Berau Jadikan Pengelolaan Sampah sebagai Senjata Baru Tekan Angka Stunting
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- print Cetak

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari strategi mempercepat penurunan angka stunting. Upaya tersebut disampaikan dalam Orientasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat yang dibuka Sekretaris Daerah Berau Muhammad Said di Grand Ballroom Hotel Mercure Berau, Selasa (7/7).
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Berau Sri Aslinda Gamalis. Orientasi dilaksanakan secara luring dan daring dengan melibatkan 60 peserta dari berbagai unsur terkait.
Kegiatan menghadirkan narasumber Anwar Mallongi, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar. Orientasi bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau Lamlai Sarie mengatakan persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dipengaruhi kondisi lingkungan. Karena itu, pengelolaan sampah yang baik dan sanitasi yang layak menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.
“Pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui penerapan sanitasi yang sehat dan pengelolaan sampah yang baik. Lingkungan yang bersih akan mendukung kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu dan anak,” ujarnya.
Muhammad Said mengatakan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, terutama sampah rumah tangga, menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Menurut dia, perubahan perilaku masyarakat merupakan kunci keberhasilan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Masyarakat sangat perlu diedukasi mengenai pengelolaan sampah, terutama sampah rumah tangga. Edukasi yang berkelanjutan harus terus dilakukan agar masyarakat memiliki kesadaran dan kebiasaan mengelola sampah dengan benar,” katanya.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Lingkungan yang bersih, kata dia, dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit yang memengaruhi tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan orientasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau berharap para peserta dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat diharapkan berjalan lebih optimal dan menjadi bagian dari strategi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Berau. (afn/adv)
- Penulis: admin
