Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Di Jalan yang Sunyi, Kita Menemukan Negara

Di Jalan yang Sunyi, Kita Menemukan Negara

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
  • visibility 943
  • print Cetak

— catatan dari Car Free Day HUT Bhayangkara ke-79 Polda Kaltim

Minggu pagi di Balikpapan bukanlah tentang parade. Ia bukan tentang pidato yang menggema, bukan pula tentang derap pasukan yang membentuk barisan. Ia tentang jeda. Tentang sebuah pagi yang disisihkan dari rutinitas lalu lintas—agar manusia bisa berjalan, bernapas, dan merasa hadir di tengah sesamanya.

Di Car Free Day Bhayangkara ke-79, yang berlangsung di Lapangan Merdeka, ada sesuatu yang lebih pelan dari biasanya. Tapi justru karena itu, terasa lebih dalam. Di balik tenda pelayanan perpanjangan SIM, donor darah, dan klinik pelayanan kesehatan serta senam sehat, tersimpan sesuatu yang lebih dari sekadar pelayanan publik.

Ia adalah jejak lembut dari negara yang ingin menyentuh rakyatnya bukan dengan kekuasaan, tapi dengan kehadiran.

Dalam salah satu sudut, terlihat Polwan Reni. Ia tidak sedang memberi perintah. Tidak sedang menjaga barikade. Ia hanya berjoget kecil, berbaur bersama anak-anak yang bahkan mungkin belum tahu bahwa perempuan di depannya adalah seorang aparat penegak hukum.

Dan kita diingatkan: negara tidak selalu hadir dalam bentuk institusi yang formal. Negara bisa hadir dalam tawa seorang anak yang ditanggapi dengan tos ringan dari seorang polisi perempuan. Negara bisa hidup dalam tarian kecil yang tidak dirancang oleh protokol, tapi lahir dari naluri kemanusiaan seorang ibu—karena Polwan Reni, sebelum apapun, adalah seorang perempuan, yang paham arti melindungi, bukan sekadar menertibkan.

Simone Weil, filsuf Prancis, pernah berkata bahwa “kekuatan sejati tidak pernah keras.” Ia tidak muncul dalam teriakan atau dominasi. Justru kekuatan sejati hadir ketika yang kuat memilih untuk lembut. Ketika negara memilih untuk menjadi pelayan, bukan penguasa.

Maka pagi itu, Car Free Day bukan hanya tentang olahraga atau layanan publik. Ia tentang relasi. Tentang bagaimana institusi sebesar Polri membuka dirinya untuk disentuh dan menyentuh kembali—tanpa senjata, tanpa pagar kawat, tanpa jargon keamanan.

Dalam lanskap politik yang sering memisahkan “kami” dan “mereka”, acara seperti ini terasa seperti ruang pertemuan. Bahwa tidak semua hal harus dipertemukan lewat kotak suara atau layar debat. Kadang, ia cukup ditemukan dalam gerak bersama. Dalam donor darah yang tak menanyakan latar belakang pendonor. Dalam pelayanan SIM yang tak membedakan siapa yang duduk di depan.

Dan bukankah, seperti yang ditulis Hannah Arendt, bahwa politik yang sehat bukanlah soal kekuasaan, tapi soal kehadiran di ruang bersama?

Dalam acara ini, ruang itu tercipta. Jalanan yang biasanya didominasi kendaraan berubah menjadi tempat orang tua mengajak anaknya tertawa, petugas kepolisian membantu lansia menyeberang, dan remaja-remaja belajar bahwa polisi bisa tersenyum dan berjoget. Ini bukan tentang perubahan sistem, tapi perubahan wajah. Dari tegas menjadi hangat, dari birokratis menjadi manusiawi.

Kita sering membayangkan negara sebagai gedung tinggi dengan pagar besi, atau sebagai tangan yang mengatur. Tapi pagi itu, negara turun ke jalan, berjalan kaki bersama kita, menunduk ketika berbicara kepada anak kecil, menyodorkan tangan untuk membantu yang letih.

Car Free Day Bhayangkara bukan sebuah peristiwa besar. Tapi justru dalam ke-tidak-besarannya, ia penting. Karena di sana, kita tak hanya melihat wajah polisi. Kita melihat wajah rakyat, dan bagaimana keduanya bisa saling pandang tanpa rasa curiga.

