Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Embung Belum Optimal, Warga Maratua Tetap Bergantung pada Air Hujan

Embung Belum Optimal, Warga Maratua Tetap Bergantung pada Air Hujan

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
  • visibility 1.773
  • print Cetak

MARATUA — Upaya penyediaan akses air bersih melalui pembangunan embung berbasis program Corporate Social Responsibility (CSR) di Pulau Maratua rupanya belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat sepenuhnya.

‎Di Kampung Teluk Alulu dan Bohe Silian, warga masih harus mengandalkan air hujan sebagai sumber konsumsi utama dalam kehidupan sehari-hari.

‎Camat Maratua, Ariyanto, mengatakan bahwa fasilitas embung yang dibangun perusahaan ABL memang telah selesai, namun belum dapat memberikan fungsi maksimal akibat kerusakan pada bagian dasar penampungan.

‎“Embung itu dibangun dari CSR pihak ketiga ABL. Tapi sampai saat ini memang ada kendala, embungnya harus diperbaiki karena ada sedikit retak di bawah sehingga saat menampung air hujan masih merembes,” jelasnya.

‎Akibat persoalan teknis ini, harapan warga terhadap infrastruktur air bersih belum sepenuhnya terwujud. Embung masih bisa menahan air sementara, namun belum dapat memberi pasokan yang stabil.

‎Di sisi lain, masyarakat Teluk Alulu telah lama beradaptasi dengan pola pemanfaatan air hujan. Kebiasaan menyimpan air dalam tandon besar telah menjadi budaya turun-temurun untuk bertahan selama musim kering.

‎ “Mereka sudah tahu cara pemakaiannya supaya tidak habis. Itu untuk konsumsi saja, sedangkan kebutuhan mandi, cuci, dan kakus biasanya warga mengambil air di Teluk Harapan,” terangnya.

‎Ariyanto menyebut kecamatan tidak mengetahui detail anggaran pembangunan karena seluruh pekerjaan dilakukan langsung oleh pihak ketiga. Pemerintah kampung hanya menyiapkan lahan dan kini proses perbaikan masuk dalam kewenangan kampung karena aset telah diserahkan setelah pembangunan selesai.

‎Meski terbiasa mengandalkan air hujan, masyarakat bukan berarti menolak fasilitas air bersih. Warga justru berharap embung dapat segera diperbaiki agar benar-benar dapat dimanfaatkan maksimal.

‎ “Betul, bukan menolak. Mereka memang sudah terbiasa menggunakan air hujan,” tegas Ariyanto.

‎Kondisi ini menunjukkan bahwa koordinasi antara pemerintah kampung, kecamatan, dan pihak perusahaan sangat dibutuhkan, agar bantuan CSR tidak hanya terbangun, tetapi juga benar-benar efektif meningkatkan kualitas layanan dasar masyarakat di kawasan pesisir. (Adv/Akm)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pedagang Kurban Dadakan Menjamur, Kemenag Berau Turun Tangan

    Pedagang Kurban Dadakan Menjamur, Kemenag Berau Turun Tangan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    BERAU — Meningkatnya jumlah pedagang hewan kurban dadakan di berbagai sudut kota menjelang Iduladha mendorong Kementerian Agama (Kemenag) Berau memperketat pengawasan kelayakan dan kesehatan hewan yang dijual. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi agar masyarakat tidak membeli hewan kurban yang tidak memenuhi syarat, baik dari sisi kesehatan maupun ketentuan syariat. Dalam pelaksanaannya, Kemenag Berau menggandeng Dinas […]

  • Program Intensifikasi Lada di Berau, Kukar, dan Balikpapan: Disbun Kaltim Bantu Ratusan Hektare Lahan

    Program Intensifikasi Lada di Berau, Kukar, dan Balikpapan: Disbun Kaltim Bantu Ratusan Hektare Lahan

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 718
    • 0Komentar

    Samarinda – Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) melakukan intensifikasi perkebunan lada rakyat di tiga daerah, yakni Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, dan Kota Balikpapan, untuk meningkatkan produksi melalui pengolahan lahan secara bijak. “Dalam intensifikasi perkebunan lada di tahun ini, selain dilakukan pembinaan dan pendampingan, kami juga memberikan bantuan pupuk dan herbisida,” kata Kepala Disbun […]

  • Kendala Surat Kapal Pengantar, Sebabkan Pasokan Ikan Berkurang

    Kendala Surat Kapal Pengantar, Sebabkan Pasokan Ikan Berkurang

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.921
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyoroti persoalan yang masih dihadapi para nelayan di Berau, terutama terkait kelengkapan surat kapal pengantar hasil tangkapan ikan. Menurutnya permasalahan ini kerap menimbulkan kendala serius di lapangan dan berdampak pada berkurang pasokan ikan di daerah.   Gamalis menjelaskan, sebagian besar nelayan di Berau sebenarnya telah melengkapi dokumen kapal […]

  • Pembayaran Air Sementara Hanya Dilayani di Kantor KM 5

    Pembayaran Air Sementara Hanya Dilayani di Kantor KM 5

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 845
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Batiwakkal Kabupaten Berau mengonfirmasi bahwa saat ini tarif air untuk masyarakat masih dalam status penundaan. Hal ini menyusul belum diterbitkannya Surat Keputusan (SK) resmi dari Bagian Hukum Pemkab Berau terkait tarif baru. Dikatakan Direktur PDAM Batiwakkal, Saipul Rahman, pihaknya masih menunggu terbitnya SK tersebut untuk dapat […]

  • Program Seragam Gratis Berlanjut, Disdik Berau Siapkan Tiga Jenis Seragam untuk Siswa Baru

    Program Seragam Gratis Berlanjut, Disdik Berau Siapkan Tiga Jenis Seragam untuk Siswa Baru

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    BERAU – Dinas Pendidikan Kabupaten Berau memastikan program seragam sekolah gratis tetap dilaksanakan pada tahun 2026. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi peserta didik baru jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) pada tahun ajaran baru. Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan penyaluran bantuan seragam akan dilakukan saat tahun ajaran baru dimulai. Paket bantuan […]

  • TPA Sultan Agung Berau Disulap Jadi Pusat Hortikultura Modern

    TPA Sultan Agung Berau Disulap Jadi Pusat Hortikultura Modern

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 728
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Mengatasi inflasi di Kabupaten Berau, salah satunya dengan menghadirkan secara mandiri komoditi penyebab inflasi. Komoditi sayuran yang menjadi penyumbang inflasi Berau, akan mulai ditumbuh kembangkan di Berau. Dengan menggunakan lahan TPA seluas 1 hektare lebih di Jalan Sultan Agung, pihak Provinsi Kaltim akan siap memberikan support mulai dari anggaran hingga pendampingan langsung […]

expand_less