DPRD Berau Soroti Anak Berjualan di Jalan, Tekankan Pentingnya Pengawasan Orang Tua
- account_circle admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb – Fenomena anak-anak yang berjualan di jalanan di Kabupaten Berau menjadi perhatian Wakil Ketua II DPRD Berau, H. Sumadi, SE. Ia menilai aktivitas tersebut tidak menjadi persoalan selama anak tetap berada dalam pengawasan orang tua atau wali, Senin (09/03/2026).
Menurut Sumadi, sebagian anak yang berjualan diketahui masih berstatus pelajar. Jika kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih kemandirian dan semangat berusaha, hal itu dapat menjadi pengalaman yang positif bagi anak.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut harus tetap didampingi oleh orang tua atau orang tua asuh agar anak-anak tetap terarah dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat.
“Kalau memang tujuannya untuk belajar berusaha, tentu tidak masalah. Tetapi harus ada pendampingan dari orang tua atau orang tua asuh supaya kegiatannya terarah dan tidak mengganggu masyarakat,” ujarnya.
Sumadi juga menyoroti adanya anak-anak yang masih berjualan hingga larut malam. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi waktu belajar anak yang masih menempuh pendidikan.
Ia menilai penting adanya pengaturan waktu agar aktivitas berjualan tidak mengganggu kewajiban utama anak sebagai pelajar.
“Pernah kita temukan anak yang berjualan sampai tengah malam. Ini tentu perlu dikontrol agar tetap seimbang antara waktu berjualan dan waktu belajar,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan pemantauan serta pendataan terhadap anak-anak yang saat ini berjualan di sejumlah titik.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bahwa anak-anak tidak dipaksa bekerja atau dijadikan sebagai tulang punggung keluarga.
“Anak-anak tetap harus mengutamakan pendidikan. Berjualan boleh saja sebagai pembelajaran, tetapi jangan sampai mereka dipaksa atau menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga,” pungkasnya.(*adv/tenri)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar