Pemkab Berau Dorong Kebangkitan Ekonomi Kampung lewat Pembinaan UMKM dan Penguatan Koperasi
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
- visibility 82
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Di Kabupaten Berau, perekonomian tidak hanya berdenyut di kota besar dan pusat industri. Ia juga hidup di kampung–kampung, tumbuh melalui tangan-tangan masyarakat yang mengolah tanah, laut, hingga bambu dan serat alam menjadi karya bernilai jual. Karena itulah Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyebut, ekonomi kampung adalah urutan pertama dari kekuatan ekonomi daerah—bukan pelengkapnya.
Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan pemberdayaan pelaku ekonomi kampung yang digelar bersama Diskoperindag dan DPMK Berau, Selasa (5/8/2025). Ia menegaskan, Dumaring memang dikenal dengan produk unggulannya, namun tidak satu-satunya. Banyak kampung lain memiliki potensi dan komoditas yang sama kuat—hanya menunggu disentuh pendampingan, manajemen usaha, dan dukungan pemasaran.
“Bukan hanya Dumaring. Kampung lain juga punya produk yang tak kalah bagus,” ucap Sri.
Potensi Kampung Besar — dan Pemerintah Mendorongnya untuk Bangkit
Pertanian rakyat, perikanan, olahan pangan, hingga kerajinan tangan lokal adalah wajah ekonomi kampung yang selama ini menopang kehidupan warga. Tantangannya bukan pada kualitas, melainkan akses pasar dan tata kelola usaha. Itulah yang kini menjadi fokus Pemkab Berau melalui pembinaan UMKM kampung, pelatihan manajemen usaha, hingga dukungan permodalan.
Sri ingin pembinaan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi bergerak menjadi sistem yang menguatkan pelaku usaha dari dalam.
“Pembinaan, pelatihan, dan permodalan harus terus diperkuat,” tegasnya.
Koperasi Jadi Motor Percepatan — Kolektif, Kuat, dan Berkelanjutan
Bupati juga menyoroti peran koperasi. Bukan sekadar organisasi ekonomi, tetapi wadah yang menghubungkan produksi dengan pasar, petani dengan pembeli, dan kampung dengan peluang bisnis yang lebih luas. Jika pengelolaan produk kampung dibangun berbasis koperasi, nilai tambahnya akan berlipat.
“Jika ini dikelola melalui koperasi, hasil produksi akan lebih berdaya, teratur, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dengan sumber daya alam yang melimpah—perkebunan, perikanan, tambak rakyat, hingga hutan bukan kayu—kampung-kampung di Berau berpeluang melangkah lebih jauh: jual tidak hanya untuk kebutuhan sendiri, namun tembus pasar luar daerah, bahkan ekspor.
Sinergi untuk Kemajuan — Pemerintah Buka Ruang, Kampung Bergerak
Pemerintah tidak bekerja sendiri. Sri ingin sinergi kampung, dinas teknis, dan masyarakat berjalan saling menguatkan. Ketika program, pelatihan, dan pendampingan berjalan simultan, produk kampung tidak lagi berdiri sebagai komoditas kecil, tetapi brand daerah yang layak dipamerkan ke pasar nasional.
“Tujuan kita jelas — produk kampung bukan hanya dikenal lokal, tetapi bisa bersaing secara nasional,” tutup Sri.
Dan dari kampung ke kampung, dari ladang hingga perairan, roda ekonomi Berau bergerak. Bukan dari pusat saja, namun dari akar — dari rumah-rumah kecil yang telah lama memproduksi pangan, kriya, dan ide yang layak tumbuh lebih besar.
Karena masa depan ekonomi Berau bukan hanya dibangun oleh gedung tinggi, tetapi oleh kampung yang percaya bahwa potensinya berharga — dan pemerintah yang hadir untuk memastikan potensi itu menjadi kesejahteraan nyata.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar