Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Warisan Budaya Berau: Ketika Tradisi Adat Mulai Tergerus Waktu

Warisan Budaya Berau: Ketika Tradisi Adat Mulai Tergerus Waktu

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 292
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Dikenal dengan pesona wisata baharinya yang menakjubkan, Kabupaten Berau ternyata menyimpan kekayaan lain yang tak kalah berharga: tradisi dan budaya leluhur yang hidup di tengah masyarakat kampung. Dari ritual Melas Kampung di Sambaliung hingga upacara Bag Jamu di Pulau Derawan, setiap prosesi adat ini bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga simbol rasa syukur, doa, dan harmoni manusia dengan alam.

Melas Kampung: Syukur Setelah Panen Walet

Di Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung, masyarakat masih melestarikan upacara adat Melas Kampung. Tak seperti ritual adat lain yang umumnya terkait hasil bumi, Melas Kampung justru dilakukan setelah panen sarang burung walet—komoditas bernilai tinggi yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.

Tujuannya sederhana namun bermakna: ungkapan rasa syukur dan permohonan perlindungan dari marabahaya.

“Biasanya setahun sekali,” ujar Sopiyadi, Ketua Adat Suku Dayak Basap, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ritual ini dipimpin oleh tetua adat dengan pembacaan doa-doa sakral yang dipercaya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Buang Naas: Tolak Bala di Akhir Safar

Tradisi lain yang masih lestari adalah Upacara Adat Buang Naas atau Tolak Bala, yang digelar setahun sekali, tepatnya pada Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah.

Ritual ini dimulai dengan penyiraman sembilan anak perempuan menggunakan air linjuang—air yang telah dibacakan doa oleh ketua adat. Upacara ini menjadi simbol penyucian diri dan doa agar masyarakat dijauhkan dari mara bahaya serta bencana.

Bag Jamu Derawan: Persembahan Laut yang Mulai Hilang

Sementara itu, di Kampung Pulau Derawan, tradisi adat bernama Bag Jamu atau Bag Pakan Lahat dulunya menjadi daya tarik besar bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Ritual ini dilaksanakan oleh tiga subsuku Bajau yang mendiami Pulau Derawan, sebagai bentuk penghormatan kepada laut yang menjadi sumber kehidupan.

“Artinya memberi makan bumi atau menjamu laut dengan mempersembahkan berbagai makanan yang dimasukkan ke dalam miniatur perahu layar, lalu dilarung ke laut,” jelas Amir Umrah (81), sejarawan asal Pulau Derawan.

Sayangnya, upacara adat ini sudah tidak pernah dilakukan sejak tahun 2009 karena terkendala biaya yang tidak sedikit.

“Biaya yang dibutuhkan untuk satu kali pelaksanaan mencapai Rp 54 juta. Dulu ada bantuan dari pemerintah daerah, tapi sekarang sudah tidak lagi,” ungkap Umrah.

Foto-foto lama yang ditunjukkan kepada tim liputan menggambarkan betapa meriahnya perhelatan budaya tersebut—penuh warna, tarian, dan doa, serta disaksikan wisatawan dari berbagai daerah. Kini, tradisi itu tinggal kenangan yang tersimpan dalam album foto dan ingatan para tetua adat.

Harapan agar Warisan Budaya Tak Hanya Jadi Cerita

Berau memang tak hanya kaya akan wisata alam, tetapi juga kekayaan sejarah dan budaya yang menjadi identitas daerah. Namun, seiring waktu, tradisi yang diwariskan turun-temurun itu kian terancam punah jika tidak segera dilestarikan.

“Semoga pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap upacara dan adat istiadat di Kampung Pulau Derawan ini, agar tidak dilupakan oleh generasi muda saat ini,” harap Umrah dengan nada lirih.

