Angin Selatan Tekan Pasokan, Dua Ton Ikan Dilepas Harga Modal di Gunung Tabur
- account_circle admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 22
- print Cetak

GUNUNG TABUR – Musim angin selatan ikut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau dalam menjaga pasokan ikan dan keterjangkauan harga pangan. Di tengah kondisi tersebut, sekitar dua ton ikan dilepas dengan harga modal kepada masyarakat Gunung Tabur, Kamis, (13/8).
Ikan itu dijual melalui Pasar Ikan Murah yang digelar di RT 01 Kelurahan Gunung Tabur. Wilayah ini menjadi kecamatan ketiga yang disambangi program tersebut setelah Sambaliung dan Tanjung Redeb.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan jumlah ikan yang disiapkan kali ini sekitar dua ton. Kondisi musim menjadi salah satu pertimbangan dalam penyediaan komoditas tersebut.
“Pasokannya sekitar dua ton ikan karena sekarang sedang angin selatan. Kita kombinasikan dengan beras, minyak makan, sayur-sayuran dan telur lokal,” ujar Bupati.
Alih-alih hanya menjual ikan, pemerintah membawa sejumlah kebutuhan pangan lain ke lokasi. Beras, minyak makan, sayuran, hingga telur lokal ikut dipasarkan. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga mendapat ruang untuk menjajakan produknya.
Namun, daya tarik utama pasar tersebut berada pada skema penjualan ikan. Pemerintah menyebut ikan yang tersedia dilepas kepada masyarakat dengan harga modal.
Skema itu membuat pasar murah tak sekadar menjadi kegiatan penjualan pangan, tetapi juga menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk menjaga agar masyarakat tetap memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau ketika kondisi pasokan mengalami tekanan.
Sri Juniarsih mengatakan respons warga cukup tinggi sejak program tersebut digelar di sejumlah kecamatan.
“Antusias masyarakat sangat luar biasa. Ini sudah masuk kecamatan ketiga, setelah sebelumnya di Sambaliung dan Tanjung Redeb,” katanya.
Tingginya minat tersebut membuka kemungkinan kegiatan serupa bergerak ke kecamatan lain secara bertahap.
Pasar Ikan Murah merupakan kolaborasi Dinas Perikanan, Dinas Pangan, serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Berau. Kolaborasi itu mempertemukan dua kepentingan sekaligus: menjaga akses masyarakat terhadap pangan dan memberikan pasar bagi produk lokal.
Keikutsertaan UMKM menjadi bagian lain dari kegiatan tersebut. Ketika masyarakat datang mencari ikan dan kebutuhan pokok, pelaku usaha lokal memperoleh kesempatan menawarkan produknya langsung kepada konsumen.
Dengan pola tersebut, intervensi pangan tidak berhenti pada persoalan murah atau mahal. Pemerintah daerah mencoba menghubungkannya dengan perputaran ekonomi lokal—masyarakat mendapat akses pangan lebih terjangkau, sementara UMKM memperoleh tambahan ruang pemasaran.
Setelah Sambaliung, Tanjung Redeb, dan kini Gunung Tabur, efektivitas program ini berikutnya akan terlihat dari seberapa jauh pasar murah mampu menjangkau kecamatan lain serta menjaga harga pangan ketika pasokan sedang tidak sepenuhnya bersahabat. (afn)
- Penulis: admin
