Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Embung Belum Optimal, Warga Maratua Tetap Bergantung pada Air Hujan

Embung Belum Optimal, Warga Maratua Tetap Bergantung pada Air Hujan

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
  • visibility 1.855
  • print Cetak

MARATUA — Upaya penyediaan akses air bersih melalui pembangunan embung berbasis program Corporate Social Responsibility (CSR) di Pulau Maratua rupanya belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat sepenuhnya.

‎Di Kampung Teluk Alulu dan Bohe Silian, warga masih harus mengandalkan air hujan sebagai sumber konsumsi utama dalam kehidupan sehari-hari.

‎Camat Maratua, Ariyanto, mengatakan bahwa fasilitas embung yang dibangun perusahaan ABL memang telah selesai, namun belum dapat memberikan fungsi maksimal akibat kerusakan pada bagian dasar penampungan.

‎“Embung itu dibangun dari CSR pihak ketiga ABL. Tapi sampai saat ini memang ada kendala, embungnya harus diperbaiki karena ada sedikit retak di bawah sehingga saat menampung air hujan masih merembes,” jelasnya.

‎Akibat persoalan teknis ini, harapan warga terhadap infrastruktur air bersih belum sepenuhnya terwujud. Embung masih bisa menahan air sementara, namun belum dapat memberi pasokan yang stabil.

‎Di sisi lain, masyarakat Teluk Alulu telah lama beradaptasi dengan pola pemanfaatan air hujan. Kebiasaan menyimpan air dalam tandon besar telah menjadi budaya turun-temurun untuk bertahan selama musim kering.

‎ “Mereka sudah tahu cara pemakaiannya supaya tidak habis. Itu untuk konsumsi saja, sedangkan kebutuhan mandi, cuci, dan kakus biasanya warga mengambil air di Teluk Harapan,” terangnya.

‎Ariyanto menyebut kecamatan tidak mengetahui detail anggaran pembangunan karena seluruh pekerjaan dilakukan langsung oleh pihak ketiga. Pemerintah kampung hanya menyiapkan lahan dan kini proses perbaikan masuk dalam kewenangan kampung karena aset telah diserahkan setelah pembangunan selesai.

‎Meski terbiasa mengandalkan air hujan, masyarakat bukan berarti menolak fasilitas air bersih. Warga justru berharap embung dapat segera diperbaiki agar benar-benar dapat dimanfaatkan maksimal.

‎ “Betul, bukan menolak. Mereka memang sudah terbiasa menggunakan air hujan,” tegas Ariyanto.

‎Kondisi ini menunjukkan bahwa koordinasi antara pemerintah kampung, kecamatan, dan pihak perusahaan sangat dibutuhkan, agar bantuan CSR tidak hanya terbangun, tetapi juga benar-benar efektif meningkatkan kualitas layanan dasar masyarakat di kawasan pesisir. (Adv/Akm)

‎

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1.040 Mahasiswa Berau Sudah Terima Gratispol

    1.040 Mahasiswa Berau Sudah Terima Gratispol

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Berau – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Gratispol Connect di Aula Universitas Muhammadiyah Berau, Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi forum sosialisasi Program Gratispol sekaligus ruang dialog antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat mengenai pelaksanaan program kuliah gratis di Kalimantan Timur. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud mengatakan Program Gratispol merupakan investasi jangka […]

  • Temuan Potongan Hiu dan Pari Gegerkan Derawan, Bupati Desak Proses Hukum

    Temuan Potongan Hiu dan Pari Gegerkan Derawan, Bupati Desak Proses Hukum

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 112
    • 0Komentar

    BERAU – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengecam tindakan penangkapan ikan hiu yang diduga dilakukan oleh nelayan dari luar daerah di perairan Kepulauan Derawan. Peristiwa yang terjadi baru-baru ini dinilai dapat mengancam kelestarian lingkungan laut Kabupaten Berau atau Bumi Batiwakkal yang selama ini dijaga secara berkelanjutan oleh masyarakat. Sri Juniarsih mengatakan praktik penangkapan hiu secara […]

  • Gerakan Peduli Alumni Pandawa17, Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran

    Gerakan Peduli Alumni Pandawa17, Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.159
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Alumni Pasukan 12 IPA angkatan 2017 (Pandawa17) MAN Berau menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di Jalan Milono, Kelurahan Gayam pada Minggu (26/1/2025) pukul 04.00 WITA, dan di Jalan Kampung Cina, Kecamatan Teluk Bayur pada pukul 17.15 WITA. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan sejak […]

  • Kesenjangan Keterampilan Hambat Naker Lokal: BLK Jadi Solusi Peningkatan Daya Saing di Berau

    Kesenjangan Keterampilan Hambat Naker Lokal: BLK Jadi Solusi Peningkatan Daya Saing di Berau

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 516
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Meski Kabupaten Berau menjadi salah satu daerah yang cukup padat dengan aktivitas perusahaan besar, terutama di sektor pertambangan dan perkebunan, persoalan klasik terkait rendahnya penyerapan tenaga kerja lokal masih terus terjadi. Kurangnya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri menjadi kendala utama yang perlu segera diatasi. Menanggapi persoalan tersebut, anggota Komisi III DPRD […]

  • DPRD Berau Nilai Pengelolaan CSR Belum Maksimal, Minta Pemkab Belajar dari Malinau

    DPRD Berau Nilai Pengelolaan CSR Belum Maksimal, Minta Pemkab Belajar dari Malinau

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 360
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Anggota DPRD Berau, Ratna, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk lebih serius mengoptimalkan pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut. Ia menilai potensi kontribusi CSR di Berau sangat besar karena jumlah perusahaan yang beroperasi mencapai ratusan. Namun, hingga kini pemanfaatannya dinilai belum dikelola secara maksimal untuk mendukung […]

  • Dedikasi Guru Honorer Berau: Mengajar di Tengah Badai Kebijakan Baru

    Dedikasi Guru Honorer Berau: Mengajar di Tengah Badai Kebijakan Baru

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Di tengah ketegangan terkait larangan pengangkatan tenaga honorer baru, 197 tenaga honorer yang mengajar di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tetap melanjutkan tugas mereka. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), sektor pendidikan sempat menghadapi kekhawatiran atas kekurangan tenaga pengajar. Namun, hingga […]

expand_less