantung tas berisi barang berharga di bagian luar tubuh, menghindari jalur sepi dan minim penerangan, serta sebisa mungkin berkendara bersama rekan ketika harus bepergian pada malam hari.

Masyarakat juga dianjurkan menyimpan nomor darurat 110, memasang GPS tracker pada kendaraan, serta memanfaatkan perangkat kamera atau dashcam sebagai alat bantu keamanan.

Menurut Rido, upaya pencegahan yang dilakukan masyarakat harus berjalan beriringan dengan penindakan yang dilakukan aparat kepolisian agar angka kejahatan jalanan dapat terus ditekan.

“Pelaku begal selalu mencari kesempatan dan kelemahan korban. Karena itu, meningkatkan kewaspadaan dan memahami pola kejahatan menjadi salah satu langkah penting untuk menghindari menjadi sasaran,” pungkasnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPBD Berau Tangani Ratusan Kejadian Darurat Sepanjang 2025, Evakuasi Hewan Liar Dominan

    BPBD Berau Tangani Ratusan Kejadian Darurat Sepanjang 2025, Evakuasi Hewan Liar Dominan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 547
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau mencatat ratusan pelayanan kedaruratan dan kebencanaan sepanjang tahun anggaran 2025. Data menunjukkan, penanganan tidak hanya didominasi kebakaran permukiman, tetapi juga evakuasi hewan liar yang kerap masuk ke wilayah pemukiman warga. Berdasarkan rekapitulasi pelayanan pemadam kebakaran dan penyelamatan BPBD Berau, tercatat sebanyak 49 kejadian kebakaran permukiman […]

  • Dukungan Anggaran Siap, Asal DLHK Transparan: DPRD Berau Soroti Pengelolaan Sampah

    Dukungan Anggaran Siap, Asal DLHK Transparan: DPRD Berau Soroti Pengelolaan Sampah

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 635
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Berau yang telah mendapatkan peringatan dari pemerintah pusat kini menjadi sorotan serius Komisi II DPRD Berau. Minimnya koordinasi antara legislatif dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dinilai menjadi salah satu hambatan utama dalam mencari solusi yang berkelanjutan. Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menyatakan kekecewaannya […]

  • Rudy Mas’ud: Jangan Cuma Handphone yang Di-charge, Keluarga Juga Wajib Di-charge

    Rudy Mas’ud: Jangan Cuma Handphone yang Di-charge, Keluarga Juga Wajib Di-charge

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Berau – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama Ketua TP PKK Kalimantan Timur Sarifah Suraidah Harum menghadiri puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Ballroom Hotel SM Tower, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kamis, 23 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, Rudy Mas’ud dan Sarifah Suraidah Harum dikukuhkan sebagai Ayah dan Bunda […]

  • Warga Payung-Payung Minta Penahan Gelombang, Abrasi Semakin Mengancam

    Warga Payung-Payung Minta Penahan Gelombang, Abrasi Semakin Mengancam

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 975
    • 0Komentar

    BERAU — Ancaman abrasi pantai di Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, kembali mencuat dalam agenda reses Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan kekhawatiran atas kondisi garis pantai yang terus tergerus gelombang laut. Keinginan utama masyarakat cukup jelas: pembangunan bronjong penahan gelombang harus segera dipercepat agar pemukiman di sekitar pesisir tak terus […]

  • HUT ke-35, HDCI Balikpapan Gelar Baksos di Panti Jompo dan Khitanan Massal

    HUT ke-35, HDCI Balikpapan Gelar Baksos di Panti Jompo dan Khitanan Massal

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 614
    • 0Komentar

    Balikpapan – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-35, Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Balikpapan menggelar dua kegiatan besar yang dikemas dalam tajuk Bhakti Sosial HDCI Balikpapan. Rangkaian kegiatan ini menjadi wujud kepedulian komunitas pecinta motor gede tersebut terhadap sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan pertama dilakukan dengan mengunjungi Panti Jompo Bhakti Abadi yang terletak di […]

  • Berau Mulai Ajarkan Bahasa Banua di SMP, SD Ditargetkan Menyusul pada 2027

    Berau Mulai Ajarkan Bahasa Banua di SMP, SD Ditargetkan Menyusul pada 2027

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mulai menerapkan Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kebijakan itu menjadi bagian dari upaya pelestarian bahasa dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Peluncuran penerapan kurikulum muatan lokal Bahasa Banua dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, di Aula Sanggar Kegiatan Belajar […]

expand_less