Warisan leluhur yang sarat makna dan nilai spiritual ini menjadi pengingat bahwa pembangunan pariwisata tak hanya soal keindahan alam, tapi juga tentang menjaga jiwa dan budaya masyarakat lokal. Tanpa pelestarian, bisa jadi, semua itu hanya akan menjadi catatan sejarah yang dibaca—bukan lagi dialami. (/Adv/ZEN)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar dari Sumatera, DPRD Berau Minta Pemerintah Perkuat Sistem Kesiapsiagaan Bencana

    Belajar dari Sumatera, DPRD Berau Minta Pemerintah Perkuat Sistem Kesiapsiagaan Bencana

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 296
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, meminta Pemerintah Kabupaten Berau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan belajar dari sejumlah kejadian bencana yang terjadi di wilayah Sumatera beberapa waktu terakhir. Elita menuturkan bahwa berbagai bencana alam seperti banjir bandang, tanah longsor, serta cuaca ekstrem yang melanda beberapa daerah di Sumatera harus menjadi […]

  • Teknologi Modern Disiapkan untuk Bersihkan Saluran Air di Berau

    Teknologi Modern Disiapkan untuk Bersihkan Saluran Air di Berau

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Menghadapi potensi banjir yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Januari dan Februari 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau tengah mengintensifkan penanganan wilayah-wilayah rawan genangan air. Upaya ini tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga wilayah lain yang rentan terdampak banjir. Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra […]

  • Dinilai Membebani, Iccang Dorong Komunikasi Intensif Antara Guru dan Wali Murid Soal Kurikulum Merdeka

    Dinilai Membebani, Iccang Dorong Komunikasi Intensif Antara Guru dan Wali Murid Soal Kurikulum Merdeka

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 505
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Kurikulum Merdeka yang diterapkan di sekolah-sekolah di Kabupaten Berau menuai kritik dari orangtua murid. Banyak orangtua merasa terbebani dengan jumlah tugas yang harus diselesaikan oleh anak-anak mereka, yang membuat mereka juga ikut sibuk dalam mendampingi proses belajar di rumah. Anggota DPRD Berau, Ichsan Rapi mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi ini. Menurutnya, meskipun kurikulum ini […]

  • Komisi III Tekankan Pentingnya Pemetaan Potensi Rumput Laut Berau

    Komisi III Tekankan Pentingnya Pemetaan Potensi Rumput Laut Berau

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 521
    • 0Komentar

    BERAU — Anggota Komisi III DPRD Berau, Oktavia, mendorong pemerintah daerah mulai menatap serius potensi ekonomi baru dari sektor kelautan. Ia menyebut, sebagian besar wilayah Berau yang berada di pesisir memiliki peluang besar untuk mengembangkan sumber ekonomi alternatif di luar hasil tangkapan nelayan. Menurut Oktavia, komoditas rumput laut adalah potensi paling menjanjikan yang hingga kini […]

  • Kantor Hingga Sekolah Diliburkan saat Pencoblosan Pilkada Serentak 2024

    Kantor Hingga Sekolah Diliburkan saat Pencoblosan Pilkada Serentak 2024

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 576
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Meskipun tak ada edaran resmi dari Dinas Pendidikan terkait libur sekolah di hari H pencoblosan Pilkada serentak 2024, namun dapat dipastikan jika semua sekolah akan libur pada 27 November 2024. “Benar itu aturan dari pusat, dimana pada hari pencoblosan menjadi libur nasional. Kami di daerah tinggal mengikuti saja,” ujar Kepala Disdik Berau, Mardiatul […]

  • 74 SPPG di Kaltim Terdampak, Berau Hentikan Sementara Program MBG demi Standar Sanitasi

    74 SPPG di Kaltim Terdampak, Berau Hentikan Sementara Program MBG demi Standar Sanitasi

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    BERAU — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau dihentikan sementara sejak Senin, 6 April 2026. Penghentian ini dilakukan menyusul perbaikan sarana dan prasarana di sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kepala Dinas Pangan Berau yang juga tergabung dalam Satuan Tugas MBG, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Badan […]

expand_less