Dari Sajian Rumah ke Etalase Wisata: Kuliner Berau Maju Satu Langkah
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor ekonomi kreatif daerah, sekaligus menjadikan kuliner tradisional sebagai ikon budaya yang mampu menarik wisatawan. Melalui sentuhan inovasi, hidangan warisan leluhur tak lagi sekadar menu rumahan, tetapi berpotensi menjadi daya tarik wisata yang merepresentasikan karakter Berau.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyebut dua kuliner khas—puncak rasul dan ancur paddas—sebagai contoh kekayaan cita rasa daerah yang tak boleh padam oleh arus modernisasi. Menurutnya, makanan tradisional adalah identitas yang hidup; diwariskan antargenerasi dan memiliki nilai emosional serta sejarah yang tak dimiliki wilayah lain.
“Setiap peringatan Hari Jadi Berau, kita rutin menggelar lomba kuliner tradisional. Ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari pelestarian budaya sekaligus promosi wisata,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Sri menilai peluang pengembangan kuliner tradisional sangat terbuka jika dikemas dengan menarik dan berkualitas. Ia optimistis hidangan lokal dapat menembus pasar lebih luas, bahkan ke tingkat nasional dan internasional, ketika UMKM mampu mengolahnya menjadi produk unggulan.
Pemerintah daerah, melalui Diskoperindag, disebutnya terus memberi pelatihan, pendampingan, dan ruang kreativitas agar pelaku usaha mampu berinovasi. Bukan hanya soal rasa, namun juga pengemasan, branding, hingga strategi pemasaran yang lebih adaptif dengan tren wisata kuliner saat ini.
Selain UMKM, Sri menekankan peran generasi muda. Kreativitas mereka, kata dia, mampu membawa puncak rasul, ancur paddas, dan kuliner khas lain naik kelas tanpa kehilangan keaslian rasa.
“Jika anak muda bisa memberi sentuhan modern pada kuliner tradisional namun tetap mempertahankan autentisitasnya, kuliner Berau akan sangat mungkin menjadi favorit wisatawan,” jelasnya.
Ia percaya sektor kuliner lokal dapat menjadi jalur baru pertumbuhan ekonomi. Tiap hidangan memiliki cerita, sejarah, dan karakter—nilai yang menjadi magnet bagi wisatawan yang mencari pengalaman otentik, bukan sekadar santapan.
Dengan penguatan UMKM, inovasi anak muda, dan promosi yang tepat, Berau menatap peluang besar untuk menjadikan kuliner sebagai wajah daerah: ramah, kaya rasa, penuh identitas. Ketika makanan tidak hanya disantap, tetapi dirasakan sebagai pengalaman—di situlah pariwisata dan budaya saling menguatkan.
“Kalau kuliner menjadi bagian dari perjalanan wisata, efeknya berlipat. Ekonomi bergerak, budaya terangkat, dan identitas Berau semakin kuat,” pungkas Sri.
(ADV/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar