Disbudpar Fokus Siapkan Destinasi Siap Pasar sebelum Ekspansi Promosi
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 3 Des 2025
- visibility 77
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus menunjukkan keseriusannya menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), berbagai langkah pembenahan kini disiapkan agar destinasi wisata di Bumi Batiwakkal semakin kompetitif dan berdaya tarik tinggi.
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, mengatakan upaya pengembangan pariwisata saat ini difokuskan pada penguatan kualitas destinasi dan pelayanan, sebelum masuk ke tahap promosi luas.
Menurutnya, Berau memiliki kekayaan wisata yang tidak kalah dengan daerah lain, namun tantangan utama masih terletak pada biaya transportasi menuju daerah.
“Akses memang belum semurah kota besar, tetapi keindahan Berau jelas sebanding dengan usaha untuk datang ke sini,” ujarnya.
Ilyas menilai Berau memiliki peluang besar menjadi destinasi favorit karena jumlah potensi wisatanya sangat melimpah. Tercatat ada 279 titik daya tarik wisata yang tersebar di hampir seluruh kecamatan.
“Potensi kita bukan hanya banyak, tetapi sangat variatif, mulai dari alam, budaya, hingga wisata buatan. Tugas kami adalah menatanya agar siap dipasarkan,” katanya.
Karena itu, Disbudpar memilih memperkuat fasilitas dasar, memperbaiki kenyamanan ruang publik, dan meningkatkan profesionalisme pengelola destinasi.
“Kami tidak ingin wisatawan datang lalu kecewa. Prinsipnya sederhana: destinasi harus siap dulu, baru kita dorong promosi besar-besaran,” jelas Ilyas.
Sebagian besar upaya pembenahan dilakukan secara bertahap, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata. Ilyas menyebut kemampuan SDM akan sangat menentukan pengalaman wisatawan. “Tempat indah saja tidak cukup. Pelayanan harus bagus, responsif, dan ramah,” tegasnya.
Untuk memperkuat kualitas layanan, Disbudpar juga menggandeng berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Tujuannya menghadirkan standar pelayanan publik yang lebih ramah dan mencerminkan budaya hospitality.
“Kami mendorong setiap dinas menerapkan pelayanan yang bersahabat. Ini bukan hanya soal pariwisata, tetapi citra Kabupaten Berau secara keseluruhan,” ucapnya.
Langkah ini, ujar Ilyas sebagai strategi memperkuat kesan pertama wisatawan ketika berurusan dengan layanan publik. Ilyas meyakini pendekatan ini akan memberi dampak positif terhadap branding daerah.
“Ketika tamu datang dan disambut dengan ramah, kesan itu menempel kuat. Itu adalah promosi paling efektif,” katanya.
Tidak hanya bertumpu pada program pemerintah, Ilyas menilai inovasi masyarakat dan pelaku usaha sangat diperlukan untuk memperkaya ragam atraksi wisata.
Ia menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap ide-ide baru yang dapat menghidupkan potensi wisata lokal. “Setiap kreativitas yang muncul akan kami dukung. Inovasi itu membuat Berau semakin hidup dan menarik,” tuturnya.
Ia optimistis, dengan penguatan destinasi dan peningkatan kualitas layanan, pariwisata akan memberikan dampak besar bagi pendapatan masyarakat. “Semakin banyak wisatawan datang, semakin besar perputaran uang di sektor lokal. Ini yang ingin kami dorong,” tambahnya.
Ilyas juga mengajak masyarakat menjaga citra Berau sebagai daerah yang ramah dan jujur dalam melayani wisatawan. “Keramahan adalah identitas penting kita. Jika wisatawan merasa dihargai, mereka tidak hanya kembali tetapi juga akan merekomendasikan Berau kepada yang lain,” pungkasnya. (Adv/Akm).
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar