Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Menyembuhkan Luka, Mengembalikan Senyum: Upaya DPPKBP3A Berau Dampingi Korban Kebakaran

Menyembuhkan Luka, Mengembalikan Senyum: Upaya DPPKBP3A Berau Dampingi Korban Kebakaran

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
  • visibility 845
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Di tengah kepulan asap yang perlahan menghilang, tersisa puing-puing dan kepedihan mendalam bagi para korban kebakaran yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Berau. Bagi orang dewasa, kehilangan rumah dan harta benda tentu menjadi pukulan berat. Namun bagi anak-anak, trauma yang ditinggalkan bisa lebih dalam dan berkepanjangan.

Menyadari hal itu, Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau bergerak cepat. Melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Berau, mereka turun ke lapangan, mendampingi perempuan dan anak-anak yang terdampak.

“Kami ingin memastikan mereka tidak hanya mendapatkan bantuan materi, tetapi juga perlindungan psikososial agar bisa pulih dari trauma,” ujar Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah.

Musibah kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan ini memang menimbulkan dampak luas. Selain kehilangan tempat tinggal, anak-anak korban kebakaran juga menghadapi tantangan untuk kembali ke sekolah. Rabiatul menegaskan bahwa kebutuhan mereka tidak hanya sekadar sandang dan pangan, tetapi juga perlengkapan sekolah agar hak pendidikan mereka tetap terpenuhi.

“Saat ini kami masih menunggu data lengkap agar bantuan, seperti seragam dan alat tulis, bisa segera kami salurkan,” tambahnya.

Lebih dari sekadar bantuan fisik, tim Puspaga berupaya mengobati luka yang tak terlihat,trauma psikologis. Konselor Puspaga Berau, Nur Hidayah, menjelaskan bahwa anak-anak yang menjadi korban kebakaran masuk dalam kategori Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK). Mereka membutuhkan perhatian lebih agar bisa kembali menjalani hari-hari mereka dengan tenang.

“Ketika ada laporan tentang anak-anak korban bencana, kami langsung menyiapkan tim untuk turun ke lapangan dan memberikan psychological first aid,” ungkapnya.

Pendampingan ini tidak dilakukan secara seragam. Setiap anak memiliki pengalaman dan respons berbeda terhadap bencana yang mereka alami. Oleh karena itu, tim Puspaga melakukan asesmen untuk menyesuaikan metode pendampingan.

“Untuk anak-anak, kami biasanya menggunakan play therapy. Melalui permainan, mereka bisa lebih nyaman mengekspresikan perasaan dan mengatasi trauma yang mereka alami,” jelasnya.

Sayangnya, belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan layanan Puspaga Berau. Padahal, layanan ini tersedia secara gratis. Karena itu, tim Puspaga sering kali harus jemput bola, mendatangi korban berdasarkan laporan dari guru, orang tua, atau masyarakat sekitar.

“Masih banyak yang belum menyadari pentingnya pendampingan psikologis. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang tahu bahwa Puspaga ada untuk mereka,” katanya.

Di balik kesedihan yang menyelimuti para korban kebakaran, ada harapan yang perlahan mulai tumbuh. Upaya pemulihan yang dilakukan DPPKBP3A Berau dan Puspaga bukan sekadar memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membangun kembali masa depan yang sempat terhenti.

Rabiatul Islamiah berharap, intervensi yang dilakukan pihaknya dapat membantu anak-anak dan perempuan korban bencana menemukan kembali rasa aman mereka.

“Kami akan terus berupaya memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang layak dan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” pungkasnya.

Di tengah puing-puing yang tersisa, perlahan, senyum anak-anak mulai kembali. Ada tangan-tangan yang siap merangkul mereka, memastikan bahwa meski tertimpa musibah, mereka tidak sendiri. (Marta)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • 12 Kasus dalam 4 Bulan, Alarm Kekerasan Anak di Berau Kian Menguat

    12 Kasus dalam 4 Bulan, Alarm Kekerasan Anak di Berau Kian Menguat

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    BERAU — Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Berau dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius. Dalam kurun waktu empat bulan, tercatat sedikitnya 12 kasus, dengan sebagian terjadi di wilayah pesisir. Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Berau, Siswanto, menyebut jumlah tersebut tidak bisa dianggap sepele. “Total ada 12 kasus, lima di […]

  • Bupati Berau Sambut Gubernur, Usulkan Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

    Bupati Berau Sambut Gubernur, Usulkan Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 603
    • 0Komentar

    BIDUK-BIDUK – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji menyambangi Kabupaten Berau, Senin malam, 14 Juli 2025. Mereka tiba di Biduk-Biduk setelah menempuh jalur darat dari Kutai Timur, menepi sejenak di pesisir selatan Berau sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Kaniungan. Rombongan gubernur langsung disambut Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan Ketua DPRD […]

  • DPRD Berau Minta DLHK Rutin Lakukan Normalisasi Drainase Perkotaan

    DPRD Berau Minta DLHK Rutin Lakukan Normalisasi Drainase Perkotaan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Berau, Vitalis Paulus Lette, meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau bersama instansi terkait untuk lebih rutin melaksanakan normalisasi drainase di wilayah perkotaan. Permintaan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir yang menyebabkan sejumlah titik rawan tergenang air. Vitalis menegaskan bahwa kondisi drainase […]

  • ‎Mulai Tahun Depan, Bahasa Banua Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah Berau? 

    ‎Mulai Tahun Depan, Bahasa Banua Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah Berau? 

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.212
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, menegaskan pelajaran muatan lokal (mulok) di sekolah-sekolah akan mulai menerapkan bahasa Banua/Berau pada ajaran baru mendatang. ‎Penerapan bahasa ini merupakan kurikulum untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menindaklanjuti Peraturan daerah yang telah mengatur penggunaan bahasa Banua di sekolah. ‎“Insya Allah tahun ajaran baru nanti, pelajaran muatan […]

  • Konsumsi Pangan Berau Masih Didominasi Beras dan Terigu

    Konsumsi Pangan Berau Masih Didominasi Beras dan Terigu

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 889
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, menyoroti skor Pola Pangan Harapan (PPH) masyarakat yang masih tertinggal dari rata-rata nasional. Pada 2024, skor PPH Berau tercatat 85,7, sementara angka nasional sudah mencapai 93,5. “Semakin tinggi skor PPH, semakin beragam jenis pangan yang dikonsumsi masyarakat. Skor PPH Berau sudah bagus, tetapi masih di […]

  • “Smart Plantation Management”, Digitalisasi Disbun Dorong Transparansi, Potensi Kampung, dan Investasi Berkelanjutan

    “Smart Plantation Management”, Digitalisasi Disbun Dorong Transparansi, Potensi Kampung, dan Investasi Berkelanjutan

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Transformasi digital di sektor perkebunan Kabupaten Berau memasuki babak baru. Dinas Perkebunan (Disbun) resmi mengakselerasi penerapan Sistem Informasi Perusahaan Perkebunan (SIPERIBUN) sebagai landasan utama membangun Smart Plantation Management—model pengawasan modern yang terukur, transparan, dan mendukung pengembangan potensi kampung hingga investasi hijau. Kepala Disbun Berau, Lita Handini, mengatakan bahwa digitalisasi ini menjadi langkah […]

expand_less