Usulan Pertalite Berau 83.201 Kiloliter, BPH Migas Hanya Setujui 47.312 Kiloliter
- account_circle admin
- calendar_month 31 menit yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

BERAU– Kuota Pertalite untuk Kabupaten Berau pada 2026 disebut jauh di bawah jumlah yang diajukan Pemerintah Kabupaten Berau. Dari usulan sebesar 83.201 kiloliter, BPH Migas hanya menyetujui 47.312 kiloliter.
Artinya, terdapat selisih 35.889 kiloliter antara jumlah yang diminta pemerintah daerah dan kuota yang disetujui.
Persoalan tersebut mencuat dalam mediasi aksi Gerakan Masyarakat Sipil (GMS) Berau di halaman Kantor Bupati Berau, Senin (07/09/2026).
Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Diskoperindag Berau, Hotlan Silalahi, menyebut usulan kuota Pertalite untuk 2026 mencapai 83.201 kiloliter. Namun, jumlah yang disetujui BPH Migas hanya 47.312 kiloliter.
Selisih kuota itu kemudian dipertanyakan massa aksi di tengah persoalan kelangkaan BBM dan antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Berau.
Perwakilan GMS Rantau, Dwi Atmojo, mempertanyakan mengapa usulan kuota dari Pemkab Berau tidak seluruhnya disetujui. Ia juga meminta kejelasan mengenai pihak yang memiliki kewenangan dalam menetapkan jumlah kuota BBM tersebut.
“Dari Pemkab sudah meminta, tetapi tidak di-ACC oleh BPH Migas. Kami menanyakan kewenangannya ada di siapa?” Ungkapnya, Senin (07/09/2026).
Pertamina Patra Niaga kemudian memberikan penjelasan dalam mediasi tersebut. Menurut perwakilan Pertamina, kewenangan terkait persetujuan kuota berada di BPH Migas.
“Kalau terkait kuota, bisa ditanyakan langsung yang berkewangan, kewenangan ada di BPH Migas,” ujar perwakilan Pertamina Patra Niaga dalam mediasi.
Massa aksi pun meminta persoalan kuota tersebut mendapat kejelasan, terutama karena kebutuhan BBM masyarakat Berau dinilai tidak sebanding dengan alokasi yang diterima daerah. (afn)
- Penulis: admin
