Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Dari Perhutanan Sosial hingga Produk Premium Single Origin

Dari Perhutanan Sosial hingga Produk Premium Single Origin

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
  • visibility 504
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNG REDEB – Di tengah luasnya hamparan hutan alam yang masih mendominasi 75 persen daratan Berau, satu komoditas tumbuh menjadi penopang ekonomi hijau masyarakat: kakao. Tanaman yang awalnya dikembangkan secara tradisional di kampung-kampung ini kini menjelma menjadi produk unggulan yang tak hanya merambah pasar nasional, tetapi juga menarik perhatian pembeli internasional.

Pemerintah Kabupaten Berau menempatkan komoditas perkebunan ini sebagai bagian penting dari strategi pembangunan berkelanjutan. Komitmen tersebut berjalan beriringan dengan upaya menekan laju deforestasi serta mengoptimalkan skema perhutanan sosial yang kini menjadi salah satu yang paling progresif di Kalimantan Timur.

“Berau kini menjadi model pengelolaan perhutanan sosial di Kaltim. Dokumen Pembangunan Kawasan Terintegrasi (Integrated Area Development/IAD) yang kami susun adalah yang pertama di provinsi ini,” ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih. Dokumen ini menjadi pijakan utama pemanfaatan kawasan perhutanan sosial seluas 98 ribu hektare agar tidak hanya lestari, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi warga sekitar hutan.

Salah satu bentuk pemanfaatan yang paling berhasil adalah pengembangan kakao rakyat. Dengan pendampingan pemerintah serta organisasi non-pemerintah, perkebunan kakao di kampung-kampung mampu mengakselerasi ekonomi warga tanpa mengorbankan tutupan hutan. “Kakao dari kebun rakyat kini sudah bisa masuk pasar nasional,” kata Sri, menegaskan pentingnya sektor ini dalam pembangunan wilayah.

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, menjelaskan bahwa pemerintah menerapkan strategi multi-lapis. Mulai dari pemetaan kawasan kakao, peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas biji kakao, hingga memperluas jaringan kemitraan dan akses permodalan. Kampung Merasa tercatat sebagai salah satu sentra kakao lestari yang kini menjadi percontohan.

“Kami juga menyiapkan skema hilirisasi, promosi, dan pendampingan intensif agar petani mampu menghasilkan kakao berkualitas premium,” ujar Lita.

Transformasi kakao Merasa tak terlepas dari peran pelatihan Internal Controlling System (ICS). Irmaya Banaweng, petani kakao Merasa, menyebut pelatihan ini sebagai titik balik. “Kami jadi paham mengenai standar kualitas kakao mulai dari biji basah, kering, hingga fermentasi yang paling dicari pasar,” tuturnya.

Pengetahuan itu berkembang menjadi inovasi. Kelompok perempuan di Kampung Merasa mulai mengolah kakao fermentasi menjadi aneka produk makanan dan minuman. Sementara para petani menyusun standar budidaya agar biji kakao mereka mampu menembus pasar premium.

Hasilnya mengharumkan nama Berau. Pada 2021, kakao fermentasi Merasa dinobatkan sebagai salah satu dari delapan kakao berkarakter unik dan otentik dalam seleksi nasional menuju Cocoa of Excellence di Paris, Prancis. Pengakuan tersebut menjadi titik lompatan, membuka akses menuju industri cokelat artisan.

Dua tahun berselang, lahirlah Single Origin Cokelat Kampung Merasa 74 persen yang dikembangkan bersama Pipiltin Cocoa, salah satu produsen cokelat premium Indonesia. Produk turunan kakao fermentasi lainnya kini turut dipasarkan di kedai lokal dan menjadi buah tangan para wisatawan yang berkunjung.

Perjalanan kakao Merasa menunjukkan bahwa pengelolaan hutan yang bijak—dengan memberi ruang bagi masyarakat untuk mengelola lahan secara berkelanjutan—dapat melahirkan komoditas bernilai tinggi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Di tengah tuntutan global atas produk pertanian berkelanjutan, Berau telah menempatkan dirinya sebagai contoh bagaimana ekonomi kampung, pelestarian hutan, dan industri cokelat premium dapat berjalan seiring.(adv/yf)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Sekolah ke Panggung Provinsi, Surung Barintak Ukir Prestasi Literasi‎

    Dari Sekolah ke Panggung Provinsi, Surung Barintak Ukir Prestasi Literasi‎

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 508
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dunia literasi Kabupaten Berau kembali mencatat prestasi gemilang. Perpustakaan Surung Barintak milik SMP Negeri 3 Tanjung Redeb meraih Juara II Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Provinsi Kalimantan Timur dalam ajang Gebyar Anugerah Literasi 2025, yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Samarinda, Senin (27/10/2025). ‎ ‎Dengan mengusung tema “Membumikan Literasi, Menumbuhkan Generasi Emas”, kegiatan […]

  • Kebakaran Hebat di Kilo 5, Simpang Empat Menuju Pasar Sanggam Adji Dilayas

    Kebakaran Hebat di Kilo 5, Simpang Empat Menuju Pasar Sanggam Adji Dilayas

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 971
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kebakaran hebat terjadi di kawasan Kilo 5, tepatnya di simpang empat lampu merah menuju ke Pasar Sanggam Adji Dilayas. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.20 Wita, Senin (26/1/2025) dan menyebabkan kepanikan warga sekitar. Saat ini, petugas pemadam kebakaran (Damkar) bersama aparat keamanan telah berada di lokasi kejadian untuk berusaha memadamkan api yang […]

  • Gedung Baru Dinkes Berau Siap Pakai

    Gedung Baru Dinkes Berau Siap Pakai

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Gedung baru Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau yang telah direhab total, masih belum dapat digunakan. Pasalnya, hingga saat ini belum ada kepastian kapan gedung itu akan diserahterimakan PU kepada Dinkes Berau. “Kita berharapnya bulan ini segera diserahterimakan atau sebelum puasa Ramadan, jadi kami bisa mulai memindahkan barang dan pelayanan akan lebih lega di […]

  • Bupati Sri Juniarsih Dorong Penguatan Koperasi Merah Putih di Seluruh Wilayah Berau

    Bupati Sri Juniarsih Dorong Penguatan Koperasi Merah Putih di Seluruh Wilayah Berau

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 160
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggelar rapat koordinasi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KMP) se-Kabupaten Berau di Gedung Balai Mufakat, Selasa, 26 Agustus 2025. Agenda ini menjadi langkah strategis Pemkab dalam memperkuat peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah. Rapat dibuka langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang […]

  • Pembayaran Air Sementara Hanya Dilayani di Kantor KM 5

    Pembayaran Air Sementara Hanya Dilayani di Kantor KM 5

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Batiwakkal Kabupaten Berau mengonfirmasi bahwa saat ini tarif air untuk masyarakat masih dalam status penundaan. Hal ini menyusul belum diterbitkannya Surat Keputusan (SK) resmi dari Bagian Hukum Pemkab Berau terkait tarif baru. Dikatakan Direktur PDAM Batiwakkal, Saipul Rahman, pihaknya masih menunggu terbitnya SK tersebut untuk dapat […]

  • Minim Pembinaan, DPRD Berau Khawatir Generasi Muda Enggan Jadi Petani

    Minim Pembinaan, DPRD Berau Khawatir Generasi Muda Enggan Jadi Petani

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Berau, Sakirman, menyoroti pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Ia menegaskan bahwa selama ini petani masih sangat bergantung pada metode pertanian konvensional tanpa didukung peningkatan kapasitas diri. “Petani kita masih sangat bergantung pada hasil pertanian tanpa […]

expand_less