Layanan Berbasis Online Dorong Investasi dan Permudah Akses Publik
- account_circle admin
- calendar_month Selasa, 2 Des 2025
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERAU – Upaya Pemerintah Kabupaten Berau dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih modern kembali diperkuat melalui terobosan digital di sektor perizinan.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) merumuskan inovasi melalui layanan berbasis daring yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan izin.
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari komitmen pemerintah daerah untuk membangun pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan ramah bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
Menurutnya, digitalisasi menjadi kunci untuk mendorong iklim investasi yang lebih sehat dan efisien. “Dengan platform ini, warga tidak lagi wajib datang ke kantor. Semua proses bisa dilakukan dari mana saja, cukup melalui perangkat digital,” kata Nanang.
Melalui inovasi tersebut, berbagai jenis layanan tersedia dalam satu akses. Mulai dari pengurusan izin usaha mikro, Permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga layanan administratif lain yang sebelumnya harus dilakukan secara manual.
Nanang menambahkan, sistem ini dibekali fitur pemantauan progres secara real-time. Pengguna bisa mengetahui posisi berkas yang sedang diproses, termasuk mendapatkan notifikasi otomatis saat izin telah selesai.
“Transparansi menjadi keunggulan utama. Masyarakat dapat mengikuti setiap tahapannya tanpa perlu bertanya berulang kali,” ujarnya.
Untuk semakin mempermudah pengguna, DPMPTSP juga menghadirkan kanal bantuan yang dapat diakses melalui fitur chat dan layanan call center selama jam operasional.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menjawab berbagai kendala teknis yang mungkin muncul saat masyarakat menggunakan aplikasi.
Tidak hanya itu, layanan digital tersebut sudah terhubung dengan Mal Pelayanan Publik (MPP), sehingga proses lintas instansi dapat berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.
Nanang menegaskan, pengembangan platform digital ini menjadi bagian dari agenda besar perkembangan birokrasi daerah. Pihaknya juga menyiapkan langkah lanjutan agar manfaat digitalisasi bisa dirasakan lebih luas.
“Ke depan kami akan memperkuat literasi digital bagi pelaku usaha, perangkat kampung, dan masyarakat umum agar layanan ini benar-benar optimal,” jelasnya.
Melalui terobosan ini, Nanang berharap pelayanan publik semakin mudah dijangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan investasi yang berkelanjutan di Bumi Batiwakkal. (Adv/Akm).
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar