Bupati Sri Juniarsih Mau Budaya Berau Tetap Hidup Lewat Pelatihan Gambus
- account_circle admin
- calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
- visibility 235
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau menggelar pelatihan alat musik tradisional gambus selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Juli 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor Disbudpar Berau dan diikuti oleh sekitar 20 pelajar tingkat SLTA dari beberapa sekolah di Berau.
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meregenerasi pelaku seni musik, khususnya gambus, yang merupakan salah satu alat musik tradisional khas Berau. Ia menekankan pentingnya menjaga kesinambungan pelatihan ini agar pelajar tidak hanya mengenal, tetapi juga mampu memainkan dan mencintai musik tradisional daerah.
“Pelatihan ini bukan hanya dilakukan satu kali. Kami akan menjadikannya sebagai program berkelanjutan. Harapannya, ke depan bisa digelar lomba musik tradisional khas Berau, termasuk tarian-tarian seperti Japin, Daling, tarian Dayak, serta olahraga tradisional seperti Kuntau,” ujar Ilyas.
Tak hanya itu, Ilyas juga mengungkapkan bahwa Disbudpar berencana untuk memberikan penghargaan kepada pelaku seni musik khas Berau dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi Berau mendatang.
“Kita harus menjaga dan melestarikan budaya sendiri tanpa membatasi budaya lain berkembang. Tapi budaya kita harus tetap orisinil,” tegasnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif Disbudpar. Ia menyatakan dukungannya terhadap pelestarian budaya lokal yang dinilainya sebagai identitas dan kekayaan daerah yang tak ternilai.
“Kami sangat mengapresiasi pelatihan ini. Ini adalah langkah konkret dalam menjaga warisan budaya kita. Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen penuh untuk terus mendukung upaya pelestarian kesenian daerah, baik melalui pelatihan, perlombaan, maupun penghargaan bagi para seniman lokal,” ujar Sri Juniarsih.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal yang baik untuk membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap seni dan budaya tradisional Berau, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi. (adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar