Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Lewat Deadline Masih Byarpet, PLN Sebut Mesin Baru OTW Berau

Lewat Deadline Masih Byarpet, PLN Sebut Mesin Baru OTW Berau

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
  • visibility 817
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Masyarakat Berau mempertanyakan kondisi kelistrikan yang hingga saat ini masih byarpet. Padahal sesuai informasi terakhir dari Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik beberapa waktu lalu saat mengunjungi Berau, menyebut jika kondisi ini akan berakhir di 20 November 2024.

Ditemui kemarin, Pjs Bupati Berau Sufian Agus menjelaskan jika dirinya belum mengupdate informasi tersebut. Namun, dengan cepat akan mempertanyakan baik ke pihak provinsi maupun PLN.

“Saya belum melihat seperti apa progresnya. Tapi kalau memang sampai lewat deadline masih ada pemadaman, berarti semuanya masih proses. Masyarakat diharap lebih sabar lagi,” katanya.

Terpisah, Manajer PLN ULP Tanjung Redeb Ikrarda Tegar ketika dikonfirmasi mengatakan jika saat ini mesin baru untuk tambahan suplai listrik di Berau sedang dalam perjalanan.

“Iya ada penambahan mesin tapi masih proses pengiriman. Dan untuk kepastian datangnya nanti akan diinfokan selanjutnya,” ungkapnya.

Dikatakannya pula, pemadaman beberapa hari belakangan yang dilakukan oleh PLN, lantaran adanya gangguan jaringan. Bahkan pemadaman pada Kamis (21/11/2024) malam dikarenakan adanya tiang SUTM yang rebah tertimpa pohon tumbang.

“Kita juga tidak mau ada pemadaman kalau mesin mampu menyuplai. Tapi kalau faktor gangguan jaringan dan faktor alam tidak bisa diprediksi,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya jangka menengah, PLN memang sedang dalam proses menambah mesin pembangkit, guna memperkuat pasokan listrik di sistem Tanjung Redeb. Dan hal inipun disambut oleh Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik.

Akmal Malik pun telah mengupayakan percepatan pengadaan mesin itu, dengan melakukan komunikasi dengan PLN pusat. Gayung bersambut, mesin yang digadang menjadi solusi sementara pemadaman bergilir di Berau, akan segera didatangkan.

Meskipun nantinya mesin itu sudah standby di Berau, masyarakat pun masih harus bersabar, lantaran proses pemasangan hingga pengoperasian mesin itu membutuhkan waktu. (Amel)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ironi Sektor Perkebunan, Penopang Ekonomi Daerah Tapi Sepi Peminat

    Ironi Sektor Perkebunan, Penopang Ekonomi Daerah Tapi Sepi Peminat

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Job fair yang digelar di Tanjung Redeb kemarin mencatatkan tren menarik. Dari berbagai sektor yang membuka peluang kerja, perkebunan menjadi yang paling sedikit diminati. Hal itu diungkapkan Dewi Rakhmasari, perwakilan Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau. Menurut dia, faktor lokasi serta pertimbangan gaji membuat pencari kerja […]

  • Kemenhut Sanksi Enam Perusahaan Buntut Karhutla, Satu Beroperasi di Kaltim

    Kemenhut Sanksi Enam Perusahaan Buntut Karhutla, Satu Beroperasi di Kaltim

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Jakarta — Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif terhadap enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan atau PBPH setelah ditemukan kebakaran hutan dan lahan di areal yang mereka kelola. Berdasarkan hasil pengawasan, luas areal yang terbakar pada enam perusahaan tersebut mencapai 1.511,55 hektare. Lokasinya tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Lima perusahaan dijatuhi […]

  • Budi Satrio Djiwandono Serukan Sukseskan Pilkada Berau, Dukung Paslon Sri Juniarsih-Gamalis

    Budi Satrio Djiwandono Serukan Sukseskan Pilkada Berau, Dukung Paslon Sri Juniarsih-Gamalis

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 813
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Kalimantan Timur, Budi Satrio Djiwandono, mengajak seluruh warga Kabupaten Berau untuk berpartisipasi dalam Pilkada serentak yang akan digelar pada 27 November 2024. Dalam keterangannya, Budi menyatakan dukungannya kepada pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Berau nomor urut 2, Hj Sri Juniarsih Mas dan H […]

  • Mesin Kapal Rusak, Tiga Nelayan Berau Terombang-ambing Berhari-hari di Laut

    Mesin Kapal Rusak, Tiga Nelayan Berau Terombang-ambing Berhari-hari di Laut

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 656
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Tiga nelayan asal Kabupaten Berau sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan antara Pulau Derawan dan Maratua. Ketiganya diketahui mengalami kerusakan mesin kapal sehingga terombang-ambing di tengah laut selama beberapa hari sebelum akhirnya berhasil kembali ke daratan dengan selamat. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026 sekitar pukul 18.27 Wita. […]

  • Masyarakat Berau Apresiasi Pemasangan Videotron: Jadi Wadah Edukasi

    Masyarakat Berau Apresiasi Pemasangan Videotron: Jadi Wadah Edukasi

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 680
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Tak bisa dipungkiri, keberadaan videotron di beberapa titik di Kabupaten Berau yang merupakan inisiasi Bupati Sri Juniarsih saat menjabat, mendapat apresiasi dari masyarakat. Videotron yang menampilkan beragam informasi dianggap juga bisa memberikan edukasi. Meskipun awal pengadaan dan pemasangan videotron itu menjadi pro kontra, namun justru pada akhirnya masyarakat memberikan apresiasi untuk ide dari […]

  • Nelayan Bunyu Terhimpit Pendangkalan Sungai, Pemprov Akui Keterbatasan dan Tunggu Peran Pusat

    Nelayan Bunyu Terhimpit Pendangkalan Sungai, Pemprov Akui Keterbatasan dan Tunggu Peran Pusat

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

    TANJUNG SELOR – Pendangkalan Sungai Buaya di Kecamatan Bunyu Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, hingga kini belum juga mendapat penanganan. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar 15 tahun tanpa adanya pengerukan atau perbaikan berarti. Akibatnya, aktivitas masyarakat yang bergantung pada sungai, terutama nelayan, menjadi terganggu. Mereka mengaku kesulitan melaut, khususnya saat air surut karena perahu tidak […]

expand_less