Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Warga Long Ayap Mengungsi, Banjir Putus Akses dan Picu Penyakit

Warga Long Ayap Mengungsi, Banjir Putus Akses dan Picu Penyakit

  • account_circle Redaksi Beraunews
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • visibility 858
  • print Cetak

SEGAH – Sejak terjadinya banjir besar pada Selasa (27/5/2025) dini hari, masyarakat di Kampung Long Ayap bergegas mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. Berdiam di pengungsian, semua yang mereka butuhkan juga terbatas.

Mereka seolah terisolasi dari dunia luar. Lokasi kampung yang cukup jauh hingga harus melewati jalan area perkebunan sawit selama berjam-jam, menjadi kendala bantuan yang diberikan itu bisa sampai. Terlebih ketika banjir menggenangi perkampungan, membuat akses jalan pun terputus.

Di ruangan seperti aula itu, puluhan warga duduk lesehan dan tidur seadanya. Semua harta benda milik mereka tak ada yang dapat diselamatkan. Bahkan, untuk pakaian saja mereka menggunakan baju yang sama berhari-hari.

“Ada dua lokasi yang dipergunakan sebagai tempat pengungsian yakni di balai lama dan di gedung serbaguna ini, dapur umum kami buat apa adanya yang penting warga bisa makan. Untuk kebutuhan mendesak yang dibutuhkan adalah bantuan pangan, dan pakaian,” terang Kepala Kampung Long Ayap, Jemi, ditemui Rabu (28/5/2025) siang.

Tak hanya dewasa, banyak anak-anak usia batita, balita dan usia sekolah yang ikut mengungsi. Mereka belum paham apa yang sebenarnya terjadi. Dengan wajah ceria, mereka masih bisa bermain dengan sebayanya.

Jemi pun bercerita, jika warganya sama sekali tak menyangka banjir ini akan menghabiskan tak hanya bangunan, tapi juga barang-barang milik mereka. Pasalnya, selama puluhan tahun tinggal di lokasi itu, banjir tak pernah setinggi kemarin, bahkan sampai menyentuh atap rumah.

“Datangnya air juga sangat cepat. Biasanya hanya di kolong rumah saja. Tapi kemarin ternyata menenggelamkan rumah kami. Jadi barang-barang yang kami kira aman ternyata ikut terbawa banjir,” tambahnya.

Tak hanya itu, warga pun mulai merasakan gangguan kesehatan, seperti gatal-gatal. Bagaimana tidak? Setelah banjir ini reda, mereka kembali ke rumah masing-masing untuk mengecek kondisi rumahnya dan membersihkannya secara bertahap. Lumpur yang tertinggal membuat badan kotor dan tentu saja menyebabkan penyakit.

Sempat mengunjungi kampung ini, Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan jika kondisi kesehatan masyarakat di sana menjadi perhatian utama, terlebih kesehatan. Dirinya pun meminta OPD terkait untuk segera memberikan apa yang menjadi kebutuhan mereka.

“Apa yang mereka butuhkan akan kita upayakan. Saya meminta dinas-dinas segera gerak cepat. Terlebih untuk kesehatan mereka, karena tadi juga saya mendapat laporan kalau warga sudah mulai merasakan gatal-gatal. Jangan sampai ada lagi penyakit-penyakit lainnya,” pungkasnya. (MrX)

  • Penulis: Redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragedi di Laut Talisayan, Nelayan Ditemukan Meninggal dalam Jaring Bagang

    Tragedi di Laut Talisayan, Nelayan Ditemukan Meninggal dalam Jaring Bagang

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Talisayan – Seorang nelayan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia pada Jumat (25/7/2025) pagi sekitar pukul 07.00 wita. Korban IM (34) ini pertama kali ditemukan anggota bagang yang sedang bekerja. Kasi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan saat dikonfirmasi tentang hal ini, membenarkan jika ada nelayan yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di salah satu bagang […]

  • Minim Fasilitas, TPI Tanjung Batu Tetap Dipacu Sumbang PAD

    Minim Fasilitas, TPI Tanjung Batu Tetap Dipacu Sumbang PAD

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 490
    • 0Komentar

    BERAU — Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Sambaliung terus memutar otak untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari aktivitas perikanan di TPI Tanjung Batu. Upaya tersebut dilakukan meski fasilitas penunjang masih jauh dari kata ideal. Pelaksana Tugas Kepala UPT TPI Sambaliung, Frederik Sibulo, mengatakan kontribusi PAD dari TPI Tanjung Batu telah diatur secara resmi melalui […]

  • Berau Masuk Empat Besar Nasional Titik Panas Berstatus Tinggi, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

    Berau Masuk Empat Besar Nasional Titik Panas Berstatus Tinggi, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    BERAU – Kabupaten Berau menjadi salah satu daerah dengan jumlah titik panas (hotspot) berstatus High terbanyak di Indonesia dalam 24 jam terakhir berdasarkan data Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan. Data SiPongi mencatat, Berau berada di peringkat keempat nasional untuk kategori hotspot berstatus High dari satelit NASA-MODIS, dengan tiga titik panas yang terdeteksi. […]

  • Ajak Perusahaan dan Masyarakat Berau Bantu Korban Kebakaran

    Ajak Perusahaan dan Masyarakat Berau Bantu Korban Kebakaran

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 717
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Anggota DPRD Kabupaten Berau, Nurung, menyampaikan keprihatinannya atas serangkaian musibah kebakaran yang terjadi di wilayah Berau dalam beberapa waktu terakhir. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga rumah dan penggunaan alat elektronik guna mencegah insiden serupa terulang. “Musibah kebakaran ini tidak bisa diprediksi dan dapat terjadi kapan saja. Namun, setidaknya kita […]

  • Akses Bacaan Masih Terbatas, Pemkab Dorong Perpustakaan di Tingkat Kampung

    Akses Bacaan Masih Terbatas, Pemkab Dorong Perpustakaan di Tingkat Kampung

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 987
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Upaya memperluas akses literasi hingga ke pelosok terus digencarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusda) Kabupaten Berau. Namun, sejauh ini jumlah perpustakaan di tingkat kampung masih tergolong minim. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Berau, Yudha Budisantoso, mengatakan dari 13 kecamatan yang ada, baru sekitar 30 persen kampung yang memiliki perpustakaan dan berfungsi […]

  • Sekda Berau Buka Wisata Belanja Ramadan untuk Anak Yatim dan Dhuafa

    Sekda Berau Buka Wisata Belanja Ramadan untuk Anak Yatim dan Dhuafa

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Sekretaris Daerah Kabupaten Berau Muhammad Said membuka kegiatan Wisata Belanja Ramadan 2026 bagi anak yatim piatu dan dhuafa yang diselenggarakan oleh manajemen PT Pamapersada Nusantara di Pasar Adji Dilayas, Minggu, 8 Maret 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 anak yang berasal dari wilayah lingkar tambang, khususnya Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur. Dalam […]

expand_less