Industri Cokelat Lokal Dibina untuk Tembus Pasar Lebih Luas
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
- visibility 84
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb — Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) terus memperkuat ekosistem industri cokelat lokal sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kreatif berbasis potensi kampung. Tahun ini, perhatian diarahkan pada penguatan UMKM pengolah kakao agar mampu menghasilkan produk yang lebih variatif, kompetitif, dan memiliki nilai budaya lokal sebagai identitas daerah.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan pelaku usaha cokelat lokal tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan pasar, tetapi juga tumbuh menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif Berau.
“Kami ingin produk cokelat Berau bisa dinikmati semua kalangan. Karena itu perlu variasi—mulai dari kemasan kecil yang terjangkau hingga cokelat premium sebagai oleh-oleh khas daerah,” ujarnya.
Diversifikasi produk ini menjadi strategi agar UMKM dapat bersaing dengan cokelat pabrikan yang memiliki harga jauh lebih rendah. Dengan menghadirkan produk ekonomis, pasar pelajar dan wisatawan dapat lebih mudah dijangkau, sementara varian premium diperkuat sebagai brand lokal unggulan.
Untuk meningkatkan kualitas dan inovasi produk turunan, Diskoperindag kembali mengaktifkan kerja sama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember. Pendampingan ini meliputi perbaikan teknik produksi, peningkatan standar olahan, eksplorasi formulasi baru, hingga penguatan rantai pemasaran modern berbasis digital.
“Pendampingan ini penting agar UMKM kita bisa bersaing secara kualitas. MoU sebelumnya sudah ada, dan kini kami pastikan pendampingannya berjalan,” kata Eva.
Tak hanya di hilir, penguatan sektor hulu juga terus dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Perkebunan (Disbun). Disbun bertugas memastikan ketersediaan bibit unggul, peningkatan kapasitas petani kakao, serta pemeliharaan kebun berkelanjutan. Sementara Diskoperindag mengelola aspek pengolahan, pengemasan, branding, dan pemasaran.
Kolaborasi hulu–hilir ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Berau dalam membangun industri cokelat sebagai komoditas unggulan daerah yang berbasis kampung, ramah investasi, dan memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata kuliner serta ekonomi kreatif.
“Kami ingin industri cokelat di Berau bukan hanya berjalan, tetapi tumbuh menjadi kebanggaan daerah. Dengan dukungan dari hulu sampai hilir, peluang itu sangat terbuka,” ujarnya.
Dengan berbagai program pendampingan, inovasi produk, dan dukungan lintas sektor, Diskoperindag berharap industri cokelat lokal semakin dikenal, memperkuat identitas daerah, dan memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi petani hingga pelaku UMKM.
(Adv/Akm)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar