Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Perkuat Koordinasi untuk Jaga Kebersihan Destinasi Wisata Saat Nataru

Perkuat Koordinasi untuk Jaga Kebersihan Destinasi Wisata Saat Nataru

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
  • visibility 324
  • print Cetak

TANJUNG REDEB — Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), arus wisatawan ke Kabupaten Berau diprediksi meningkat tajam. Lonjakan kunjungan ini hampir selalu diikuti persoalan klasik, yakni penumpukan sampah di destinasi wisata, terutama di kawasan pesisir dan kampung wisata.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau memperkuat koordinasi lintas lembaga, melibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta para pengelola destinasi.

Kepala Bidang Bina Pengembangan Destinasi Pariwisata Disbudpar Berau, Samsiah, melalui Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Asri, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan selama masa libur.

“Kami ingin memastikan wisatawan merasa aman dan nyaman. Dua hal yang harus dijaga adalah keamanan dan kebersihan kawasan wisata,” kata Asri.

Koordinasi dengan DLHK difokuskan pada percepatan pengangkutan sampah, terutama di destinasi utama seperti Maratua, Derawan, dan Biduk-Biduk, yang kini telah memiliki UPTD masing-masing. Upaya ini penting untuk memastikan sampah tidak menumpuk saat kunjungan meningkat.

“Harapannya, wisatawan bisa menikmati kunjungan tanpa terganggu masalah kebersihan,” ujarnya.

Selain itu, Disbudpar juga mengandalkan peran aktif Pokdarwis dalam memantau kondisi lingkungan dan melakukan tindakan cepat jika terjadi penumpukan sampah atau gangguan kebersihan lainnya.

“Kalau tempatnya kotor, kesan pengunjung tentu jadi buruk. Sayang jika keindahannya rusak hanya karena sampah berserakan,” tegasnya.

Edukasi menjadi fokus penting lainnya. Disbudpar mendorong masyarakat lokal dan wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menerapkan perilaku ramah lingkungan.

“Kami terus mendorong kesadaran bersama. Langkah paling dasar adalah disiplin dalam mengelola sampah,” jelas Asri.

Sebagai bagian dari kampanye keberlanjutan, pengunjung juga dianjurkan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membawa botol minum isi ulang atau tumbler saat berwisata.

“Kalau memungkinkan, bawa wadah minum sendiri agar tidak menambah sampah dari kemasan,” tuturnya.

Asri menekankan bahwa perubahan perilaku harus dimulai dari individu dan dilakukan secara kolektif agar dampaknya terasa di seluruh destinasi wisata.

“Kesadaran personal itu penting. Kami ingin kebiasaan baik ini tumbuh bersama di setiap lokasi wisata,” ujarnya.

Dengan koordinasi yang lebih solid dan keterlibatan masyarakat kampung wisata, Pemkab Berau optimistis kebersihan destinasi dapat terjaga selama Nataru sehingga wisatawan memperoleh pengalaman yang aman, nyaman, dan berkesan.

(Adv/akm)

 

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belanja Makin Mahal, Sumadi Lempar Opsi: Pelihara Lele Sendiri

    Belanja Makin Mahal, Sumadi Lempar Opsi: Pelihara Lele Sendiri

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    BERAU — Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi kenaikan harga bahan pokok di tengah tekanan inflasi. Ia menilai kondisi ekonomi saat ini masih dapat dihadapi dengan langkah antisipatif di tingkat rumah tangga. Kenaikan harga disebut dipengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah yang berpotensi menembus Rp17.400 per dolar Amerika Serikat pada April […]

  • Terbongkar! Pria 34 Tahun Ditangkap Saat Buka Lahan Sawit Ilegal di Kawasan Hutan Berau

    Terbongkar! Pria 34 Tahun Ditangkap Saat Buka Lahan Sawit Ilegal di Kawasan Hutan Berau

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 919
    • 0Komentar

    Berau, Kalimantan Timur – Operasi gabungan yang melibatkan Kejaksaan, Polres Berau, Subdenpom, dan UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Barat berhasil mengungkap aktivitas pembukaan lahan ilegal di kawasan hutan produksi. Seorang pria berinisial SB (34) ditangkap saat tengah membuka lahan di wilayah Segah, Kabupaten Berau, untuk dijadikan kebun kelapa sawit.   Menurut Kepala UPTD […]

  • Miris! Kekerasan Seksual Anak di Berau Didominasi Pelaku Orang Terdekat

    Miris! Kekerasan Seksual Anak di Berau Didominasi Pelaku Orang Terdekat

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 859
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Kabupaten Berau dikejutkan oleh laporan enam kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur hanya dalam tiga minggu pertama Januari 2025. Angka ini seolah menjadi alarm bagi masyarakat, menandakan perlunya langkah nyata untuk melindungi generasi muda dari ancaman di sekitarnya. IPTU Siswanto, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Berau, menjelaskan bahwa dari […]

  • ‎Inovasi Digital di Berau: QR Code dan Gelang Tangan Jadi Alat Baru Pantau Wisatawan

    ‎Inovasi Digital di Berau: QR Code dan Gelang Tangan Jadi Alat Baru Pantau Wisatawan

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 725
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Penerapan teknologi kini mulai merambah dunia pariwisata Berau. Melalui sistem QR Code dan gelang tangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau memperkenalkan cara baru mencatat jumlah pengunjung secara akurat di setiap kegiatan musik dan budaya. ‎Langkah ini pertama kali diuji coba dalam ajang Maratua Musik Festival (MMF), yang digelar di salah […]

  • ‎Bukan Sekadar Produksi Dinas Perikanan Membantu, Agar Pelaku Usaha Tak Lagi Gagal Jual Hasil

    ‎Bukan Sekadar Produksi Dinas Perikanan Membantu, Agar Pelaku Usaha Tak Lagi Gagal Jual Hasil

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.726
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB — Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Berau, Maulidiyah mengatakan banyak pelaku usaha Perikanan telah mampu menghasilkan produk berkualitas, namun pemasarannya masih menjadi kendala. ‎Ia juga menjelaskan bahwa tidak sedikit pelaku usaha yang mengalami kesulitan menjual hasil budidaya maupun olahannya, meski produksi telah berjalan baik. ‎“Tantangan terbesar adalah memasarkan. karena pasar ikan air […]

  • Maratua Mulai Bangun Fondasi Pertanian Berkelanjutan, Peluang Investasi Hijau Makin Terbuka

    Maratua Mulai Bangun Fondasi Pertanian Berkelanjutan, Peluang Investasi Hijau Makin Terbuka

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.186
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pulau Maratua di Kabupaten Berau selama ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia. Namun di balik pesonanya, sektor pertanian lokal menghadapi tantangan berat: akses terhadap pupuk kimia yang mahal dan sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat banyak petani kesulitan meningkatkan produktivitas, ditambah persoalan hama serta tanah yang kurang subur. Namun situasi perlahan berubah. […]

expand_less