Barangkali inilah bentuk baru sacrum officium — tugas suci negara: bukan sekadar menjaga hukum, tapi menjaga harapan bahwa kita masih bisa hidup berdampingan, tanpa takut, tanpa sekat.

Dan ketika acara itu usai, orang-orang pulang membawa oleh-oleh yang tak terlihat: perasaan bahwa negara bukan sesuatu yang jauh. Bahwa Polri bukan hanya pelindung, tapi juga pelayan—dan kadang, teman bermain di jalan raya yang kosong.

Di jalan yang sunyi dari kendaraan itu, kita menemukan suara paling lirih dari demokrasi:

bahwa negara sejati, adalah negara yang mau duduk, menunggu, dan hadir bersama.

 

@ESBE2025

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karhutla Tak Kunjung Usai, Swasta Ikut Kerahkan Puluhan Personel di Berau

    Karhutla Tak Kunjung Usai, Swasta Ikut Kerahkan Puluhan Personel di Berau

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 181
    • 0Komentar

    BERAU – Sejumlah perusahaan swasta bersama TNI, Polri dan tim pemadam kebakaran berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang muncul di sejumlah titik di Kabupaten Berau sepanjang akhir Agustus 2026. PT Hutan Sanggam Berau (HSB) menjadi salah satu perusahaan yang terlibat dalam sejumlah operasi pemadaman bersama perusahaan lain, aparat keamanan hingga petugas pemadam. […]

  • Soroti Transparansi CSR, Sutami Usul Peninjauan Langsung

    Soroti Transparansi CSR, Sutami Usul Peninjauan Langsung

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 907
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Anggota DPRD Kabupaten Berau, Sutami, meminta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Bumi Batiwakkal untuk meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR). Ia menilai keterbukaan informasi mengenai program CSR penting agar pemerintah daerah dan masyarakat dapat mengetahui secara jelas kontribusi perusahaan terhadap pembangunan di daerah. Menurut Sutami, berbagai program CSR yang dijalankan […]

  • Program Nasional Prabowo, DPRD Berau Dorong Pemkab Implementasikan Makan Gratis

    Program Nasional Prabowo, DPRD Berau Dorong Pemkab Implementasikan Makan Gratis

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 749
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau, Peri Kombong, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto harus segera terealisasi di Kabupaten Berau. Menurutnya, program ini sangat penting untuk mendukung kesehatan dan kecerdasan pelajar dari jenjang TK hingga SMP. “Saya rasa program makan gratis yang sehat, bergizi tinggi, dan susu berkualitas harus […]

  • Musycab XII IMM Berau: Deklarasi Pilkada Damai untuk Demokrasi Bermartabat

    Musycab XII IMM Berau: Deklarasi Pilkada Damai untuk Demokrasi Bermartabat

    • calendar_month Sabtu, 24 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 582
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Musyawarah Cabang (Musycab) XII Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) di Universitas Muhammadiyah Berau dimeriahkan dengan deklarasi Pilkada Damai 2024. Acara deklarasi ini berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Berau pada Sabtu, 24 Agustus 2024. Ketua PC IMM Berau, Taufik, dalam wawancara singkatnya menjelaskan bahwa deklarasi tersebut bertujuan untuk menciptakan suasana yang […]

  • Sinergi UMKM dan Swalayan di Berau, Solusi Pendistribusian Bahan Pokok yang Efektif

    Sinergi UMKM dan Swalayan di Berau, Solusi Pendistribusian Bahan Pokok yang Efektif

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 923
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), menggelar acara Diseminasi Toko Swalayan, Waralaba Nasional, dan UMKM di Kabupaten Berau pada Rabu, 6 November 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pola kerja sama dalam pendistribusian barang pokok dengan melibatkan berbagai pelaku usaha, mulai dari swalayan hingga UMKM. Dalam sambutannya, Kepala […]

  • Pembukaan RSUD Tanjung Redeb Temui Tantangan Sekaligus Solusi, Bupati Berau: Tahun Depan Harus Sudah Berjalan

    Pembukaan RSUD Tanjung Redeb Temui Tantangan Sekaligus Solusi, Bupati Berau: Tahun Depan Harus Sudah Berjalan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 627
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau mempercepat operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baru Tanjung Redeb yang fisiknya sudah rampung. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menargetkan rumah sakit ini dapar mulai beroperasi paling lambat pada tahun 2026. Namun, upaya tersebut tidak lepas dari tantangan besar, terutama soal keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bujangga. Lokasi TPA […]

expand_less